Di Solo, muncul klaster baru penyebaran COVID-19
Rabu, 9 Juni 2021 8:28 WIB
Pondok pesantren yang ada di salah satu Kelurahan Bumi, Kecamatan Laweyan, Solo menjadi salah satu klaster baru penyebaran COVID-19. (ANTARA/Aris Wasita)
Solo (ANTARA) - Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengemukakan saat ini muncul klaster baru penyebaran COVID-19 di daerahnya, yakni di salah satu pondok pesantren yang berada di Kelurahan Bumi, Kecamatan Laweyan.
Gibran Rakabuming Raka di Solo, Selasa mengatakan ada sebanyak 38 santri di pondok pesantren tersebut yang positif terpapar COVID-19.
Ia mengatakan saat ini seluruh santri itu telah dibawa ke Asrama Haji Donohudan untuk menjalani karantina terpusat. Untuk memastikan penyebarannya sudah sejauh mana, saat ini pihaknya masih melakukan penelusuran.
Baca juga: 389 pasien COVID-19 dari Solo Raya dan Kudus dikarantina di Donohudan Boyolali
Baca juga: Hasil tes negatif, 33 orang batal diisolasi ke Donohudan Boyolali
"Kami tracing, testing dulu lebih lanjut. Pokoknya ada klaster baru, langsung kami kunci. Ponpes sementara di-lockdown, semoga tidak menyebar lebih luas," katanya.
Dugaan sementara, klaster tersebut berasal dari salah satu santri yang sebelumnya melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2021.
Akibat munculnya klaster baru tersebut pihaknya akan mengkaji ulang rencana pembelajaran tatap muka (PTM) yang awalnya akan dilakukan mulai Juli 2021. Meski demikian, ia berharap agar PTM bisa tetap dilaksanakan sesuai jadwal.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Harian Satgas Penanganan COVID-19 Kota Surakarta Ahyani mengatakan saat ini seluruh santri berstatus orang tanpa gejala (OTG), sehingga menjalani isolasi. Mengenai asal virus tersebut, ia akan memastikannya terlebih dahulu.
"Sepertinya memang dari santri yang habis melakukan perjalanan mudik," katanya.
Ia mengatakan untuk penelusuran kontak sendiri, saat ini sudah dilakukan kepada 68 orang. Ia juga memastikan tidak ada penghuni pondok yang berinteraksi dengan orang luar.
"Dengan demikian tracing bisa lebih terkontrol," katanya.
Gibran Rakabuming Raka di Solo, Selasa mengatakan ada sebanyak 38 santri di pondok pesantren tersebut yang positif terpapar COVID-19.
Ia mengatakan saat ini seluruh santri itu telah dibawa ke Asrama Haji Donohudan untuk menjalani karantina terpusat. Untuk memastikan penyebarannya sudah sejauh mana, saat ini pihaknya masih melakukan penelusuran.
Baca juga: 389 pasien COVID-19 dari Solo Raya dan Kudus dikarantina di Donohudan Boyolali
Baca juga: Hasil tes negatif, 33 orang batal diisolasi ke Donohudan Boyolali
"Kami tracing, testing dulu lebih lanjut. Pokoknya ada klaster baru, langsung kami kunci. Ponpes sementara di-lockdown, semoga tidak menyebar lebih luas," katanya.
Dugaan sementara, klaster tersebut berasal dari salah satu santri yang sebelumnya melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2021.
Akibat munculnya klaster baru tersebut pihaknya akan mengkaji ulang rencana pembelajaran tatap muka (PTM) yang awalnya akan dilakukan mulai Juli 2021. Meski demikian, ia berharap agar PTM bisa tetap dilaksanakan sesuai jadwal.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Harian Satgas Penanganan COVID-19 Kota Surakarta Ahyani mengatakan saat ini seluruh santri berstatus orang tanpa gejala (OTG), sehingga menjalani isolasi. Mengenai asal virus tersebut, ia akan memastikannya terlebih dahulu.
"Sepertinya memang dari santri yang habis melakukan perjalanan mudik," katanya.
Ia mengatakan untuk penelusuran kontak sendiri, saat ini sudah dilakukan kepada 68 orang. Ia juga memastikan tidak ada penghuni pondok yang berinteraksi dengan orang luar.
"Dengan demikian tracing bisa lebih terkontrol," katanya.
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KAI Purwokerto siapkan 50.995 tempat duduk antisipasi lonjakan penumpang saat libur Imlek
12 February 2026 13:50 WIB
AirAsia X buka rute Kuala Lumpur-London via Bahrain, harga promosi Rp1,27 juta
12 February 2026 7:55 WIB
UMS lahirkan Doktor baru, gagas media IPAS Hybrid Profetik untuk asah daya kritis anak SD
10 February 2026 17:52 WIB
Istana beri sinyal adanya upacara pelantikan Wamenkeu baru pada Kamis sore
05 February 2026 14:47 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Wagub Jateng: : Program speling dekatkan layanan dokter spesialis ke desa
14 February 2026 16:28 WIB
Pemkot Semarang imbau warga tak panik soal penonaktifan puluhan ribu peserta PBI
06 February 2026 20:58 WIB