Festival Lima Gunung penting bagi pariwisata Magelang
Sabtu, 26 Agustus 2023 6:35 WIB
Sejumlah perupa dan tokoh Komunitas Lima Gunung menggoreskan kuas di kanvas pada pembukaan pameran seni rupa "Kalis ing Kahanan", rangkaian acara Festival Lima Gunung XXII/2023, di Dusun Sudimoro, Desa Baleagung, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (25/8/2023) sore. ANTARA/Hari Atmoko
Magelang (ANTARA) - Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menilai Festival Lima Gunung memiliki arti penting bagi pariwisata setempat karena ajang seni budaya tersebut mendatangkan pengunjung dari berbagai kota dan luar negeri, serta menghidupkan perekonomian masyarakat.
"Kegiatan ini (Festival Lima Gunung XXII/2023, red.) sangat berarti bagi Kabupaten Magelang, terutama menjadi daya tarik wisata untuk wilayah-wilayah yang ketempatan festival," kata Kepala Disparpora Kabupaten Magelang Mulyanto di Magelang, Jumat sore.
Ia mengatakan hal itu di sela menghadiri pembukaan Pameran Seni Rupa "Kalis ing Kahanan" pada hari pertama FLG XXII/2023, Jumat sore, di Dusun Sudimoro, Desa Baleagung, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang.
Pameran seni rupa oleh sekitar 63 perupa setempat dan beberapa lainnya dari luar Magelang itu, menghadirkan 70-an karya lukisan dan topeng di arena FLG XXII, selama 25-27 Agustus 2023.
Festival tahunan tersebut diselenggarakan secara mandiri oleh para seniman petani yang tergabung dalam Komunitas Lima Gunung (Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing, dan Menoreh) Kabupaten Magelang.
Ia mengemukakan bahwa penyelenggaraan festival itu menjadi bagian penting yang membesarkan nama Kabupaten Magelang, termasuk terkait dengan kemajuan dan pengembangan kepariwisataan di daerah itu.
"Ini suatu kemandirian karena ternyata FLG dari tahun ke tahun mampu menyedot wisatawan, ada wisatawan mancanegara datang, ini menjadi pengungkit pariwisata Kabupaten Magelang pascapandemi," ujarnya. Pimpinan Wihara Mendut Bante Sri Pannavaro Mahathera menyimak salah satu karya lukis pada pameran seni rupa "Kalis ing Kahanan", rangkaian acara Festival Lima Gunung XXII/2023, di Dusun Sudimoro, Desa Baleagung, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (25/8/2023) sore. ANTARA/Hari Atmoko
Selain itu, kata dia, FLG juga memberdayakan masyarakat, terutama kalangan pelaku UMKM karena mereka beroleh kesempatan membuka lapak di arena festival untuk menjual berbagai produk usahanya.
Festival selama tiga hari itu menyuguhkan berbagai pementasan, seperti tarian, musik, puisi, performa seni, pentas kolaborasi seni, teater, kirab budaya, dan pidato kebudayaan. Sekitar 80 grup kesenian dengan total sekitar 1.700 personel dari berbagai kelompok seni di daerah itu, luar kota, dan luar negeri menggelar pementasan di panggung raksasa yang dibuat warga bersama Komunitas Lima Gunung menggunakan berbagai bahan alami setempat.
Pada hari pertama festival, Jumat, selain berupa pembukaan pameran dan pementasan kesenian dari beberapa grup seniman dan pelajar, juga dilakukan penyerahan Lima Gunung Award 2023 kepada pimpinan Wihara Mendut Kabupaten Magelang Bante Sri Pannavaro Mahatera (69).
Perintis Komunitas Lima Gunung yang juga budayawan Magelang Sutanto Mendut (69) mendaulat seorang perempuan lansia yang warga setempat, Tri Widayati (74), untuk menyerahkan Lima Gunung Award 2023, berupa piagam dan patung batu, kepada Bante Pannavaro yang juga tokoh kharismatis tersebut.
Pada festival tahun ini, Komunitas Lima Gunung memberikan Lima Gunung Award 2023 kepada sejumlah tokoh, antara lain Bante Pannavaro, Garin Nugraha, Franki Raden, Romo Yoso Sudarmo (almarhum), Nur Anani M. Irman (Nani Topeng Losari), Wardah Hafidz, Suprapto Suryodarmo (almarhum), Jaya Suprana, Rastika (almarhum), K.H. Ahmad Mustofa Bisri, Mei Kartawinata, dan Amat Sukandar. Pada festival tahun lalu, komunitas memberikan penghargaan serupa kepada Zannuba Ariffah Chafsoh (Yenny Wahid).
"Kegiatan ini (Festival Lima Gunung XXII/2023, red.) sangat berarti bagi Kabupaten Magelang, terutama menjadi daya tarik wisata untuk wilayah-wilayah yang ketempatan festival," kata Kepala Disparpora Kabupaten Magelang Mulyanto di Magelang, Jumat sore.
