OJK ajak UMKM Batang bangun bisnis era digital
Rabu, 18 November 2020 21:09 WIB
Bupati Batang Wihaji bertukar cinderamata dengan Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Yuana Rochma Astuti dan Kepala OJK Tegal Ludy Arlianto. (ANTARA/Kutnadi)
Batang (ANTARA) - Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal, Jawa Tengah, mengajak pelaku usaha mikro kecil dan menengah berkolaborasi untuk membangun bisnis di era digital.
"OJK wilayah Jateng sudah membuat platform bisnis digital yang akan menjadi sarana untuk pengembangan UKM," kata Kepala OJK Tegal Ludy Arlianto di Batang, Rabu.
Menurut dia, kondisi pandemi COVID-19 yang belum tahu kapan akan berakhir maka para pelaku usaha harus bisa berpikir lebih keras dan lebih cerdas lagi agar produknya dapat diterima oleh masyarakat.
Platform bisnis digital dengan nama umkmbangkit.id, kata dia, berisi semua informasi pengembangan UMKM dengan bekerjasama pemangku kepentingan terkait untuk memberikan bantuan, pelatihan teknis, dan bantuan lainnya yang dibutuhkan oleh UMKM.
Ludy Arlianto mengatakan semua UMKM yang potensial bisa bergabung dalam platform bisnis digital dengan tujuan OJK bisa memonitor perkembangannya.
"Kita bisa monitor terus mulai kebutuhan pemodalan apakah dapat terealisasi atau tidak, pemasarannya seperti apa dan sumber daya manusia (SDM) pelaku usahanya seperti apa," katanya.
Menurut dia, berdasar survai hampir 80 persen UMKM Kabupaten Batang masih bertransaksi melalui tunai dan sisanya nontunai sehingga hal itu perlu didorong dengan gerakan transaksi nontunai.
"Gerakan transaksi nontunai, bertujuan tidak terjadi kebocoran dengan memisahkan uang bisnis dengan uang dapur, serta pihak bank pun bisa melihat omset yang dimiliki oleh UMKM," katanya.
"OJK wilayah Jateng sudah membuat platform bisnis digital yang akan menjadi sarana untuk pengembangan UKM," kata Kepala OJK Tegal Ludy Arlianto di Batang, Rabu.
Menurut dia, kondisi pandemi COVID-19 yang belum tahu kapan akan berakhir maka para pelaku usaha harus bisa berpikir lebih keras dan lebih cerdas lagi agar produknya dapat diterima oleh masyarakat.
Platform bisnis digital dengan nama umkmbangkit.id, kata dia, berisi semua informasi pengembangan UMKM dengan bekerjasama pemangku kepentingan terkait untuk memberikan bantuan, pelatihan teknis, dan bantuan lainnya yang dibutuhkan oleh UMKM.
Ludy Arlianto mengatakan semua UMKM yang potensial bisa bergabung dalam platform bisnis digital dengan tujuan OJK bisa memonitor perkembangannya.
"Kita bisa monitor terus mulai kebutuhan pemodalan apakah dapat terealisasi atau tidak, pemasarannya seperti apa dan sumber daya manusia (SDM) pelaku usahanya seperti apa," katanya.
Menurut dia, berdasar survai hampir 80 persen UMKM Kabupaten Batang masih bertransaksi melalui tunai dan sisanya nontunai sehingga hal itu perlu didorong dengan gerakan transaksi nontunai.
"Gerakan transaksi nontunai, bertujuan tidak terjadi kebocoran dengan memisahkan uang bisnis dengan uang dapur, serta pihak bank pun bisa melihat omset yang dimiliki oleh UMKM," katanya.
Pewarta : Kutnadi
Editor : Heru Suyitno
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Jateng kaji geologi lahan huntara korban tanah gerak di Kabupaten Tegal
10 February 2026 11:31 WIB
Gubernur pastikan korban tanah gerak di Desa Padasari Tegal dapat hunian tetap
06 February 2026 21:31 WIB
Wapres minta warga terdampak tanah bergerak di Kabupaten Tegal tinggalkan rumah
06 February 2026 21:26 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Pelatih Timo Scheunemann sebut pembinaan ekosistem sepak bola putri sudah tepat
15 February 2026 21:09 WIB