LPMPAI UMP perkuat capaian pembelajaran program studi
Selasa, 20 Desember 2022 17:49 WIB
Workshop Instrumen Penilaian yang bertajuk Kesesuaian Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi (CPL Prodi) yang digelar Lembaga Penjamin Mutu dan Pengembangan Aktivitas Instruksional (LPMPAI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) di Aula AK Anshori UMP, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin (19/12/2022). ANTARA/HO-UMP
Purwokerto (ANTARA) - Lembaga Penjamin Mutu dan Pengembangan Aktivitas Instruksional (LPMPAI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menggelar Workshop Instrumen Penilaian yang bertajuk Kesesuaian Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi (CPL Prodi).
Kegiatan yang digelar di Aula AK Anshori UMP, Senin (19/12), dihadiri oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerjasama, Ketua LPMPAI, Wakil Direktur Program Pascasarjana, para Wakil Dekan, Kepala Biro Akademik, seluruh Ketua dan Sekretaris Prodi, serta para dosen.
Workshop itu juga mendatangkan narasumber yang ahli di bidangnya, yakni Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Prof. Ir. Agus Setyo Muntohar, S.T., M. Eng. Sc., Ph.D.
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerjasama Ir. Aman Suyadi, M.P. mengatakan workshop kali ini menjadi langkah awal yang strategis dalam membantu prodi di UMP untuk mendapat akreditasi unggul melalui CPL.
"Saya yakin semua prodi sudah memiliki CPL yang baik, namun apakah CPL yang sudah cukup itu bisa diukur ketercapaiannya, sehingga bisa diukur lebih realistis maka kita samakan persepsi pada hari ini dengan berpedoman pada ketetapan Mendikbudristek," jelasnya.
Baca juga: Asyiknya siswa belajar jadi wartawan di UMP
Senada dengan hal itu, Prof. Ir. Agus Setyo Muntohar, S.T., M. Eng. Sc., Ph.D. mengatakan setiap prodi perlu menyesuaikan standar kurikulum dengan pembelajaran di lembaga akreditasi internasional yang berbasis outcome.
"Jadi, di sini kita juga harus bisa mengukur lulusan untuk mencapai learning outcome, yakni menggunakan konsep Outcome Based Education (OBE), di mana kurikulum tersebut fokus pada capaian pembelajaran yang memenuhi aspek pengetahuan, keterampilan, juga sikap," katanya.
Ia juga menjelaskan mengenai konsep dari outcome yang diharapkan melalui penerapan kurikulum OBE, yakni diawali dengan gambaran yang jelas mengenai kemampuan penting yang bisa dilakukan oleh mahasiswa pada saat lulus.
"Sehingga, mahasiswa mampu mencapai kemampuan sikap, pengetahuan, serta skill supaya dapat menjadi lulusan yang dapat memberikan kontribusi terhadap dunia kerja, masyarakat, maupun negara yang lebih baik," jelasnya.
Workshop dilanjutkan dengan sesi praktik penyusunan kurikulum OBE antara narasumber dan peserta yang hadir di ruangan. (zah/tgr)
Baca juga: Hisbul Wathan Jawa Tengah gelar rapat persiapan Muktamar HW 2023 di UMP
Baca juga: Ratusan siswa SMA MBS Zam-Zam ikuti pelatihan Toefl bersama LDC UMP
Kegiatan yang digelar di Aula AK Anshori UMP, Senin (19/12), dihadiri oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerjasama, Ketua LPMPAI, Wakil Direktur Program Pascasarjana, para Wakil Dekan, Kepala Biro Akademik, seluruh Ketua dan Sekretaris Prodi, serta para dosen.
Workshop itu juga mendatangkan narasumber yang ahli di bidangnya, yakni Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Prof. Ir. Agus Setyo Muntohar, S.T., M. Eng. Sc., Ph.D.
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerjasama Ir. Aman Suyadi, M.P. mengatakan workshop kali ini menjadi langkah awal yang strategis dalam membantu prodi di UMP untuk mendapat akreditasi unggul melalui CPL.
"Saya yakin semua prodi sudah memiliki CPL yang baik, namun apakah CPL yang sudah cukup itu bisa diukur ketercapaiannya, sehingga bisa diukur lebih realistis maka kita samakan persepsi pada hari ini dengan berpedoman pada ketetapan Mendikbudristek," jelasnya.
Baca juga: Asyiknya siswa belajar jadi wartawan di UMP
Senada dengan hal itu, Prof. Ir. Agus Setyo Muntohar, S.T., M. Eng. Sc., Ph.D. mengatakan setiap prodi perlu menyesuaikan standar kurikulum dengan pembelajaran di lembaga akreditasi internasional yang berbasis outcome.
"Jadi, di sini kita juga harus bisa mengukur lulusan untuk mencapai learning outcome, yakni menggunakan konsep Outcome Based Education (OBE), di mana kurikulum tersebut fokus pada capaian pembelajaran yang memenuhi aspek pengetahuan, keterampilan, juga sikap," katanya.
Ia juga menjelaskan mengenai konsep dari outcome yang diharapkan melalui penerapan kurikulum OBE, yakni diawali dengan gambaran yang jelas mengenai kemampuan penting yang bisa dilakukan oleh mahasiswa pada saat lulus.
"Sehingga, mahasiswa mampu mencapai kemampuan sikap, pengetahuan, serta skill supaya dapat menjadi lulusan yang dapat memberikan kontribusi terhadap dunia kerja, masyarakat, maupun negara yang lebih baik," jelasnya.
Workshop dilanjutkan dengan sesi praktik penyusunan kurikulum OBE antara narasumber dan peserta yang hadir di ruangan. (zah/tgr)
Baca juga: Hisbul Wathan Jawa Tengah gelar rapat persiapan Muktamar HW 2023 di UMP
Baca juga: Ratusan siswa SMA MBS Zam-Zam ikuti pelatihan Toefl bersama LDC UMP
Pewarta : KSM
Editor : Sumarwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
UMS dorong inovasi pembelajaran matematika berbasis TIK untuk guru SMK Muhammadiyah Klaten
21 January 2026 13:57 WIB
Diktilitbang PP Muhammadiyah sebut lonjakan guru besar jadi bukti UMS pada mutu pendidikan tinggi
21 January 2026 13:54 WIB
Milad ke-16 HW UMS: Dari refleksi perjuangan menuju kader pemimpin yang berdampak
19 January 2026 14:12 WIB
Darul Arqam UMS rangkul PRM Krakitan bahas politik dan kebijakan pendidikan berbasis nilai Muhammadiyah
10 January 2026 12:06 WIB
Ketua PWM Jateng tegaskan perbedaan syariah dan fikih dalam Manhaj Tarjih Muhammadiyah
08 January 2026 21:33 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
UMS dorong inovasi pembelajaran matematika berbasis TIK untuk guru SMK Muhammadiyah Klaten
21 January 2026 13:57 WIB
Milad ke-16 HW UMS: Dari refleksi perjuangan menuju kader pemimpin yang berdampak
19 January 2026 14:12 WIB