DLH Temanggung sosialisasikan Hari Bersih-Bersih Sedunia di pasar
Sabtu, 12 September 2020 20:59 WIB
Kampanye peduli sampah di pasar tradisional di Temanggung menjelang Hari Bersih-Bersih Sedunia 2020. (ANTARA/Heru Suyitno)
Temanggung (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, melakukan sosialisasi Hari Bersih-Bersih Sedunia (World Cleanup Day/WCD) tahun 2020 di sejumlah pasar tradisional.
Sosialisasi yang dilakukan bersama komunitas peduli lingkungan di Temanggung, Sabtu, berlangsung di Pasar Kranggan, Pasar Temanggung, Pasar Parakan, dan Pasar Ngadirejo.
Sosialisasi dilakukan dengan cara yang cukup unik, beberapa remaja sebelum memasuki pasar, mereka melakukan pertunjukan tentang dampak membuang sampah sembarangan yang akan merugikan masyarakat.
Dengan iringan musik sederhana dari bahan-bahan bekas seperti galon, jerigen, dan botol mereka berkeliling pasar menyosialisasikan Hari Bersih-Bersih Sedunia.
Mereka mengimbau para pedagang dan para pengunjung pasar untuk menjaga lingkungan dengan membuang sampah secara benar. Mereka juga membawa poster bertuliskan, antara lain "Pilah sampah dari rumah", "Orang bijak buang sampah sesuai tempatnya", dan "Cintai bumi kurangi sampah plastik".
Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Temanggung Yoyok Hari Utomo mengatakan kegiatan ini merupakan sosialisasi gerakan pungut dan pilah sampah atau WCD yang akan dilakukan pada 19-20 September 2020.
"Kegiatan hari ini merupakan media agar masyarakat bisa tahu, bisa paham dengan agenda tersebut dan diharapkan masyarakat berpartisipasi aktif dalam memungut dan memilah sampah sesuai dengan kelompoknya," katanya.
Ia menyebutkan sampah dapat dipilah menjadi tiga, yaitu sampah organik yang mudah busuk, kemudian sampah anorgnik yang tidak mudah busuk tetapi masih bisa dijual atau bisa diolah menjadi kreasi lain, dan sampah residu yang menjadi tanggung jawab DLH untuk mengangkut dan mengolah sampah residu di tempat pembuangan akhir.
Contoh sampah residu adalah popok sekali pakai, pembalut wanita, bungkus-bungkus plastik makanan yang berair.
"Kami melakukan sosialisasi WCD di pasar tradisional, karena pasar merupakan titik berkumpulnya orang banyak," katanya.
Sosialisasi yang dilakukan bersama komunitas peduli lingkungan di Temanggung, Sabtu, berlangsung di Pasar Kranggan, Pasar Temanggung, Pasar Parakan, dan Pasar Ngadirejo.
Sosialisasi dilakukan dengan cara yang cukup unik, beberapa remaja sebelum memasuki pasar, mereka melakukan pertunjukan tentang dampak membuang sampah sembarangan yang akan merugikan masyarakat.
Dengan iringan musik sederhana dari bahan-bahan bekas seperti galon, jerigen, dan botol mereka berkeliling pasar menyosialisasikan Hari Bersih-Bersih Sedunia.
Mereka mengimbau para pedagang dan para pengunjung pasar untuk menjaga lingkungan dengan membuang sampah secara benar. Mereka juga membawa poster bertuliskan, antara lain "Pilah sampah dari rumah", "Orang bijak buang sampah sesuai tempatnya", dan "Cintai bumi kurangi sampah plastik".
Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Temanggung Yoyok Hari Utomo mengatakan kegiatan ini merupakan sosialisasi gerakan pungut dan pilah sampah atau WCD yang akan dilakukan pada 19-20 September 2020.
"Kegiatan hari ini merupakan media agar masyarakat bisa tahu, bisa paham dengan agenda tersebut dan diharapkan masyarakat berpartisipasi aktif dalam memungut dan memilah sampah sesuai dengan kelompoknya," katanya.
Ia menyebutkan sampah dapat dipilah menjadi tiga, yaitu sampah organik yang mudah busuk, kemudian sampah anorgnik yang tidak mudah busuk tetapi masih bisa dijual atau bisa diolah menjadi kreasi lain, dan sampah residu yang menjadi tanggung jawab DLH untuk mengangkut dan mengolah sampah residu di tempat pembuangan akhir.
Contoh sampah residu adalah popok sekali pakai, pembalut wanita, bungkus-bungkus plastik makanan yang berair.
"Kami melakukan sosialisasi WCD di pasar tradisional, karena pasar merupakan titik berkumpulnya orang banyak," katanya.
Pewarta : Heru Suyitno
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dosen Teknik Kimia UMS edukasi pengolahan limbah ramah lingkungan di PDA Sukoharjo
10 May 2026 19:45 WIB
Dosen FHIP UMS kupas politik hukum lingkungan saat kuliah umum di UM.KOE Kupang
11 April 2026 17:02 WIB