Rupiah menguat, berpotensi dekati Rp14.000 per dolar AS
Selasa, 10 November 2020 10:38 WIB
Karyawan melayani nasabah di salah satu gerai penukaran uang asing di Jakarta, Jumat (6/11/2020). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj.
Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa, berpeluang mendekati level psikologis Rp14.000 per dolar AS seiring sentimen positif dari pasar global.
Pada pukul 10.03 WIB, rupiah bergerak menguat 45 poin atau 0,32 persen ke posisi Rp14.020 per dolar AS dibandingkan hari sebelumnya Rp14.065 per dolar AS.
Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Selasa, mengatakan rupiah masih berpotensi menguat hari ini mengikuti sentimen positif yang terjadi di indeks saham AS semalam dan Asia pagi ini.
"Sentimen positif, selain dari efek Biden, juga datang dari laporan pengujian vaksin dari Pfizer yang menunjukkan efektifitas 90 persen dalam mencegah infeksi COVID-19," ujar Ariston.
Ariston menuturkan, tersedianya vaksin akan menghentikan pandemi COVID-19 dengan cepat, yang menjadi sumber perlambatan ekonomi dunia.
"Indonesia menjadi sasaran aliran masuk modal asing karena tingkat imbal hasilnya masih lebih tinggi dibanding lainnya dan kondisi sospol yang stabil," kata Ariston.
Ariston memperkirakan hari ini rupiah berpotensi menguat di kisaran Rp14.000 per dolar AS hingga Rp14.150 per dolar AS.
Pada Senin (9/11) lalu, rupiah ditutup menguat 145 poin atau 1,02 persen ke posisi Rp14.065 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan hari sebelumnya Rp14.210 per dolar AS.
Pada pukul 10.03 WIB, rupiah bergerak menguat 45 poin atau 0,32 persen ke posisi Rp14.020 per dolar AS dibandingkan hari sebelumnya Rp14.065 per dolar AS.
Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Selasa, mengatakan rupiah masih berpotensi menguat hari ini mengikuti sentimen positif yang terjadi di indeks saham AS semalam dan Asia pagi ini.
"Sentimen positif, selain dari efek Biden, juga datang dari laporan pengujian vaksin dari Pfizer yang menunjukkan efektifitas 90 persen dalam mencegah infeksi COVID-19," ujar Ariston.
Ariston menuturkan, tersedianya vaksin akan menghentikan pandemi COVID-19 dengan cepat, yang menjadi sumber perlambatan ekonomi dunia.
"Indonesia menjadi sasaran aliran masuk modal asing karena tingkat imbal hasilnya masih lebih tinggi dibanding lainnya dan kondisi sospol yang stabil," kata Ariston.
Ariston memperkirakan hari ini rupiah berpotensi menguat di kisaran Rp14.000 per dolar AS hingga Rp14.150 per dolar AS.
Pada Senin (9/11) lalu, rupiah ditutup menguat 145 poin atau 1,02 persen ke posisi Rp14.065 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan hari sebelumnya Rp14.210 per dolar AS.
Pewarta : Citro Atmoko
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Nilai tukar rupiah melemah, pejabat Fed beri pernyataan hawkish terkait suku bunga
13 January 2026 10:32 WIB
Neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2025 surplus 3,45 miliar dolar AS
07 March 2025 17:37 WIB, 2025
Grab salurkan 1 juta dolar untuk 33.000 pelaku sektor transportasi dan UMKM
20 December 2024 20:35 WIB, 2024
Terpopuler - Makro
Lihat Juga
Hery Gunardi beberkan strategi perbankan hadapi ketidakpastian ekonomi global
07 March 2026 19:31 WIB
Bupati Temanggung ungkap 20 persen opsen PKB untuk peningkatan infrastruktur
28 February 2026 1:42 WIB
BI Jateng gandeng Dewan Masjid Indonesia, sosialisasikan pembayaran zakat lewat QRIS
26 February 2026 7:42 WIB