Siswa SMK RUS Kudus raih penghargaan
Senin, 12 Desember 2022 21:23 WIB
Siswa SMK Raden Umar Said (RUS) Kudus mengikuti gelaran The Lazy Games Awards (TLGA) pada kategori Homesick Games bersama Peserta Lainnya. (ANTARA/HO- SMK RUS Kudus)
Kudus (ANTARA) - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Raden Umar Said (RUS) Kabupaten Kudus diwakili Homesick Games sebagai pengembang gim beranggota siswa sekolah itu, menjadi salah satu nomine The Best New Comer 2022 pada The Lazy Games Awards (TLGA).
TLGA merupakan anugerah bergengsi tahunan yang diberikan khusus bagi pengembang gim dan pegiatnya, baik di skala lokal maupun internasional. Pada tahun ketiga penyelenggaraan TLGA yang berlangsung bersamaan dengan Gamers to Gamers (G2G) Festival pada 10 Desember 2022 ini, SMK RUS yang merupakan salah satu SMK binaan Djarum Foundation menjadi satu-satunya SMK yang berpartisipasi dalam acara tersebut.
Melvin, perwakilan dari Homesick Game di Kudus, Jawa Tengah, Senin, mengakui bangga hasil kerja keras bersama teman-temannya bisa mencapai titik ini.
"Masuknya kami ke dalam nominasi The Best New Comer 2022 menjadi langkah awal bagi kami di industri gim ini. Saya dan teman-teman yakin bahwa dengan kompetensi yang kami miliki, akan lebih gigih dalam menciptakan gim terbaru," ujar Malvin yang masih duduk di kelas XII SMK RUS Kudus.
Dia bersama 14 temannya berhasil menciptakan sebuah gim PC bernama "Protect My Cheese". Gim tersebut merupakan single player game dengan 10 level strategi permainan.
Gim tersebut merupakan projek kolaborasi antara jurusan animasi dan rekayasa perangkat lunak.
Untuk menyelesaikan gim ini, Melvin bersama teman-teman yang saat ini masih duduk di kelas XII membutuhkan waktu hampir delapan bulan sampai benar-benar siap untuk dipasarkan.
Karya siswa SMK tersebut juga mendapat apresiasi positif dari Riris Marpaung, Founder dan CEO dari Game Changer Studio.
"Saya tidak menyangka kalau gim tersebut merupakan hasil karya siswa SMK. Dari sisi visualnya sangat bagus dan tidak kalah dengan visual karya studio gim profesional," ujarnya.
Selanjutnya, kata dia, mereka bisa melanjutkan mengembangkan platform lain untuk gim tersebut.
Program Officer Bakti Pendidikan Djarum Foundation Galuh Paskamagma mengungkapkan keberhasilan yang diraih oleh siswa SMK ini hasil dari Kurikulum Merdeka Belajar yang diterapkan di sekolah.
"Dengan diterapkan Merdeka Belajar siswa menjadi lebih kompeten, karena mereka tidak hanya mengasah 'hard skills' saja tetapi juga 'soft skills'. Saat ini para siswa SMK terbukti memiliki kreativitas dan daya juang yang tinggi sehingga bisa membuat gim yang mampu diterima oleh masyarakat bahkan dirasa bisa bersaing dengan studio gim profesional sekalipun," ujarnya.
TLGA merupakan anugerah bergengsi tahunan yang diberikan khusus bagi pengembang gim dan pegiatnya, baik di skala lokal maupun internasional. Pada tahun ketiga penyelenggaraan TLGA yang berlangsung bersamaan dengan Gamers to Gamers (G2G) Festival pada 10 Desember 2022 ini, SMK RUS yang merupakan salah satu SMK binaan Djarum Foundation menjadi satu-satunya SMK yang berpartisipasi dalam acara tersebut.
Melvin, perwakilan dari Homesick Game di Kudus, Jawa Tengah, Senin, mengakui bangga hasil kerja keras bersama teman-temannya bisa mencapai titik ini.
"Masuknya kami ke dalam nominasi The Best New Comer 2022 menjadi langkah awal bagi kami di industri gim ini. Saya dan teman-teman yakin bahwa dengan kompetensi yang kami miliki, akan lebih gigih dalam menciptakan gim terbaru," ujar Malvin yang masih duduk di kelas XII SMK RUS Kudus.
Dia bersama 14 temannya berhasil menciptakan sebuah gim PC bernama "Protect My Cheese". Gim tersebut merupakan single player game dengan 10 level strategi permainan.
Gim tersebut merupakan projek kolaborasi antara jurusan animasi dan rekayasa perangkat lunak.
Untuk menyelesaikan gim ini, Melvin bersama teman-teman yang saat ini masih duduk di kelas XII membutuhkan waktu hampir delapan bulan sampai benar-benar siap untuk dipasarkan.
Karya siswa SMK tersebut juga mendapat apresiasi positif dari Riris Marpaung, Founder dan CEO dari Game Changer Studio.
"Saya tidak menyangka kalau gim tersebut merupakan hasil karya siswa SMK. Dari sisi visualnya sangat bagus dan tidak kalah dengan visual karya studio gim profesional," ujarnya.
Selanjutnya, kata dia, mereka bisa melanjutkan mengembangkan platform lain untuk gim tersebut.
Program Officer Bakti Pendidikan Djarum Foundation Galuh Paskamagma mengungkapkan keberhasilan yang diraih oleh siswa SMK ini hasil dari Kurikulum Merdeka Belajar yang diterapkan di sekolah.
"Dengan diterapkan Merdeka Belajar siswa menjadi lebih kompeten, karena mereka tidak hanya mengasah 'hard skills' saja tetapi juga 'soft skills'. Saat ini para siswa SMK terbukti memiliki kreativitas dan daya juang yang tinggi sehingga bisa membuat gim yang mampu diterima oleh masyarakat bahkan dirasa bisa bersaing dengan studio gim profesional sekalipun," ujarnya.
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mahasiswa KKN-Dik UMS sukses dukung milad ke-25 SMK Muhammadiyah 5 Purwantoro
27 January 2026 13:00 WIB
UMS dorong inovasi pembelajaran matematika berbasis TIK untuk guru SMK Muhammadiyah Klaten
21 January 2026 13:57 WIB
Tim FK UMS gandeng Puskesmas Gatak gelar cek kesehatan gratis dan edukasi mental bagi siswa SMK
08 January 2026 12:40 WIB
SMK di Temanggung Shalat Gaib dan galang dana untuk korban bencana di Sumatra
01 December 2025 16:43 WIB
Wali Kota Semarang: Enam hari sekolah jenjang SMA/SMK perlu dikaji komprehensif
27 November 2025 18:37 WIB
Ribuan siswa SMA/SMK se-Solo Raya antusias ikuti Roadshow Beasiswa OSC 2026 di UMS
08 November 2025 17:40 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Mahasiswa dan Dosen Vokasi Undip perkuat kompetensi otomasi industri melalui pelatihan bersama
28 January 2026 18:03 WIB
Dari pendidikan politik hingga restorative justice, gagasan Doktor UMS perkuat demokrasi Indonesia
28 January 2026 17:37 WIB
FSRD ISI Solo kunjungi Museum Manusia Purba Sangiran buka peluang kolaborasi
27 January 2026 14:26 WIB