
Rombongan Bhikkhu Thudong dijadwalkan ikut Kirab Waisak di Solo

Solo (ANTARA) - Rombongan Bhikkhu Thudong yang saat ini sedang melakukan perjalanan spiritual dari Malaysia sejak 7 Mei menuju Candi Borobudur Magelang, Jawa Tengah dijadwalkan akan mengikuti Kirab Waisak di Solo, Sabtu (23/5).
Juru bicara Panitia Waisak Bersama 2026 Sutrisno, Selasa mengatakan rencananya 55 Bhikkhu Thudong tersebut akan disambut di Vihara Dhamma Sundara.
“Penyambutan akan dilakukan pada Sabtu (23/5) pukul 15.00 WIB. Selanjutnya Bhikkhu Thudong akan mengunjungi Pura Mangkunegaran. Solo terkenal dengan budayanya dan yang cukup unik adalah budaya di Mangkunegaran,” katanya.
Pada malam harinya, para bhikkhu ini akan mengikuti Kirab Waisak dan prosesi pemandian Bodhisattva Siddhartha. Ia mengatakan pada kegiatan yang sama juga akan diikuti oleh dua Bhikkhu Indonesia dan dua samanera.
“Selain itu jumlah peserta secara keseluruhan ada sekitar 1.500 orang. Pada kirab ini juga akan ada kereta kirab Kencana Mahajati yang artinya kelahiran agung,” katanya.
Ia mengatakan partisipasi masyarakat pada kirab tersebut sebagai simbol harmoni dan persatuan dalam keberagaman.
“Di akhir kirab akan ada prosesi puja pemandian Ropang Bodhisattva Siddhartha di Plaza Balai Kota Surakarta,” katanya.
Ia mengatakan perayaan Waisak di Kota Solo pada tahun ini cukup spesial mengingat kota tersebut dilewati rombongan Bhikkhu Thudong.
“Biasanya mereka lewat pantura, tapi tahun ini mereka dari Malaysia turun ke Bali, kemudian melanjutkan perjalanan dari Jawa Timur, kemudian lewat Sragen, lanjut Solo, Klaten, akan ke Yogyakarta juga dan berkunjungan ke Keraton Yogyakarta. Baru kemudian melanjutkan perjalanan ke Magelang dan dijadwalkan tiba pada tanggal 30 Mei, selanjutnya tanggal 31 Mei mengikuti perayaan Waisak di Candi Borobudur,” katanya.
Sementara itu, dikatakannya, tema Waisak 2570 TB/2026 Menapaki Jalan Mulia, Bersumbangsih Bagi Negeri.
Ia mengatakan pesan utama pada perayaan Waisak tahun ini adalah diharapkan Waisak dapat memperkuat perdamaian dan toleransi. Selain itu, Waisak diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan wisata budaya dan religi di Indonesia.
“Selain sebagai perayaan spiritual, kegiatan ini diharapkan memberikan dapat positif bagi penguatan toleransi sosial, pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM, serta peningkatan kunjungan wisata budaya dan religi di Kota Surakarta,” katanya.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
