ADIPATI QRIS sasar sektor UMKM di Soloraya
Jumat, 17 September 2021 18:24 WIB
Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka (tengah) didampingi Kepala Perwakilan BI Surakarta Nugroho Joko Prastowo saat meninjau kesiapan QRIS di Kampung Batik Laweyan, Solo, Jumat (17/9/2021). ANTARA/Aris Wasita
Solo (ANTARA) - Akselerasi Digitalisasi Pembayaran Terkini Menggunakan QRIS (ADIPATI QRIS) mulai menyasar ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Soloraya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Surakarta Nugroho Joko Prastowo di sela kegiatan di Kampung Batik Laweyan Solo, Jumat mengatakan ADIPATI QRIS di sektor UMKM merupakan kegiatan lanjutan dari ADIPATI QRIS pada pasar tradisional dan pasar modern yang telah dilaksanakan sebelumnya.
Menurut dia kegiatan yang dilaksanakan secara langsung dan daring tersebut merupakan bagian dari "Road to Solo Great Sale' (SGS) 2021. Pada kegiatan tersebut, pihaknya bersinergi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan Pemerintah Kota Surakarta.
"Dalam hal ini kami melakukan peninjauan kesiapan ketersediaan kanal pembayaran nontunai UMKM di Kampung Batik Laweyan untuk mendukung kegiatan SGS 2021," katanya.
Pada kegiatan peninjauan QRIS tersebut juga dilakukan uji coba transaksi dengan fitur QRIS tanpa tatap muka (TTM). Ia mengatakan QRIS TTM memungkinkan pembeli maupun penjual bertransaksi melalui pemindaian gambar QRIS yang telah tersimpan pada galeri gawai tanpa harus bertemu secara langsung.
Menurut dia penggunaan QRIS TTM sangat cocok dan lebih praktis digunakan oleh para pelaku UMKM, terutama untuk mendukung "UMKM Go Digital" karena transaksi dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja.
"QRIS TTM ini menjawab kebutuhan UMKM dalam bertransaksi jarak jauh yang seringkali terhambat karena konsumen enggan untuk mengeluarkan biaya transfer antarrekening, jika rekening bank penjual tidak sama dengan rekening milik pembeli," katanya.
Ia mengatakan dengan QRIS TTM pembayaran dapat dilakukan dengan mudah melalui aplikasi pembayaran apapun dan tidak dikenakan biaya tambahan.
"Tentunya lebih cepat, mudah, murah, aman, dan andal. Selain QRIS TTM, Bank Indonesia juga memiliki dua jenis QRIS lain, yakni QRIS MPM (merchant presented mode) statis dan dinamis serta QRIS CPM (customer presented mode)," katanya.
Sementara itu, dikatakannya, metode pembayaran menggunakan QRIS tanpa harus bertatap muka saat ini paling cocok diimplementasikan sebagai alternatif pembayaran nontunai dalam gelaran SGS 2021 yang berlangsung di masa pandemi sehingga lebih higienis.
Baca juga: BI: Kenaikan harga minyak goreng picu inflasi di Purwokerto-Cilacap
Baca juga: BI: Kenaikan harga minyak goreng picu inflasi di Purwokerto-Cilacap
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Surakarta Nugroho Joko Prastowo di sela kegiatan di Kampung Batik Laweyan Solo, Jumat mengatakan ADIPATI QRIS di sektor UMKM merupakan kegiatan lanjutan dari ADIPATI QRIS pada pasar tradisional dan pasar modern yang telah dilaksanakan sebelumnya.
Menurut dia kegiatan yang dilaksanakan secara langsung dan daring tersebut merupakan bagian dari "Road to Solo Great Sale' (SGS) 2021. Pada kegiatan tersebut, pihaknya bersinergi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan Pemerintah Kota Surakarta.
"Dalam hal ini kami melakukan peninjauan kesiapan ketersediaan kanal pembayaran nontunai UMKM di Kampung Batik Laweyan untuk mendukung kegiatan SGS 2021," katanya.
Pada kegiatan peninjauan QRIS tersebut juga dilakukan uji coba transaksi dengan fitur QRIS tanpa tatap muka (TTM). Ia mengatakan QRIS TTM memungkinkan pembeli maupun penjual bertransaksi melalui pemindaian gambar QRIS yang telah tersimpan pada galeri gawai tanpa harus bertemu secara langsung.
Menurut dia penggunaan QRIS TTM sangat cocok dan lebih praktis digunakan oleh para pelaku UMKM, terutama untuk mendukung "UMKM Go Digital" karena transaksi dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja.
"QRIS TTM ini menjawab kebutuhan UMKM dalam bertransaksi jarak jauh yang seringkali terhambat karena konsumen enggan untuk mengeluarkan biaya transfer antarrekening, jika rekening bank penjual tidak sama dengan rekening milik pembeli," katanya.
Ia mengatakan dengan QRIS TTM pembayaran dapat dilakukan dengan mudah melalui aplikasi pembayaran apapun dan tidak dikenakan biaya tambahan.
"Tentunya lebih cepat, mudah, murah, aman, dan andal. Selain QRIS TTM, Bank Indonesia juga memiliki dua jenis QRIS lain, yakni QRIS MPM (merchant presented mode) statis dan dinamis serta QRIS CPM (customer presented mode)," katanya.
Sementara itu, dikatakannya, metode pembayaran menggunakan QRIS tanpa harus bertatap muka saat ini paling cocok diimplementasikan sebagai alternatif pembayaran nontunai dalam gelaran SGS 2021 yang berlangsung di masa pandemi sehingga lebih higienis.
Baca juga: BI: Kenaikan harga minyak goreng picu inflasi di Purwokerto-Cilacap
Baca juga: BI: Kenaikan harga minyak goreng picu inflasi di Purwokerto-Cilacap
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Kliwon
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
QRIS Jelajah Indonesia edukasi kemudahan berwisata dengan pembayaran digital
03 October 2025 9:36 WIB
Bank Jateng perkenalkan QRIS 2025 untuk kemudahan transaksi di Pasar Saliwangi Cilacap
08 September 2025 13:02 WIB
Bandara Ahmad Yani kembali layanan rute internasional, BI dukung lewat QRIS Crossborder
05 September 2025 20:32 WIB
Pemkab Boyolali gandeng Bank Jateng luncurkan KKI QRIS untuk transaksi efisien
30 July 2025 12:23 WIB
Terpopuler - Makro
Lihat Juga
Wagub : Pertumbuhan ekonomi Jateng tekan pengangguran dan angka kemiskinan
08 February 2026 5:51 WIB
HNSI Jatim ingatkan pengembangan energi pesisir harus cegah de-nelayanisasi
22 January 2026 3:13 WIB