Penyebab kecelakaan Ketum MUI diselidiki
Kamis, 12 Agustus 2021 16:43 WIB
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Miftachul Akhyar dibawa ke Rumah Sakit Islam (RSI) Jemursari untuk menjalani perawatan setelah mengalami kecelakaan di Tol Salatiga, Jawa Tengah, Kamis (12/8/2021). ANTARA/Willy Irawan
Surabaya (ANTARA) - Kasatlantas Polres Semarang AKP Rendi Johan Prasetyo mengungkapkan penyebab kecelakaan yang melibatkan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Miftachul Akhyar Tol Salatiga, Jawa Tengah, Kamis, masih diselidiki.
"Masih kami selidiki dan melakukan berbagai pengembangan. Ada dugaan sopir mengalami keletihan atau mengantuk," ujar AKP Rendi Johan Prasetyo di RSI Jemursari Surabaya, Kamis sore.
Ia menjelaskan kecelakaan terjadi di KM 462 Jalan Tol Semarang-Salatiga, Kabupaten Semarang, sekitar pukul 06.00 WIB dan melibatkan dua kendaraan, yakni kendaraan KH Miftachul Akhyar yang sedang menuju ke Surabaya dan truk boks.
"Kronologisnya kendaraan beliau menabrak kendaraan yang ada di depannya di jalur satu arah Semarang menuju Surakarta. Saat ini sedang dilakukan penyelidikan di Satlantas Polres Semarang," ucap dia.
Sementara itu, Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya Prof. Mohammad Nuh mengungkapkan Ketua Umum MUI KH Miftachul Akhyar dalam kondisi stabil dan akan menjalani rawat inap di RSI Jemursari.
"Alhamdulillah kondisi kiai Miftachul Akhyar baik. Data-data medik dari rumah sakit di Jawa Tengah tadi sudah disampaikan ke dokter yang ada di sini dan sudah dipelajari, termasuk X-Rai dan rontgen. Dan kesimpulannya baik," kata dia.
Selanjutnya, KH Miftachul Akhyar yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya tersebut akan menjalani rawat inap di RSI Jemursari Surabaya hingga kondisinya dinyatakan sehat.
Selain itu, rawat inap dilakukan mengingat saat ini masih pandemi COVID-19.
"Harus rawat inap. Karena pandemi saat ini istirahat lebih baik, kalau beliau di rumah pasti banyak yang menjenguk. Nanti orang yang akan menjenguk pun diperketat, harus bisa menunjukkan sudah vaksin dan hasil swab antigen," tutur mantan Rektor ITS Surabaya dan juga mantan Menkominfo itu.
"Masih kami selidiki dan melakukan berbagai pengembangan. Ada dugaan sopir mengalami keletihan atau mengantuk," ujar AKP Rendi Johan Prasetyo di RSI Jemursari Surabaya, Kamis sore.
Ia menjelaskan kecelakaan terjadi di KM 462 Jalan Tol Semarang-Salatiga, Kabupaten Semarang, sekitar pukul 06.00 WIB dan melibatkan dua kendaraan, yakni kendaraan KH Miftachul Akhyar yang sedang menuju ke Surabaya dan truk boks.
"Kronologisnya kendaraan beliau menabrak kendaraan yang ada di depannya di jalur satu arah Semarang menuju Surakarta. Saat ini sedang dilakukan penyelidikan di Satlantas Polres Semarang," ucap dia.
Sementara itu, Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya Prof. Mohammad Nuh mengungkapkan Ketua Umum MUI KH Miftachul Akhyar dalam kondisi stabil dan akan menjalani rawat inap di RSI Jemursari.
"Alhamdulillah kondisi kiai Miftachul Akhyar baik. Data-data medik dari rumah sakit di Jawa Tengah tadi sudah disampaikan ke dokter yang ada di sini dan sudah dipelajari, termasuk X-Rai dan rontgen. Dan kesimpulannya baik," kata dia.
Selanjutnya, KH Miftachul Akhyar yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya tersebut akan menjalani rawat inap di RSI Jemursari Surabaya hingga kondisinya dinyatakan sehat.
Selain itu, rawat inap dilakukan mengingat saat ini masih pandemi COVID-19.
"Harus rawat inap. Karena pandemi saat ini istirahat lebih baik, kalau beliau di rumah pasti banyak yang menjenguk. Nanti orang yang akan menjenguk pun diperketat, harus bisa menunjukkan sudah vaksin dan hasil swab antigen," tutur mantan Rektor ITS Surabaya dan juga mantan Menkominfo itu.
Pewarta : Fiqih Arfani/Willy Irawan
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polres Karanganyar pastikan keamanan menu SPPG YKB lewat pemeriksaan food safety
03 February 2026 18:17 WIB
Terpopuler - Hukum dan Kriminal
Lihat Juga
Pemprov Jateng segera siapkan huntara warga terdampak tanah bergerak di Kabupaten Tegal
04 February 2026 20:39 WIB
KPK baru menduga sebagian dari 21 kecamatan di Kabupaten Pati terkait kasus Sudewo
04 February 2026 11:26 WIB
KPK duga ada lebih dari satu pengepul uang pemerasan pada tiap kecamatan di Pati
04 February 2026 10:23 WIB
KPK imbau pengepul kembalikan uang ke lembaga antirasuah, bukan ke calon perangkat desa Pati
04 February 2026 8:57 WIB
Polisi optimalkan penindakan menggunakan sistem ETLE dalam Operasi Keselamatan Candi
02 February 2026 16:49 WIB