Psikolog sebut keluarga berperan jaga kesehatan mental anak selama pandemi
Minggu, 6 Juni 2021 22:53 WIB
Psikolog Ketty Murtini. ANTARA/HO-Dok. pribadi
Purwokerto (ANTARA) - Psikolog dari Biro Psikologi Metafora Purwokerto Ketty Murtini mengingatkan bahwa keluarga berperan penting dalam menjaga kesehatan mental anak selama pandemi COVID-19.
"Situasi keluarga yang nyaman sangat diperlukan untuk menjaga kesejahteraan mental anak terutama pada masa pandemi COVID-19 yang telah membuat beberapa aktivitas anak menjadi terbatas," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu.
Dia menjelaskan bahwa selama pandemi waktu anak lebih banyak berada di rumah bersama dengan kedua orang tuanya.
"Dengan demikian maka orang tua bisa berperan lebih banyak membantu anak agar tetap sehat secara mental. Misalkan membantu menjaga emosi anak agar tetap stabil," katanya.
Upaya yang bisa dilakukan untuk menjaga agar emosi anak tetap stabil adalah dengan menerapkan pola tidur dan pola makan yang teratur.
"Selain itu beribadah dan berkegiatan bersama misalkan berolahraga, berkebun, memasak, membaca buku dan lain sebagainya. Dengan berkegiatan bersama maka anak akan merasakan kasih sayang dan perhatian dari orang tuanya," katanya.
Selain itu, kata dia, orang tua juga harus menunjukkan kebahagiaan di depan anak-anak mereka.
"Jika orang tua terlihat tidak bahagia, cemas atau murung maka akan berpengaruh juga pada kecemasan anak," katanya.
Baca juga: Kenali beda rasa sedih biasa dengan gangguan mental
Sementara itu dia juga kembali mengingatkan bahwa keluarga merupakan wahana pertama dan utama dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
Kondisi rumah yang nyaman dan komunikasi yang intensif antaranggota keluarga akan membentuk karakter positif pada diri anak.
"Dengan latar belakang keluarga yang nyaman, penuh kasih sayang, maka anak-anak akan tumbuh dengan baik dan memiliki bekal untuk menghadapi berbagai tantangan pada masa yang akan datang.
"Bahkan anak akan memiliki mental yang kuat dan stabil. Jika suatu saat ada perubahan dan situasi khusus yang kurang menyenangkan dalam hidup mereka, maka biasanya mereka akan lebih siap dan kuat dalam menghadapinya," katanya.
Untuk itu, kata dia, yang paling penting adalah menanamkan rasa cinta dan kasih di tengah keluarga.
"Karena anak yang sejak kecil hidup penuh cinta maka akan tumbuh dengan baik menjadi pribadi yang sehat secara mental, kuat, tangguh dan juga kreatif, karena sudah memiliki bekal kasih sayang yang cukup yang akan membentuk karakter mereka hingga dewasa nantinya," katanya.
Baca juga: Bahagia itu sebuah pilihan, kata psikolog
Baca juga: Perempuan suka mengalah, ini penjelasan psikolog
"Situasi keluarga yang nyaman sangat diperlukan untuk menjaga kesejahteraan mental anak terutama pada masa pandemi COVID-19 yang telah membuat beberapa aktivitas anak menjadi terbatas," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu.
Dia menjelaskan bahwa selama pandemi waktu anak lebih banyak berada di rumah bersama dengan kedua orang tuanya.
"Dengan demikian maka orang tua bisa berperan lebih banyak membantu anak agar tetap sehat secara mental. Misalkan membantu menjaga emosi anak agar tetap stabil," katanya.
Upaya yang bisa dilakukan untuk menjaga agar emosi anak tetap stabil adalah dengan menerapkan pola tidur dan pola makan yang teratur.
"Selain itu beribadah dan berkegiatan bersama misalkan berolahraga, berkebun, memasak, membaca buku dan lain sebagainya. Dengan berkegiatan bersama maka anak akan merasakan kasih sayang dan perhatian dari orang tuanya," katanya.
Selain itu, kata dia, orang tua juga harus menunjukkan kebahagiaan di depan anak-anak mereka.
"Jika orang tua terlihat tidak bahagia, cemas atau murung maka akan berpengaruh juga pada kecemasan anak," katanya.
Baca juga: Kenali beda rasa sedih biasa dengan gangguan mental
Sementara itu dia juga kembali mengingatkan bahwa keluarga merupakan wahana pertama dan utama dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
Kondisi rumah yang nyaman dan komunikasi yang intensif antaranggota keluarga akan membentuk karakter positif pada diri anak.
"Dengan latar belakang keluarga yang nyaman, penuh kasih sayang, maka anak-anak akan tumbuh dengan baik dan memiliki bekal untuk menghadapi berbagai tantangan pada masa yang akan datang.
"Bahkan anak akan memiliki mental yang kuat dan stabil. Jika suatu saat ada perubahan dan situasi khusus yang kurang menyenangkan dalam hidup mereka, maka biasanya mereka akan lebih siap dan kuat dalam menghadapinya," katanya.
Untuk itu, kata dia, yang paling penting adalah menanamkan rasa cinta dan kasih di tengah keluarga.
"Karena anak yang sejak kecil hidup penuh cinta maka akan tumbuh dengan baik menjadi pribadi yang sehat secara mental, kuat, tangguh dan juga kreatif, karena sudah memiliki bekal kasih sayang yang cukup yang akan membentuk karakter mereka hingga dewasa nantinya," katanya.
Baca juga: Bahagia itu sebuah pilihan, kata psikolog
Baca juga: Perempuan suka mengalah, ini penjelasan psikolog
Pewarta : Wuryanti Puspitasari
Editor : Sumarwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Seminar internasional di UMS angkat peran agama dalam kesehatan mental muslim
30 March 2026 17:26 WIB
Hadirkan dr. Aisah Dahlan, UMS gelar seminar self-healing dan kesehatan mental
29 March 2026 19:37 WIB
Anggota DPR RI mengajak kader PMII untuk peduli terhadap kesehatan mental remaja
05 March 2026 8:41 WIB
UMS perkuat ketahanan finansial dan mental Diaspora Indonesia di Jepang melalui program Mindful Spending
20 February 2026 18:32 WIB
TP Posyandu Jateng gandeng Psikologi Undip perkuat layanan kesehatan mental
23 January 2026 20:08 WIB
Tim FK UMS gandeng Puskesmas Gatak gelar cek kesehatan gratis dan edukasi mental bagi siswa SMK
08 January 2026 12:40 WIB
HMP PAI UMS adakan Training Education 2025 untuk tempa mental dan kapasitas kader
01 December 2025 21:24 WIB
1.258 mahasiswa ikuti BCA Berbagi Ilmu di UMS, tekankan pentingnya kompetensi dan ketangguhan mental
26 November 2025 16:13 WIB
Audisi Bulutangkis PB Djarum ajang ukur mental dan daya juang atlet muda
11 September 2025 21:32 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Dosen Teknik Kimia UMS edukasi pengolahan limbah ramah lingkungan di PDA Sukoharjo
10 May 2026 19:45 WIB
Mahasiswa Fisioterapi UMS ikuti International Internship di Mahidol University
10 May 2026 19:40 WIB
PG-PAUD UMS gelar Outbound Ceria, latih mahasiswa hadapi dunia nyata pendidikan anak
09 May 2026 12:47 WIB