Semarang (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Jawa Tengah,  menyebutkan bahwa langkah pembebasan lahan untuk normalisasi Sungai Plumbon masih menunggu DED (detail engineering design) dari pusat.

"Rencana di tahun ini ya. Mungkin nanti di (APBD) perubahan. 'Planning'-nya sudah, tinggal DED yang dari pusat," kata Ketua DPRD Kota Semarang Kadarlusman di Semarang, Rabu.

Diakui Pilus, sapaan akrabnya, normalisasi Sungai Plumbon merupakan satu-satunya solusi yang paling baik untuk mengatasi banjir yang kerap terjadi di kawasan Mangkang, Semarang.

Untuk Sungai Beringin di wilayah tersebut yang semula kerap meluap, kata dia, saat ini sudah diatasi dengan normalisasi dan tinggal menyisakan beberapa puluh meter saja.

"Yang di Sungai Beringin, Alhamdulillah sudah teratasi. Hanya tinggal beberapa yang tahap kedua. Beberapa puluh meter saja. Yang harus diselesaikan dalam waktu dekat ya Sungai Plumbon," katanya.

Ia mengatakan sejauh ini belum memonitor mengenai perkembangan DED yang disusun pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait normalisasi Sungai Plumbon.

"(Progres, red.) DED belum monitor, tetapi infonya dari Pak Menteri (Menteri PUPR, red.) waktu itu pada tahun ini," katanya.

Proyek normalisasi Sungai Plumbon memang ditangani oleh pemerintah pusat, tetapi pembebasan lahan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Semarang.

Karena itu, kata dia, DED normalisasi Sungai Plumbon dibutuhkan untuk melihat sejauh mana luas normalisasi tersebut dan lahan terdampak yang harus dibebaskan.

"Kami sudah komunikasi dengan Wali Kota. Mudah-mudahan di (APBD) perubahan ini, atau menunggu DED. Jadi, berapa sih (lahan, red.) yang harus dibebaskan secara keseluruhan," katanya.

Dengan kejelasan DED, kata dia, anggaran bisa segera disiapkan untuk diajukan pada APBD Perubahan Kota Semarang 2023, sembari menunggu langkah-langkah sosialisasi kepada masyarakat.

Penanganan banjir menjadi prioritas program Pemkot Semarang seiring dengan cukup banyaknya permukiman yang terdampak banjir pada awal tahun lalu, salah satunya akibat luapan sungai.

Selain di Mangkang akibat meluapnya Sungai Plumbon, banjir juga terjadi di sejumlah permukiman lainnya, seperti di Perumahan Dinar Indah akibat luapan Sungai Pengkol yang bermuara ke Sungai Babon.

Baca juga: Perusahaan air mineral ikut kelola irigasi untuk petani di Klaten

Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor : Edhy Susilo
Copyright © ANTARA 2024