Tim Udinus Semarang ciptakan kamera pendeteksi suhu dan pemakai masker
Selasa, 20 Oktober 2020 13:54 WIB
Tim dari Fakultas Teknik (FT) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Jateng, menguji coba kamera pendeteksi suhu dan masker berbasis jaringan tiruan yang bisa digunakan untuk mendukung pelaksanaan protokol kesehatan COVID-19 di Semarang, Selasa (20/10/2020). (FOTO ANTARA/ I.C.Senjaya)
Semarang (ANTARA) - Tim dari Fakultas Teknik (FT) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Jawa Tengah menciptakan kamera pendeteksi suhu dan masker berbasis jaringan tiruan yang bisa digunakan untuk mendukung pelaksanaan protokol kesehatan COVID-19.
Ketua Tim Pengembangan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker, Helmy Rahadian, di Semarang, Selasa, mengatakan, alat ini dapat mengurangi kontak fisik langsung petugas yang akan mengecek suhu maupun orang yang tidak memakai masker.
Ia menjelaskan alat ini menggunakan kamera thermal sensorik yang dapat mendeteksi suhu tubuh dan penggunaan masker.
Adapun prinsip kerjanya, kata dia, sistem akan mengeluarkan bunyi peringatan jika ada objek manusia yang tidak memakai masker atau suhu tubuhnya di atas ketentuan yang sudah ditentukan.
"Alat ini sementara efektif mendeteksi untuk objek dalam jarak 1 meter. Ke depan akan ditingkatkan untuk jarak yang lebih jauh dan objek yang lebih banyak sekaligus," kata dosen Udinus Semarang ini.
Selanjutnya, kata dia, alat ini akan segera diproduksi massal dengan penyesuaian-penyesuaian yang diperlukan sesuai kebutuhan.
Ia menyebut alat ciptaan mahasiswa dan dan alumnus program studi Tekni Elektro ini dibanderol dengan harga sekitar Rp7 juta per unit.
"Harga itu berkali lipat lebih murah dari kamera thermal yang saat ini sudah ada di pasaran," katanya.
Ketua Tim Pengembangan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker, Helmy Rahadian, di Semarang, Selasa, mengatakan, alat ini dapat mengurangi kontak fisik langsung petugas yang akan mengecek suhu maupun orang yang tidak memakai masker.
Ia menjelaskan alat ini menggunakan kamera thermal sensorik yang dapat mendeteksi suhu tubuh dan penggunaan masker.
Adapun prinsip kerjanya, kata dia, sistem akan mengeluarkan bunyi peringatan jika ada objek manusia yang tidak memakai masker atau suhu tubuhnya di atas ketentuan yang sudah ditentukan.
"Alat ini sementara efektif mendeteksi untuk objek dalam jarak 1 meter. Ke depan akan ditingkatkan untuk jarak yang lebih jauh dan objek yang lebih banyak sekaligus," kata dosen Udinus Semarang ini.
Selanjutnya, kata dia, alat ini akan segera diproduksi massal dengan penyesuaian-penyesuaian yang diperlukan sesuai kebutuhan.
Ia menyebut alat ciptaan mahasiswa dan dan alumnus program studi Tekni Elektro ini dibanderol dengan harga sekitar Rp7 juta per unit.
"Harga itu berkali lipat lebih murah dari kamera thermal yang saat ini sudah ada di pasaran," katanya.
Pewarta : Immanuel Citra Senjaya
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wali Kota Semarang pastikan tidak ada pemotongan anggaran untuk layanan CCTV
30 October 2025 12:53 WIB
Pemkab Batang pasang 60 kamera pengawas, pantau lalu lintas pemudik
23 December 2024 15:14 WIB, 2024
Polda Jateng pasang ratusan kamera ETLE rekam pelanggaran saat Operasi Patuh
13 July 2023 20:15 WIB, 2023
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Mahasiswa KKN-Dik UMS gelar sosialisasi literasi hoaks di Kelurahan Langkai Palangka Raya
07 February 2026 14:46 WIB
UMS jadi tuan rumah capacity building Kepala Madrasah Muhammadiyah se-Jawa Tengah
07 February 2026 14:15 WIB
Menag tanggapi nasib guru swasta dan madrasah di Pondok Pesantren API Tegalrejo
07 February 2026 5:49 WIB
Mahasiswa KKN-DIK FKIP UMS dorong transformasi pembelajaran digital melalui workshop Brisk AI di MIM Ngancar
06 February 2026 16:57 WIB