UNS gandeng Kans.id panen perdana padi organik
Selasa, 31 Januari 2023 15:32 WIB
Panen padi organik di Kabupaten Klaten, beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-Humas UNS
Solo (ANTARA) - Mahasiswa Program Studi (Prodi) Penyuluhan Komunikasi Pertanian (PKP) Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggandeng perusahaan rintisan Kans.id untuk panen perdana padi organik di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Alumnus Program Studi PKP FP UNS sekaligus pendiri Kans.id Nugroho Hasan di Solo, Selasa mengatakan panen dilakukan di Lahan Demplot Pertanian Organik Desa Glagahwangi, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten.
"Panen mulai dari merontokkan, mengeringkan, hingga menggiling padi," katanya.
Sebagai langkah awal budidaya tersebut, dikatakannya, mahasiswa yang mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) melakukan diskusi dengan kelompok tani dan perangkat desa untuk pengelolaan demplot konversi organik.
"Setelah itu dilakukan pemeliharaan padi hingga panen. Pada akhirnya, bisa panen padi organik dengan rendemen beras cukup bagus. Dari padi organik menghasilkan 880 kg sehingga menghasilkan beras 440 kg," katanya.
Dengan dilakukannya program tersebut diharapkan para petani yang ada di Desa Glagahwangi bisa mengadopsi inovasi pertanian organik.
"Saat ini sudah ada 15 petani yang mengadopsi pertanian organik di lahan seluas tiga hektare, yang terlibat para petani merasakan bahwa dengan pertanian organik hasil padi lebih berbobot dan tidak mudah roboh," katanya.
Sebelumnya, di Desa Glagahwangi juga sudah dilakukan pendampingan konversi pertanian organik oleh mahasiswa MBKM UNS dan Kans.id untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia.
Ia berharap pendampingan yang telah diberikan dapat bermanfaat bagi petani setempat.
Alumnus Program Studi PKP FP UNS sekaligus pendiri Kans.id Nugroho Hasan di Solo, Selasa mengatakan panen dilakukan di Lahan Demplot Pertanian Organik Desa Glagahwangi, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten.
"Panen mulai dari merontokkan, mengeringkan, hingga menggiling padi," katanya.
Sebagai langkah awal budidaya tersebut, dikatakannya, mahasiswa yang mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) melakukan diskusi dengan kelompok tani dan perangkat desa untuk pengelolaan demplot konversi organik.
"Setelah itu dilakukan pemeliharaan padi hingga panen. Pada akhirnya, bisa panen padi organik dengan rendemen beras cukup bagus. Dari padi organik menghasilkan 880 kg sehingga menghasilkan beras 440 kg," katanya.
Dengan dilakukannya program tersebut diharapkan para petani yang ada di Desa Glagahwangi bisa mengadopsi inovasi pertanian organik.
"Saat ini sudah ada 15 petani yang mengadopsi pertanian organik di lahan seluas tiga hektare, yang terlibat para petani merasakan bahwa dengan pertanian organik hasil padi lebih berbobot dan tidak mudah roboh," katanya.
Sebelumnya, di Desa Glagahwangi juga sudah dilakukan pendampingan konversi pertanian organik oleh mahasiswa MBKM UNS dan Kans.id untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia.
Ia berharap pendampingan yang telah diberikan dapat bermanfaat bagi petani setempat.
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polres Karanganyar panen jagung kuartal IV, dorong ketahanan pangan dan ekonomi desa
04 December 2025 13:55 WIB
Luasan panen padi Jateng diperkirakan naik 115,98 ribu ha dibanding tahun sebelumnya
04 November 2025 8:33 WIB
BRI Peduli tegaskan komitmen dukung ketahanan pangan melalui panen raya BRInita
18 October 2025 12:00 WIB