Penduduk miskin Jateng berkurang 10.200 orang
Kamis, 15 Juli 2021 15:21 WIB
Dokumentasi. Sejumlah warga mengantre untuk mendapatkan kupon daging kurban, di Masjid Agung, Kota Tegal, Jateng, Kamis (26/11). Beberapa warga pingsan akibat berdesakan saat pembagian sebanyak 2.000 kupon kurban untuk warga miskin yang setiap kuponnya akan mendapatkan 3 ons daging kambing dan sapi. ANTARA/Oky Lukmansyah/tom/ss/nz/09
Semarang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat jumlah penduduk miskin provinsi ini pada Maret 2021 mengalami penurunan sebesar 10.200 orang di banding periode September 2020.
Kepala BPS Jawa Tengah Sentot Bangun Widoyono di Semarang, Kamis, mengatakan jumlah penduduk miskin hingga triwulan pertama 2021 itu tercatat sebanyak 4,11 juta jiwa atau sekitar 11,79 persen dari jumlah penduduk provinsi ini.
Jumlah tersebut turun di banding periode September 2020 yang mencapai 4,12 juta jiwa atau sekitar 11,84 persen dari total penduduk Jawa Tengah.
"Penurunan terjadi pada kelompok yang mendekati miskin," katanya.
Adapun besaran garis kemiskinan pada periode Maret 2021 ini, lanjut dia, tercatat mencapai Rp409.193 per kapita per bulan.
Sementara jika dilihat dari wilayahnya, tingkat kemiskinan di wilayah perkotaan justru mengalami kenaikan.
Jumlah penduduk miskin di perkotaan di Jawa Tengah mencapai 10,58 persen, mengalami kenaikan sebesar 17.800.orang di banding periode September 2020.
Adapun jumlah penduduk miskin di perdesaan mencapai 13,07 persen, turun sebesar 28 ribu orang di banding periode September 2020.
Ia menambahkan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan I 2021 yang sedikit membaik di tengah pandemi COVID-19 ini ternyata belum banyak mengangkat tingkat kesejahteraan masyarakat.
Meski demikian penyaluran bantuan sosial terhadap warga terdampak COVID-19, lanjut dia, sangat membantu masyarakat, khususnya penduduk di lapisan terbawah.
Kepala BPS Jawa Tengah Sentot Bangun Widoyono di Semarang, Kamis, mengatakan jumlah penduduk miskin hingga triwulan pertama 2021 itu tercatat sebanyak 4,11 juta jiwa atau sekitar 11,79 persen dari jumlah penduduk provinsi ini.
Jumlah tersebut turun di banding periode September 2020 yang mencapai 4,12 juta jiwa atau sekitar 11,84 persen dari total penduduk Jawa Tengah.
"Penurunan terjadi pada kelompok yang mendekati miskin," katanya.
Adapun besaran garis kemiskinan pada periode Maret 2021 ini, lanjut dia, tercatat mencapai Rp409.193 per kapita per bulan.
Sementara jika dilihat dari wilayahnya, tingkat kemiskinan di wilayah perkotaan justru mengalami kenaikan.
Jumlah penduduk miskin di perkotaan di Jawa Tengah mencapai 10,58 persen, mengalami kenaikan sebesar 17.800.orang di banding periode September 2020.
Adapun jumlah penduduk miskin di perdesaan mencapai 13,07 persen, turun sebesar 28 ribu orang di banding periode September 2020.
Ia menambahkan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan I 2021 yang sedikit membaik di tengah pandemi COVID-19 ini ternyata belum banyak mengangkat tingkat kesejahteraan masyarakat.
Meski demikian penyaluran bantuan sosial terhadap warga terdampak COVID-19, lanjut dia, sangat membantu masyarakat, khususnya penduduk di lapisan terbawah.
Pewarta : Immanuel Citra Senjaya
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DPRD Jateng pastikan tindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kenaikan pajak kendaraan
15 February 2026 16:56 WIB
Program Satu OPD Satu Desa Dampingan Pemprov Jateng dinilai berdampak nyata
15 February 2026 13:08 WIB
Wapres tinjau tanah gerak di Jangli Semarang, ingatkan utamakan keselamatan
15 February 2026 1:07 WIB
Wagub: Layanan aduan warga Jateng kini didekatkan ke daerah lewat cabang dinas
14 February 2026 22:11 WIB
Wagub Jateng: : Program speling dekatkan layanan dokter spesialis ke desa
14 February 2026 16:28 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Pelatih Timo Scheunemann sebut pembinaan ekosistem sepak bola putri sudah tepat
15 February 2026 21:09 WIB