Sosiolog: Strategi pengarusutamaan gender perlu terus diperkuat
Rabu, 9 Maret 2022 19:40 WIB
Sosiolog dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Dr. Tri Wuryaningsih, M.Si. ANTARA/Dokumentasi Pribadi.
Purwokerto (ANTARA) - Sosiolog dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Dr. Tri Wuryaningsih, M.Si mengatakan bahwa pemerintah harus terus memperkuat strategi pengarusutamaan gender di berbagai lini sebagai bagian dari program pembangunan nasional.
"Strategi pengarusutamaan gender diperlukan untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FISIP Unsoed tersebut mengatakan strategi pengarusutamaan gender dapat diperkuat melalui kebijakan dan program yang memperhatikan berbagai aspek termasuk permasalahan kaum perempuan dan laki-laki dalam seluruh pembangunan di berbagai sektor.
"Hal tersebut merupakan bagian penting dari program pembangunan yang responsif gender," katanya.
Dia menambahkan yang dimaksud dengan pembangunan yang responsif gender, yakni harus memastikan bahwa laki-laki dan perempuan dapat memiliki akses, partisipasi, kontrol dan manfaat yang sama.
"Untuk itu, strategi ini sangat penting guna mewujudkan pembangunan yang dapat dinikmati secara adil dan efektif oleh seluruh penduduk, baik kaum perempuan, laki-laki, anak perempuan maupun anak laki-laki," katanya.
Perempuan yang akrab disapa Triwur itu juga menjelaskan, peringatan Hari Perempuan Internasional yang diperingati setiap tanggal 8 Maret merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat strategi pengarusutamaan gender.
Terlebih lagi tema Hari Perempuan Internasional atau "International Womens Day" adalah #BreakTheBias yang mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung program kesetaraan gender.
"Tema tersebut dapat diartikan bahwa hingga saat ini persoalan bias gender masih berlangsung di tengah masyarakat. Sehingga pelabelan negatif, diskriminasi, subordinasi, marginalisasi dan kekerasan terhadap perempuan masih terjadi," katanya.
Oleh karena itu, pemerintah, kata dia, perlu meningkatkan sosialisasi dan edukasi mengenai program kesetaraan gender guna meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat.
"Selain itu, perempuan harus memiliki kesadaran kritis dan bergerak secara kolektif serta sistemik guna meminimalisir berbagai ketidakadilan," katanya.
"Strategi pengarusutamaan gender diperlukan untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FISIP Unsoed tersebut mengatakan strategi pengarusutamaan gender dapat diperkuat melalui kebijakan dan program yang memperhatikan berbagai aspek termasuk permasalahan kaum perempuan dan laki-laki dalam seluruh pembangunan di berbagai sektor.
"Hal tersebut merupakan bagian penting dari program pembangunan yang responsif gender," katanya.
Dia menambahkan yang dimaksud dengan pembangunan yang responsif gender, yakni harus memastikan bahwa laki-laki dan perempuan dapat memiliki akses, partisipasi, kontrol dan manfaat yang sama.
"Untuk itu, strategi ini sangat penting guna mewujudkan pembangunan yang dapat dinikmati secara adil dan efektif oleh seluruh penduduk, baik kaum perempuan, laki-laki, anak perempuan maupun anak laki-laki," katanya.
Perempuan yang akrab disapa Triwur itu juga menjelaskan, peringatan Hari Perempuan Internasional yang diperingati setiap tanggal 8 Maret merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat strategi pengarusutamaan gender.
Terlebih lagi tema Hari Perempuan Internasional atau "International Womens Day" adalah #BreakTheBias yang mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung program kesetaraan gender.
"Tema tersebut dapat diartikan bahwa hingga saat ini persoalan bias gender masih berlangsung di tengah masyarakat. Sehingga pelabelan negatif, diskriminasi, subordinasi, marginalisasi dan kekerasan terhadap perempuan masih terjadi," katanya.
Oleh karena itu, pemerintah, kata dia, perlu meningkatkan sosialisasi dan edukasi mengenai program kesetaraan gender guna meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat.
"Selain itu, perempuan harus memiliki kesadaran kritis dan bergerak secara kolektif serta sistemik guna meminimalisir berbagai ketidakadilan," katanya.
Pewarta : Wuryanti Puspitasari
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PB Peparnas ungkap kerja keras untuk pastikan kesetaraan atlet disabilitas
07 October 2024 7:43 WIB, 2024
W20, Indonesia berharap presidensi India lanjutkan isu pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender
14 November 2022 10:33 WIB, 2022
Terpopuler - Politik dan Hankam
Lihat Juga
Inilah strategi Gubernur Ahmad Luthfi sukseskan program prioritas Presiden
03 February 2026 8:09 WIB
Jokowi bocorkan topik pembicaraan dengan Presiden Prabowo beberapa waktu lalu
30 January 2026 14:56 WIB
Wagub Jateng: Pimpinan daerah terapkan pakta integritas pelayanan masyarakat
21 January 2026 19:10 WIB