Temanggung (ANTARA) - Pengembangan program "food estate" (lumbung pangan) bidang hortikultura di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, difokuskan di lima kecamatan, yakni Bulu, Parakan, Kledung, Bansari, dan Ngadirejo.

"Pengembangan food estate tetap fokus di lima kecamatan tersebut, namun luasnya ditambah di masing-masing kecamatan," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Temanggung Joko Budi Nuryanto. di Temanggung, Jumat.

Baca juga: Temanggung lakukan PTM 100 persen awal tahun ajaran baru

Ia menyampaikan setiap tahun diupayakan luas lahan food estate di Kabupaten Temanggung terus bertambah.

"Areal food estate di Kabupaten Temanggung kami targetkan bisa mencapai 1.000 hektare pada 2024 atau kalau diambil rata-rata setiap tahun naik sekitar 300 hektare," katanya.

Joko menyebutkan pada 2021 lahan food estate di Kabupaten Temanggung mencapai 339 hektare dari target seluas 300 hektare.

Menurut dia dari lima wilayah kecamatan tersebut, masih bisa diperluas, seperti di Kecamatan Ngadirejo tahun lalu baru 10 hektare.

"Jadi kalau Kecamatan Ngadirejo saya tambah 100 hektere saja masih berani, tetapi nanti saya lihat dulu di kecamatan lainnya. Kalau tambahan 300 hektare itu dibagi lima, pukul rata masing-masing 60 hektare masih memungkinkan," katanya.

Joko menyampaikan komoditas yang akan dikembangkan masih tetap sama, yakni bawang merah, bawang putih, dan cabai.

"Untuk komoditas kentang, meskipun hasilnya bagus belum dikembangkan secara massal mengingat kentang belum menjadi kultur petani di Temanggung," katanya.

Sebelumnya Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian Tommy Nugraha mengatakan hasil panen di area "food estate" di Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, menguntungkan petani, bahkan menjadi percontohan di Indonesia.

"Melihat capaian tersebut, program food estate di Temanggung dan Wonosobo akan terus dilanjutkan, karena terbukti dapat meningkatkan kesejahteraan petani," katanya.

Baca juga: Pengadilan Temanggung optimalkan layanan berbasis digital

Pewarta : Heru Suyitno
Editor : Edhy Susilo
Copyright © ANTARA 2024