Siswa di Demak ikuti workshop implementasi sekolah bebas perundungan
Kamis, 10 November 2022 20:28 WIB
Fasilitator Nasional Roots Kementerian Pendidikan Riset dan Teknologi Kusfitria Marstyasih saat mengisi acara "workshop" implementasi sekolah bebas perundungan (bullying) yang merupakan program sekolah pusat keunggulan yang digelar SMK Negeri 1 Sayung Demak, Kamis (10/11/2022). ANTARA/HO-Koruki.
Demak (ANTARA) - Sebanyak 80-an pelajar di Kabupaten Demak, Jawa tengah, mengikuti kegiatan "workshop" implementasi sekolah bebas perundungan (bullying) yang merupakan program sekolah pusat keunggulan yang digelar oleh SMK Negeri 1 Sayung Demak, Kamis.
Para siswa antusias mengikuti kegiatan karena menganggap bahwa program pencegahan perundungan di tingkat sekolah ini diharapkan akan membawa angin segar bagi kehidupan para siswa maupun personil lain di lingkungan sekolah.
Fasilitator Nasional Roots Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Kusfitria Marstyasih di Demak, mengungkapkan bahwa siswa juga penting menyuarakan kampanye anti perundungan.
Ia menganggap pemahaman serta pengetahuan tentang perundungan penting disampaikan di sekolah, sebab hanya karena ketidaktahuan, kadang yang bersangkutan tidak menyadari bahwa mereka sedang melakukan perilaku perundungan.
"Perundungan yang terus-menerus dilakukan dan tidak ada pengawasan dari orang-orang sekelilingnya, terutama di lingkungan sekolah dapat menjadi kebiasaan sehingga dapat mempengaruhi mental korban maupun pelakunya juga," ujar Kusfitria yang juga Founder Komunitas Rumah Kita (Koruki).
Kepala SMK Negeri 1 Sayung Santoso mengatakan bahwa siswa berhak mendapatkan pelayanan dan perlakuan yang terbaik. Jangan sampai mereka mengalami perundungan, karena bisa menimbulkan trauma dan terbawa selamanya.
Hal itu, kata dia, akan mempengaruhi perilaku dan mentalnya sehingga mulai sekarang hentikan perundungan dan sayangi anak Indonesia.
Para siswa antusias mengikuti kegiatan karena menganggap bahwa program pencegahan perundungan di tingkat sekolah ini diharapkan akan membawa angin segar bagi kehidupan para siswa maupun personil lain di lingkungan sekolah.
Fasilitator Nasional Roots Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Kusfitria Marstyasih di Demak, mengungkapkan bahwa siswa juga penting menyuarakan kampanye anti perundungan.
Ia menganggap pemahaman serta pengetahuan tentang perundungan penting disampaikan di sekolah, sebab hanya karena ketidaktahuan, kadang yang bersangkutan tidak menyadari bahwa mereka sedang melakukan perilaku perundungan.
"Perundungan yang terus-menerus dilakukan dan tidak ada pengawasan dari orang-orang sekelilingnya, terutama di lingkungan sekolah dapat menjadi kebiasaan sehingga dapat mempengaruhi mental korban maupun pelakunya juga," ujar Kusfitria yang juga Founder Komunitas Rumah Kita (Koruki).
Kepala SMK Negeri 1 Sayung Santoso mengatakan bahwa siswa berhak mendapatkan pelayanan dan perlakuan yang terbaik. Jangan sampai mereka mengalami perundungan, karena bisa menimbulkan trauma dan terbawa selamanya.
Hal itu, kata dia, akan mempengaruhi perilaku dan mentalnya sehingga mulai sekarang hentikan perundungan dan sayangi anak Indonesia.
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polisi gelar lomba mobile legends tingkat pelajar untuk wadahi bakat terpendam siswa
12 February 2026 14:32 WIB
Teknik Elektro UMS komitmen perkuat literasi kampus sejak dini lewat kunjungan pelajar
04 February 2026 14:44 WIB
Ratusan pelajar Pekalongan bidik UIN Walisongo di gelaran Expo Campus GENIUS 2026
07 January 2026 20:16 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
UIN Walisongo kukuhkan 10 guru besar, komitmen sebagai kampus unggul dan bereputasi global
8 jam lalu
KKN MMK Posko 4 UIN Walisongo terapkan praktek pembuatan biopori di MI Ma'arif Serangsari
13 February 2026 8:48 WIB
UIN Walisongo Semarang hadir di Edufair MAN Temanggung, sosialisasikan keunggulan dan jalur masuk
13 February 2026 8:35 WIB
Forum akademik FEB UMS bahas pembangunan ekonomi, kesejahteraan, dan kualitas pekerjaan di era global
12 February 2026 19:40 WIB
SMA Baitul Quran Subang kunjungi UIN Walisongo, kagumi konsep Unity of Science
12 February 2026 16:15 WIB
UMS kembangkan konten jurnalistik karosel edukatif berakar pada identitas nusantara
12 February 2026 14:52 WIB