Sakapala SMAN 1 Karangkobar identikasi 21 tanaman obat di Gunung Lawe
Minggu, 30 Oktober 2022 18:22 WIB
Kelompok pecinta alam Sakapala SMA Negeri 1 Karangkobar didampingi personel Perum Perhutani BKPH Karangkobar (kanan) melakukan inventarisasi tumbuhan obat di kawasan Gununglawe, Kabupaten Banjarnegara, Minggu (30/10/2022). ANTARA/HO-Sakapala
Banjarnegara (ANTARA) - Kelompok pecinta alam Sakapala SMA Negeri 1 Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, berhasil mengidentifikasi 21 tanaman obat yang tumbuh di Gunung Lawe dan dikenal masyarakat memiliki kegunaan sebagai obat-obatan tradisional.
"Hari ini (30/10), kami melaksanakan kegiatan inventarisasi potensi keanekaragaman hayati tinggi khususnya tumbuhan obat yang ada di kawasan Gunung Lawe, Kecamatan Banjarmangu, Banjarnegara," kata Ketua Pelaksana Kegiatan Eva Rokhmatun di Banjarnegara, Minggu.
Dia mengatakan inventarisasi tersebut dilaksanakan Sakapala di kawasan hutan sebelah timur jalur pendakian Gunung Lawe.
Dari kawasan itu saja, kata dia, Sakapala bisa menemukan dan mengidentifikasi 21 jenis tumbuhan obat.
Baca juga: (Menguatkan) Jamu sebagai alternatif pengobatan berbasis ilmiah
"Hal ini membuktikan bahwa kawasan hutan yang lestari merupakan sumber obat-obatan penting yang mungkin menyimpan solusi banyak penyakit yang terjadi di seluruh dunia," katanya.
Eva mengatakan hingga saat ini masih banyak jenis tumbuhan yang belum diteliti dan diketahui khasiatnya, baik secara medis maupun tradisional.
Oleh karena itu, kata dia, kegiatan inventarisasi potensi tumbuhan obat perlu dilakukan terlebih banyak masyarakat sekitar hutan yang telah membuktikan manfaatnya secara tradisional namun belum dilakukan pembuktian secara klinis.
"Celah kekosongan inilah yang perlu kita gali informasinya dan dibuktikan secara klinis, sehingga apa yang kita miliki dan kita lindungi di kawasan Gunung Lawe dapat berguna bagi umat manusia pada masa depan," katanya.
Sakapala SMA Negeri 1 Karangkobar berkomitmen untuk terus berkontribusi aktif dalam upaya pelestarian dan perlindungan keanekaragaman hayati di kawasan hutan Gunung Lawe, salah satunya melalui kegiatan inventarisasi tumbuhan obat.
Salah seorang personel Perum Perhutani dari Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Karangkobar yang mendampingi kegiatan Sakapala, Daldiri, mengatakan inventarisasi tumbuhan obat merupakan sarana pendidikan yang bagus
"Banyak generasi muda sekarang yang tidak mengetahui tumbuhan di hutan yang bisa dijadikan obat. Tentunya ini akan sangat bermanfaat, khususnya bagi pegiat alam bebas," katanya.
Baca juga: Jateng menambah luas lahan pengembangan sorgum
"Hari ini (30/10), kami melaksanakan kegiatan inventarisasi potensi keanekaragaman hayati tinggi khususnya tumbuhan obat yang ada di kawasan Gunung Lawe, Kecamatan Banjarmangu, Banjarnegara," kata Ketua Pelaksana Kegiatan Eva Rokhmatun di Banjarnegara, Minggu.
Dia mengatakan inventarisasi tersebut dilaksanakan Sakapala di kawasan hutan sebelah timur jalur pendakian Gunung Lawe.
Dari kawasan itu saja, kata dia, Sakapala bisa menemukan dan mengidentifikasi 21 jenis tumbuhan obat.
Baca juga: (Menguatkan) Jamu sebagai alternatif pengobatan berbasis ilmiah
"Hal ini membuktikan bahwa kawasan hutan yang lestari merupakan sumber obat-obatan penting yang mungkin menyimpan solusi banyak penyakit yang terjadi di seluruh dunia," katanya.
Eva mengatakan hingga saat ini masih banyak jenis tumbuhan yang belum diteliti dan diketahui khasiatnya, baik secara medis maupun tradisional.
Oleh karena itu, kata dia, kegiatan inventarisasi potensi tumbuhan obat perlu dilakukan terlebih banyak masyarakat sekitar hutan yang telah membuktikan manfaatnya secara tradisional namun belum dilakukan pembuktian secara klinis.
"Celah kekosongan inilah yang perlu kita gali informasinya dan dibuktikan secara klinis, sehingga apa yang kita miliki dan kita lindungi di kawasan Gunung Lawe dapat berguna bagi umat manusia pada masa depan," katanya.
Sakapala SMA Negeri 1 Karangkobar berkomitmen untuk terus berkontribusi aktif dalam upaya pelestarian dan perlindungan keanekaragaman hayati di kawasan hutan Gunung Lawe, salah satunya melalui kegiatan inventarisasi tumbuhan obat.
Salah seorang personel Perum Perhutani dari Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Karangkobar yang mendampingi kegiatan Sakapala, Daldiri, mengatakan inventarisasi tumbuhan obat merupakan sarana pendidikan yang bagus
"Banyak generasi muda sekarang yang tidak mengetahui tumbuhan di hutan yang bisa dijadikan obat. Tentunya ini akan sangat bermanfaat, khususnya bagi pegiat alam bebas," katanya.
Baca juga: Jateng menambah luas lahan pengembangan sorgum
Pewarta : Sumarwoto
Editor : Edhy Susilo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kementerian Pertanian siap revisi ketetapan ganja sebagai tanaman obat
29 August 2020 13:49 WIB, 2020
Menteri Pertanian tetapkan ganja dalam daftar komoditas tanaman obat binaan
29 August 2020 11:58 WIB, 2020
Miliki banyak manfaat, masyarakat didorong budidayakan tanaman obat
03 September 2018 15:16 WIB, 2018
Menkes Minta para Peneliti Terus Kembangkan Bahan Baku Tanaman Obat
17 September 2015 10:56 WIB, 2015