Boyolali tetap PTM terbatas meski sudah ada pelonggaran
Senin, 28 Maret 2022 14:06 WIB
Kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di SD Negeri 1 Boyolali. ANTARA/Bambang Dwi Marwoto
Boyolali (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali di Provinsi Jawa Tengah tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas meski sudah ada pelonggaran dalam pembatasan kegiatan masyarakat untuk mencegah penularan COVID-19.
"Kami belum mengubah kebijakan, pelaksanaan PTM tetap terbatas dan apa pun namanya, kita masih masa pandemi," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali Darmanto di Boyolali, Senin.
Darmanto menjelaskan bahwa semasa pandemi COVID-19 pada prinsipnya ada dua hal yang mesti diutamakan dalam penyelenggaraan pendidikan, yakni kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga pendidikan serta tumbuh kembang anak.
Oleh karena itu, ia melanjutkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memutuskan untuk tetap melaksanakan PTM terbatas mengacu pada protokol kesehatan (prokes).
"Salah satunya jaga jarak, tidak ada pilihan lain. Sekolah yang jumlah siswanya lebih dari 16 siswa (per rombongan belajar), harus dibagi dua sesi pelaksanaan PTM," katanya.
"Jumlah siswa per rombongan belajar lebih dari 16 anak harus dibagi dua sesi supaya tetap jaga jarak. Sekolah yang jumlah siswa per rombongan belajar kurang dari 16 siswa boleh pelaksanaan PTM 100 persen," ia menambahkan.
Selain itu, menurut dia, mayoritas sekolah menengah pertama yang ada di Boyolali melaksanakan PTM terbatas selama tiga hari dan pembelajaran dari jarak jauh selama tiga hari secara bergantian dengan batasan 50 persen siswa masuk sekolah dan 50 persen siswa mengikuti pelajaran via daring dari rumah.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali meminta pengelola sekolah, pendidik dan tenaga kependidikan, dan siswa disiplin menerapkan protokol kesehatan serta menjalani vaksinasi untuk memperkuat ketahanan tubuh terhadap COVID-19.
Cakupan vaksinasi COVID-19 dosis pertama dan kedua pada kelompok sasaran anak usia enam sampai 11 tahun yang jumlahnya 95.713 orang di Kabupaten Boyolali masing-masing sudah 105 persen dan 101,5 persen.
PTM terbatas saat ini antara lain sudah dilaksanakan di 530 taman kanak-kanak, 581 sekolah dasar, dan 98 sekolah menengah pertama di Kabupaten Boyolali.
"Kami belum mengubah kebijakan, pelaksanaan PTM tetap terbatas dan apa pun namanya, kita masih masa pandemi," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali Darmanto di Boyolali, Senin.
Darmanto menjelaskan bahwa semasa pandemi COVID-19 pada prinsipnya ada dua hal yang mesti diutamakan dalam penyelenggaraan pendidikan, yakni kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga pendidikan serta tumbuh kembang anak.
Oleh karena itu, ia melanjutkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memutuskan untuk tetap melaksanakan PTM terbatas mengacu pada protokol kesehatan (prokes).
"Salah satunya jaga jarak, tidak ada pilihan lain. Sekolah yang jumlah siswanya lebih dari 16 siswa (per rombongan belajar), harus dibagi dua sesi pelaksanaan PTM," katanya.
"Jumlah siswa per rombongan belajar lebih dari 16 anak harus dibagi dua sesi supaya tetap jaga jarak. Sekolah yang jumlah siswa per rombongan belajar kurang dari 16 siswa boleh pelaksanaan PTM 100 persen," ia menambahkan.
Selain itu, menurut dia, mayoritas sekolah menengah pertama yang ada di Boyolali melaksanakan PTM terbatas selama tiga hari dan pembelajaran dari jarak jauh selama tiga hari secara bergantian dengan batasan 50 persen siswa masuk sekolah dan 50 persen siswa mengikuti pelajaran via daring dari rumah.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali meminta pengelola sekolah, pendidik dan tenaga kependidikan, dan siswa disiplin menerapkan protokol kesehatan serta menjalani vaksinasi untuk memperkuat ketahanan tubuh terhadap COVID-19.
Cakupan vaksinasi COVID-19 dosis pertama dan kedua pada kelompok sasaran anak usia enam sampai 11 tahun yang jumlahnya 95.713 orang di Kabupaten Boyolali masing-masing sudah 105 persen dan 101,5 persen.
PTM terbatas saat ini antara lain sudah dilaksanakan di 530 taman kanak-kanak, 581 sekolah dasar, dan 98 sekolah menengah pertama di Kabupaten Boyolali.
Pewarta : Bambang Dwi Marwoto
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Boyolali giatkan gerakan Indonesia ASRI dengan pembersihan Waduk Cengklik
14 February 2026 18:59 WIB
Pupuk Indonesia catat serapan pupuk subsidi di Boyolali tertinggi di Jawa Tengah
30 January 2026 18:49 WIB
Pemkab Boyolali tingkatkan layanan kesehatan dengan alat general monitor diagnostic
22 January 2026 19:08 WIB
Deklarasi Boyolali digaungkan bersama pada puncak peringatan Hari Desa Nasional 2026
15 January 2026 16:11 WIB
Lima finalis Festival Film Desa HDN 2026 ditonton bareng lewat layar tancap
15 January 2026 14:29 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Arsitektur UMS gelar KKL di Labuan Bajo, mahasiswa kaji kampung adat hingga resort modern
14 February 2026 18:45 WIB
Mahasiswa KKN-DIK UMS 2026 manfaatkan Smart Box untuk edukasi anti-bullying di SD MPK Pracimantoro
14 February 2026 17:41 WIB