Serunya belajar dengan Metode Ular Tangga
Sabtu, 23 Juli 2022 11:54 WIB
Sejumlah siswa SDN Sarwadadi 03, Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap menikmati belajar melalui permainan ular tangga. ANTARA/HO-Laila
Semarang (ANTARA) - SDN Sarwadadi 03, Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap terus melakukan inovasi dalam pembelajaran salah satunya dengan metode ular tangga dengan ukuran lebih besar dari pada umumnya.
"Metode ini kami bernama Ular Tangga Pintar atau Utapi. Ukurannya sendiri 2m x 2m lengkap dengan angka warna warni layaknya permainan ular tangga, hanya dalam ukuran besar," kata Kepala Sekolah SDN Sarwadadi 03, Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap Laila, di Cilacap, Sabtu (22/7).
Laila menjelaskan Metode Utapi dipilih karena permainan ular tangga sudah sangat dikenal oleh anak-anak. Selain itu, mereka asyik dalam permainan ular tangga karena ada berbagai tantangan untuk mencapai puncak serta ada sensasi tersendiri saat harap-harap cemas akan keberuntungan mereka ketika melempar dadu.
"Kami menerapkan metode Utapi di kelas 6 pada muatan pelajaran IPA materi perkembangbiakan pada hewan dan tumbuhan," kata Laila.
Baca juga: Perlunya bermain sambil belajar
Menurut Devi, guru kelas 6 SD setempat, Metode Utapi dapat diterapkan di semua kelas dan semua muatan pelajaran, tinggal membuat kartu soal sesuai dengan materi pelajaran.
Permainan Utapi, lanjutnya, dilakukan setelah guru menyelesaikan satu topik pembahasan sebagai alternatif kegiatan evaluasi pembelajaran yang menyenangkan.
Baca juga: CEO Global Tanoto Foundation kunjungi mitra Jawa Tengah
Adapun langkah-langkah permainannya sebagai berikut : (1) Guru menyiapkan alat dan bahan seperti; papan ular tangga, dadu, pion untuk pemain, kartu soal, dan kartu hukuman.
(2) Siswa berbaris di halaman sekolah, mendengarkan arahan guru, lalu siswa dibagi menjadi empat kelompok untuk menempati empat sisi papan ular tangga.
(3) Perwakilan dari empat kelompok melakukan hompimpa untuk menentukan kelompok mana yang berhak menjalankan pion lebih dahulu, selanjutnya kelompok yang menang melempar dadu sehingga akan muncul angka 1-6, angka yang muncul menunjukkan berapa langkah siswa tersebut menggerakkan pion.
Baca juga: SD Bulustalan terapkan Program Bu Ria
(4) Setelah pion berhenti siswa mengambil kartu soal, jika siswa dapat menjawab pertanyaan pada kartu soal maka pion tetap di tempat, namun jika siswa gagal menjawab pertanyaan maka siswa harus mengambil kartu hukuman yang berisi mundur 1-6 langkah.
(5) Permainan dilanjutkan kelompok berikutnya dengan pola yang sama, kelompok yang berhasil mengantarkan pion sampai puncak dinyatakan sebagai pemenang, kelompok pemenang mendapatkan hadiah yang telah disiapkan oleh guru.
Di akhir permainan guru melakukan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa tentang materi yang telah dipelajari, serta untuk mengetahui perasaan siswa belajar menggunakan Utapi.
"Saya senang sekali belajar dengan Utapi, pelajarannya jadi lebih asyik dan tidak membosankan,” kata Kuni, siswa kelas 6 SDN Sarwadadi 03.
Baca juga: SQUID game alternatif pembelajaran aktif
Devi mengatakan permainan Utapi diharapkan dapat memotivasi siswa agar gemar belajar, selain itu agar siswa melestarikan permainan ular tangga, karena termasuk permainan tradisional.
Laila menambahkan guru harus selalu mengembang mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif.
"Pembelajaran dengan cara berbeda dan penuh makna adalah salah satu solusinya. Bagaimana pembelajaran bisa melibatkan semua siswa dan meninggalkan kesan mendalam tentu akan lebih terekam oleh siswa," tutup Laila.
*Penulis: Lailatul Qodriyah
Fasilitator Program PINTAR Tanoto Foundation
"Metode ini kami bernama Ular Tangga Pintar atau Utapi. Ukurannya sendiri 2m x 2m lengkap dengan angka warna warni layaknya permainan ular tangga, hanya dalam ukuran besar," kata Kepala Sekolah SDN Sarwadadi 03, Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap Laila, di Cilacap, Sabtu (22/7).
Laila menjelaskan Metode Utapi dipilih karena permainan ular tangga sudah sangat dikenal oleh anak-anak. Selain itu, mereka asyik dalam permainan ular tangga karena ada berbagai tantangan untuk mencapai puncak serta ada sensasi tersendiri saat harap-harap cemas akan keberuntungan mereka ketika melempar dadu.
"Kami menerapkan metode Utapi di kelas 6 pada muatan pelajaran IPA materi perkembangbiakan pada hewan dan tumbuhan," kata Laila.
