25 desa di Kudus rawan narkoba
Kamis, 23 November 2023 22:15 WIB
Kepala BNNP Jawa Tengah Brigjen Pol. Dr. Agus Rohmat saat menyampaikan materi dalam seminar anti narkoba dengan tema "Akselerasi War on Drugs Menuju Indonesia Bersinar" di Pendopo Kabupaten Kudus, Kamis (23/11/2023). (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)
Kudus (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah mengingatkan Pemerintah Kabupaten Kudus untuk memberikan perhatian kepada 25 desa di wilayah itu yang diduga rawan penyalahgunaan narkoba.
"Dari 25 desa di Kabupaten Kudus itu, tercatat ada 23 desa kategori waspada narkoba dan dua desa kategori bahaya narkoba," kata Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah Brigadir Jenderal Polisi Agus Rohmat ditemui usai menghadiri seminar antinarkoba bertema "Akselerasi War on Drugs Menuju Indonesia Bersinar" di Pendopo Kabupaten Kudus, Kamis.
Agus mengungkapkan kewaspadaan terhadap 25 dari 132 desa/kelurahan di Kabupaten Kudus, mengingat di desa tersebut banyak terjadi penyalahgunaan narkoba.
Kabupaten Kudus juga menduduki peringkat 26 dari 35 kabupaten/kota di Jateng dalam hal penyalahgunaan narkoba.
"Pemkab Kudus perlu melakukan upaya-upaya intervensi, upaya pemberantasan dan pencegahan supaya jumlah desa yang rawan narkoba berkurang," ujarnya.
Kepala BNNP mengatakan tren temuan kasus penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Kudus menunjukkan grafik kenaikan, dari tahun sebelumnya ada 26 kasus, naik menjadi 28 kasus hingga November 2023.
Menurut Agus, perlu peningkatan upaya-upaya dari Pemkab Kudus dan Forkopimda agar jangan sampai ada aparatur sipil negara (ASN) yang terlibat narkoba.
Upaya lainnya adalah masyarakat harus mengupayakan berbagai cara pencegahan, peningkatan kampanye antinarkoba, sosialisasi, seminar, pemasangan spanduk maupun baliho bahaya penyalahgunaan narkoba, serta peningkatan pemberdayaan masyarakat mantan napi narkoba.
"Pemeriksaan urine jangan hanya di lingkungan pemerintah, melainkan juga menyasar masyarakat, pelajar, maupun mahasiswa," tambahnya.
Agus Rohmat juga mendesak Pemkab Kudus segera mewujudkan Desa Bersinar (Desa Bersih Narkoba) agar pemberantasan peredaran narkoba semakin maksimal.
"Kami juga mengajak para ulama dan dai untuk ikut mengingatkan masyarakat tentang bahaya narkoba. Islam sendiri juga mengharamkan penggunaan narkoba karena banyak dampak negatifnya. Narkoba jenis apa pun jangan digunakan," ujarnya.
"Dari 25 desa di Kabupaten Kudus itu, tercatat ada 23 desa kategori waspada narkoba dan dua desa kategori bahaya narkoba," kata Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah Brigadir Jenderal Polisi Agus Rohmat ditemui usai menghadiri seminar antinarkoba bertema "Akselerasi War on Drugs Menuju Indonesia Bersinar" di Pendopo Kabupaten Kudus, Kamis.
Agus mengungkapkan kewaspadaan terhadap 25 dari 132 desa/kelurahan di Kabupaten Kudus, mengingat di desa tersebut banyak terjadi penyalahgunaan narkoba.
Kabupaten Kudus juga menduduki peringkat 26 dari 35 kabupaten/kota di Jateng dalam hal penyalahgunaan narkoba.
"Pemkab Kudus perlu melakukan upaya-upaya intervensi, upaya pemberantasan dan pencegahan supaya jumlah desa yang rawan narkoba berkurang," ujarnya.
Kepala BNNP mengatakan tren temuan kasus penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Kudus menunjukkan grafik kenaikan, dari tahun sebelumnya ada 26 kasus, naik menjadi 28 kasus hingga November 2023.
Menurut Agus, perlu peningkatan upaya-upaya dari Pemkab Kudus dan Forkopimda agar jangan sampai ada aparatur sipil negara (ASN) yang terlibat narkoba.
Upaya lainnya adalah masyarakat harus mengupayakan berbagai cara pencegahan, peningkatan kampanye antinarkoba, sosialisasi, seminar, pemasangan spanduk maupun baliho bahaya penyalahgunaan narkoba, serta peningkatan pemberdayaan masyarakat mantan napi narkoba.
"Pemeriksaan urine jangan hanya di lingkungan pemerintah, melainkan juga menyasar masyarakat, pelajar, maupun mahasiswa," tambahnya.
Agus Rohmat juga mendesak Pemkab Kudus segera mewujudkan Desa Bersinar (Desa Bersih Narkoba) agar pemberantasan peredaran narkoba semakin maksimal.
"Kami juga mengajak para ulama dan dai untuk ikut mengingatkan masyarakat tentang bahaya narkoba. Islam sendiri juga mengharamkan penggunaan narkoba karena banyak dampak negatifnya. Narkoba jenis apa pun jangan digunakan," ujarnya.
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Akademisi Unsoed: Kuatkan destana di sekitar Gunung Slamet untuk hadapi ancaman bencana
28 January 2026 16:49 WIB
Intensitas hujan turun, jumlah desa terdampak banjir di Pati berkurang jadi 58 desa
26 January 2026 11:09 WIB
Terpopuler - Hukum dan Kriminal
Lihat Juga
Polresta Pati fasilitasi penyidik KPK untuk pemeriksaan saksi-saksi kasus OTT
29 January 2026 9:10 WIB
Polres Pemalang amankan empat pencuri kelompok Cirebon-Surakarta dan Semarang
27 January 2026 18:58 WIB
Polda Jateng ungkap komplotan pengoplos elpiji subsidi beromset miliaran rupiah
23 January 2026 18:45 WIB
KPK membawa dua koper dan satu dus dokumen dari rumah dinas Bupati Pati Sudewo
22 January 2026 16:31 WIB