Ada dua koleksi taman tematik baru di Kebun Raya Indrokilo
Selasa, 27 September 2022 21:16 WIB
Petugas Kebun Raya Indrokilo sedang mengecek pembangunan taman tematik tanaman hias di KR Indrokilo Desa Kemiri Boyolali, Selasa (27/9/2022). ANTARA/Bambang Dwi Marwoto.
Boyolali (ANTARA) - Kebun Raya (KR) Indrokilo di Desa Kemiri Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada 2022 telah menambah dua koleksi taman tematik tumbuhan untuk meningkatkan keindahan bagi para pengunjung yang menikmati objek wisata alam di daerah itu.
"Dua taman tematik tambahan di KR Indrokilo yakni hias dan rambat tersebut sedang proses pembangunan mencapai sekitar 75 persen sehingga total koleksi menjadi 9 taman tematik," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) KR Indrokilo Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boyolali, Lilik Triwahyuni, di KR Indrokilo Boyolali, Selasa.
Sebanyak 9 taman tematik di KR Indrokilo, antara lain taman tematik buah lokal, taman tematik paku-pakuan, taman tematik pangkas, taman tematik obat, taman tematik kehormatan, taman tematik konservasi tanah dan air, taman tematik hias serta taman tematik rambat.
Pembangunan taman tematik rambat dan hias tersebut dengan menghabiskan anggaran dari APBD Boyolali tahun ini, mencapai Rp400 juta.
Dia menjelaskan untuk taman koleksi di kebun raya tersebut ada batasan yang boleh ditanam yakni hasil dari eksplorasi dengan mengambil tanaman di alam langsung, sumbangan dari kebun raya lain, atau tukar-menukar antara kebun raya atau tanaman yang sudah ada di lokasi dikonservasi.
"Kalau khusus tanaman hias di kebun raya dapat membeli di tempat pembibitan untuk hiasan saja, dan tidak boleh untuk koleksi. Tanaman koleksi di kebun raya terdokumentasi asal usulnya," kata Lilik.
Menurut dia, luas objek wisata KR Indrokilo Boyolali sekitar 8,9 hektare dengan jumlah koleksi tumbuhan 1.600 spesimen dan 380 spesies. KR Indrokilo mempunyai fungsi konservasi tumbuhan, untuk pendidikan, dan penelitian. Jadi anak-anak yang akan melakukan penelitian bisa memanfaatkan kebun raya ini.
Dia mengatakan jumlah pengunjung di KR Indrokilo Boyolali rata-rata sekitar 2.000 orang per minggu atau meningkat sekitar 25 persen dibanding bulan-bulan sebelumnya. "Kami menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) tahun ini, mencapai Rp850 juta dan realisasi September ini, sudah mencapai Rp600 juta," katanya.
Pengunjung di KR Indrokilo Boyolali cukup ditarik retribusi senilai Rp5.500/orang sudah bisa menikmati keindahan pemandangan alam, juga mendapatkan edukasi tentang koleksi jenis tanaman dan sejarah ikon-ikon yang ada melalui aplikasi digital.
Pengunjung KR Indrokilo kebanyakan menikmati keindahan alam dengan sejumlah tempat untuk berswafoto, seperti Gerbang Pasingsingan, Bahtera Nabi Nuh, Air Terjun Niagara, Taman Paku, Taman Labirin, Viewing Point, Patung Sosro Birowo, dan Ecological House.
"Dua taman tematik tambahan di KR Indrokilo yakni hias dan rambat tersebut sedang proses pembangunan mencapai sekitar 75 persen sehingga total koleksi menjadi 9 taman tematik," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) KR Indrokilo Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boyolali, Lilik Triwahyuni, di KR Indrokilo Boyolali, Selasa.
Sebanyak 9 taman tematik di KR Indrokilo, antara lain taman tematik buah lokal, taman tematik paku-pakuan, taman tematik pangkas, taman tematik obat, taman tematik kehormatan, taman tematik konservasi tanah dan air, taman tematik hias serta taman tematik rambat.
Pembangunan taman tematik rambat dan hias tersebut dengan menghabiskan anggaran dari APBD Boyolali tahun ini, mencapai Rp400 juta.
Dia menjelaskan untuk taman koleksi di kebun raya tersebut ada batasan yang boleh ditanam yakni hasil dari eksplorasi dengan mengambil tanaman di alam langsung, sumbangan dari kebun raya lain, atau tukar-menukar antara kebun raya atau tanaman yang sudah ada di lokasi dikonservasi.
"Kalau khusus tanaman hias di kebun raya dapat membeli di tempat pembibitan untuk hiasan saja, dan tidak boleh untuk koleksi. Tanaman koleksi di kebun raya terdokumentasi asal usulnya," kata Lilik.
Menurut dia, luas objek wisata KR Indrokilo Boyolali sekitar 8,9 hektare dengan jumlah koleksi tumbuhan 1.600 spesimen dan 380 spesies. KR Indrokilo mempunyai fungsi konservasi tumbuhan, untuk pendidikan, dan penelitian. Jadi anak-anak yang akan melakukan penelitian bisa memanfaatkan kebun raya ini.
Dia mengatakan jumlah pengunjung di KR Indrokilo Boyolali rata-rata sekitar 2.000 orang per minggu atau meningkat sekitar 25 persen dibanding bulan-bulan sebelumnya. "Kami menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) tahun ini, mencapai Rp850 juta dan realisasi September ini, sudah mencapai Rp600 juta," katanya.
Pengunjung di KR Indrokilo Boyolali cukup ditarik retribusi senilai Rp5.500/orang sudah bisa menikmati keindahan pemandangan alam, juga mendapatkan edukasi tentang koleksi jenis tanaman dan sejarah ikon-ikon yang ada melalui aplikasi digital.
Pengunjung KR Indrokilo kebanyakan menikmati keindahan alam dengan sejumlah tempat untuk berswafoto, seperti Gerbang Pasingsingan, Bahtera Nabi Nuh, Air Terjun Niagara, Taman Paku, Taman Labirin, Viewing Point, Patung Sosro Birowo, dan Ecological House.
Pewarta : Bambang Dwi Marwoto
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pendidikan Jasmani FKIP UMS libatkan stakeholder Solo Raya susun kurikulum berdaya saing
10 February 2026 13:00 WIB
Mahasiswa KKN-Dik UMS gelar sosialisasi literasi hoaks di Kelurahan Langkai Palangka Raya
07 February 2026 14:46 WIB
OJK Purwokerto: UMKM masih jadi penopang kinerja jasa keuangan di Banyumas Raya
29 January 2026 13:24 WIB
OJK Purwokerto menilai sektor jasa keuangan di Banyumas Raya tumbuh stabil
08 January 2026 14:37 WIB
Terpopuler - Seni dan Budaya
Lihat Juga
Balefest 2025 Suarasa Balekambang siap hibur masyarakat pada pergantian tahun
08 December 2025 19:39 WIB
Kaligrafi China dan Arab berpadu dalam pameran Tiongkok-Indonesia di Banyumas
25 November 2025 14:41 WIB
Sumanto ajak masyarakat pahami pesan moral dalam lakon Wayang Kulit Kresna Duta
21 November 2025 17:27 WIB