Baca juga: Perlunya bermain sambil belajar
Menurut Devi, guru kelas 6 SD setempat, Metode Utapi dapat diterapkan di semua kelas dan semua muatan pelajaran, tinggal membuat kartu soal sesuai dengan materi pelajaran.
Permainan Utapi, lanjutnya, dilakukan setelah guru menyelesaikan satu topik pembahasan sebagai alternatif kegiatan evaluasi pembelajaran yang menyenangkan.
Baca juga: CEO Global Tanoto Foundation kunjungi mitra Jawa Tengah
Adapun langkah-langkah permainannya sebagai berikut : (1) Guru menyiapkan alat dan bahan seperti; papan ular tangga, dadu, pion untuk pemain, kartu soal, dan kartu hukuman.
(2) Siswa berbaris di halaman sekolah, mendengarkan arahan guru, lalu siswa dibagi menjadi empat kelompok untuk menempati empat sisi papan ular tangga.
(3) Perwakilan dari empat kelompok melakukan hompimpa untuk menentukan kelompok mana yang berhak menjalankan pion lebih dahulu, selanjutnya kelompok yang menang melempar dadu sehingga akan muncul angka 1-6, angka yang muncul menunjukkan berapa langkah siswa tersebut menggerakkan pion.
Baca juga: SD Bulustalan terapkan Program Bu Ria
(4) Setelah pion berhenti siswa mengambil kartu soal, jika siswa dapat menjawab pertanyaan pada kartu soal maka pion tetap di tempat, namun jika siswa gagal menjawab pertanyaan maka siswa harus mengambil kartu hukuman yang berisi mundur 1-6 langkah.
(5) Permainan dilanjutkan kelompok berikutnya dengan pola yang sama, kelompok yang berhasil mengantarkan pion sampai puncak dinyatakan sebagai pemenang, kelompok pemenang mendapatkan hadiah yang telah disiapkan oleh guru.
Di akhir permainan guru melakukan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa tentang materi yang telah dipelajari, serta untuk mengetahui perasaan siswa belajar menggunakan Utapi.
"Saya senang sekali belajar dengan Utapi, pelajarannya jadi lebih asyik dan tidak membosankan,” kata Kuni, siswa kelas 6 SDN Sarwadadi 03.
Baca juga: SQUID game alternatif pembelajaran aktif
Devi mengatakan permainan Utapi diharapkan dapat memotivasi siswa agar gemar belajar, selain itu agar siswa melestarikan permainan ular tangga, karena termasuk permainan tradisional.
Laila menambahkan guru harus selalu mengembang mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif.
"Pembelajaran dengan cara berbeda dan penuh makna adalah salah satu solusinya. Bagaimana pembelajaran bisa melibatkan semua siswa dan meninggalkan kesan mendalam tentu akan lebih terekam oleh siswa," tutup Laila.
*Penulis: Lailatul Qodriyah
Fasilitator Program PINTAR Tanoto Foundation
Pewarta : Lailatul Qodriyah*/Nur Istibsaroh
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tanoto Foundation dorong mahasiswa menjadi pemimpin inovatif yang berdampak lewat Tanoto Scholars Gathering 2026
28 July 2026 9:22 WIB
Tanoto Foundation buka pendaftaran Program Beasiswa dan Pengembangan Kepemimpinan
07 July 2026 15:48 WIB
Perayaan Hari Kartini, siswa SDN Patemon 02 berlatih evakuasi dan edukasi hadapi ular
22 April 2026 14:32 WIB
Kemendikdasmen, Tanoto Foundation, Gates Foundation, dan UNICEF kolaborasi tingkatkan literasi dan numerasi
10 April 2026 6:28 WIB
SERUNI, ajang aktualisasi diri warga sekolah dalam penguatan literasi numerasi
28 November 2025 8:52 WIB
Menggali kearifan lokal Semarang melalui Buku Pop Up Interaktif dan Praktik Pembuatan Jamu Jun
23 November 2025 19:57 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Jovan, Steven, dan Nada lolos Grand Final The Genius Math League 2026 Semarang
27 September 2026 19:12 WIB
Undip Global Classroom perkuat wawasan mahasiswa tentang etik profesi PR
27 September 2026 18:15 WIB
Melshanda Intan Monica, wisudawan Farmasi UMS yang serukan keberanian perempuan untuk memimpin
26 September 2026 17:06 WIB
Dari Yaman ke UMS, Asem lanjutkan studi fisioterapi untuk kembali mengabdi di negaranya
26 September 2026 15:58 WIB
UMS wisuda 2.259 lulusan, rektor tekankan ilmu harus berbuah karya dan manfaat
25 September 2026 14:39 WIB
DPRD Blora awasi penimbunan lahan untuk lokasi pembangunan sekolah rakyat
24 September 2026 16:52 WIB
Studium Generale FISIP UIN Walisongo bahas pemuda dan kejahatan digital di era disrupsi
24 September 2026 8:47 WIB
Dua pejabat Baru UIN Walisongo dilantik, Rektor: Jadilah bagian dari solusi
24 September 2026 8:40 WIB