Ia mengatakan hal itu di sela menghadiri pembukaan Pameran Seni Rupa "Kalis ing Kahanan" pada hari pertama FLG XXII/2023, Jumat sore, di Dusun Sudimoro, Desa Baleagung, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang.
Pameran seni rupa oleh sekitar 63 perupa setempat dan beberapa lainnya dari luar Magelang itu, menghadirkan 70-an karya lukisan dan topeng di arena FLG XXII, selama 25-27 Agustus 2023.
Festival tahunan tersebut diselenggarakan secara mandiri oleh para seniman petani yang tergabung dalam Komunitas Lima Gunung (Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing, dan Menoreh) Kabupaten Magelang.
Ia mengemukakan bahwa penyelenggaraan festival itu menjadi bagian penting yang membesarkan nama Kabupaten Magelang, termasuk terkait dengan kemajuan dan pengembangan kepariwisataan di daerah itu.
"Ini suatu kemandirian karena ternyata FLG dari tahun ke tahun mampu menyedot wisatawan, ada wisatawan mancanegara datang, ini menjadi pengungkit pariwisata Kabupaten Magelang pascapandemi," ujarnya. Pimpinan Wihara Mendut Bante Sri Pannavaro Mahathera menyimak salah satu karya lukis pada pameran seni rupa "Kalis ing Kahanan", rangkaian acara Festival Lima Gunung XXII/2023, di Dusun Sudimoro, Desa Baleagung, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (25/8/2023) sore. ANTARA/Hari Atmoko
Selain itu, kata dia, FLG juga memberdayakan masyarakat, terutama kalangan pelaku UMKM karena mereka beroleh kesempatan membuka lapak di arena festival untuk menjual berbagai produk usahanya.
Festival selama tiga hari itu menyuguhkan berbagai pementasan, seperti tarian, musik, puisi, performa seni, pentas kolaborasi seni, teater, kirab budaya, dan pidato kebudayaan. Sekitar 80 grup kesenian dengan total sekitar 1.700 personel dari berbagai kelompok seni di daerah itu, luar kota, dan luar negeri menggelar pementasan di panggung raksasa yang dibuat warga bersama Komunitas Lima Gunung menggunakan berbagai bahan alami setempat.
Pada hari pertama festival, Jumat, selain berupa pembukaan pameran dan pementasan kesenian dari beberapa grup seniman dan pelajar, juga dilakukan penyerahan Lima Gunung Award 2023 kepada pimpinan Wihara Mendut Kabupaten Magelang Bante Sri Pannavaro Mahatera (69).
Perintis Komunitas Lima Gunung yang juga budayawan Magelang Sutanto Mendut (69) mendaulat seorang perempuan lansia yang warga setempat, Tri Widayati (74), untuk menyerahkan Lima Gunung Award 2023, berupa piagam dan patung batu, kepada Bante Pannavaro yang juga tokoh kharismatis tersebut.
Pada festival tahun ini, Komunitas Lima Gunung memberikan Lima Gunung Award 2023 kepada sejumlah tokoh, antara lain Bante Pannavaro, Garin Nugraha, Franki Raden, Romo Yoso Sudarmo (almarhum), Nur Anani M. Irman (Nani Topeng Losari), Wardah Hafidz, Suprapto Suryodarmo (almarhum), Jaya Suprana, Rastika (almarhum), K.H. Ahmad Mustofa Bisri, Mei Kartawinata, dan Amat Sukandar. Pada festival tahun lalu, komunitas memberikan penghargaan serupa kepada Zannuba Ariffah Chafsoh (Yenny Wahid).
Pewarta : M. Hari Atmoko
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden Prabowo terima lima pengusaha nasional, perkuat Indonesia Incorporated
11 February 2026 9:04 WIB
Kemenkum Jateng serahkan sertifikat indikasi geografis lima motif tenun troso Jepara
05 February 2026 19:25 WIB
UMS perkuat riset teknologi dan pembangunan berkelanjutan dengan menambah lima guru besar
19 January 2026 16:17 WIB
Lima finalis Festival Film Desa HDN 2026 ditonton bareng lewat layar tancap
15 January 2026 14:29 WIB
Berikut Jadwal Malaysia Open: Lima wakil Indonesia lanjutkan perjuangannya di babak kedua
08 January 2026 11:30 WIB
Terpopuler - Seni dan Budaya
Lihat Juga
Balefest 2025 Suarasa Balekambang siap hibur masyarakat pada pergantian tahun
08 December 2025 19:39 WIB
Kaligrafi China dan Arab berpadu dalam pameran Tiongkok-Indonesia di Banyumas
25 November 2025 14:41 WIB
Sumanto ajak masyarakat pahami pesan moral dalam lakon Wayang Kulit Kresna Duta
21 November 2025 17:27 WIB