Juara dunia lari positif terpapar COVID-19
Minggu, 9 Agustus 2020 16:34 WIB
Dokumentasi: Conseslus Kipruto merayakan kemenangan nomor 3000 m halang rintang pada kejuaraan dunia atletik di Stadion Internasional Khalifa, Doha, Qatar - 4 Oktober 2019. REUTERS / Hannah Mckay.
Jakarta (ANTARA) - Juara dunia lari 3.000 meter sekaligus pemegang medali emas Olimpiade untuk nomor yang sama asal Kenya, Conseslus Kipruto, dinyatakan positif terpapar virus corona sehingga dia dipastikan absen dalam lomba atletik Diamond League di Monaco, Jumat (14/8).
"Dunia kita ini sedang melalui periode yang menantang dan kita semua harus mengambil tanggungjawab masing-masing. Sayangnya tes COVID-19 saya, sebagai bagian dari protokol Monaco, ternyata positif dan oleh karena itu saya tidak bisa menjadi bagian di Monaco Diamond League pada 14 Agustus."
kata Kipruto di Instagram seperti dikutip
Reuters.
Kipruto, yang catatan pribadinya membukukan waktu tercepat delapan menit 0,12 detik, mengatakan dia dalam kondisi sangat baik menjelang lomba tersebut dan berharap bisa memecahkan rekor dunia yang saat ini dipegang atlet Qatar kelahiran Kenya, Saif Saaeed Shaheen, dengan catatan waktu 7 menit 53,63 detik.
"Saya tidak memiliki gejala apa pun dan saya sebenarnya dalam kondisi sangat baik. Saya berencana mencetak rekor dunia. Catatan waktu itu telah berlangsung terlalu lama di luar Kenya," kata atlet berusia 25 tahun itu.
Kejuaraan Diamond League di Monaco akan diikuti dengan lomba serupa di Stockholm, Lausanne, Brussel, Roma/Napoli, Doha dan lokasi yang belum ditentukan di China.
Sementara kejuaraan lari di Eugene, London, Paris, Rabat, Gateshead dan Shanghai telah dibatalkan karena pandemi COVID-19.
"Dunia kita ini sedang melalui periode yang menantang dan kita semua harus mengambil tanggungjawab masing-masing. Sayangnya tes COVID-19 saya, sebagai bagian dari protokol Monaco, ternyata positif dan oleh karena itu saya tidak bisa menjadi bagian di Monaco Diamond League pada 14 Agustus."
kata Kipruto di Instagram seperti dikutip
Reuters.
Kipruto, yang catatan pribadinya membukukan waktu tercepat delapan menit 0,12 detik, mengatakan dia dalam kondisi sangat baik menjelang lomba tersebut dan berharap bisa memecahkan rekor dunia yang saat ini dipegang atlet Qatar kelahiran Kenya, Saif Saaeed Shaheen, dengan catatan waktu 7 menit 53,63 detik.
"Saya tidak memiliki gejala apa pun dan saya sebenarnya dalam kondisi sangat baik. Saya berencana mencetak rekor dunia. Catatan waktu itu telah berlangsung terlalu lama di luar Kenya," kata atlet berusia 25 tahun itu.
Kejuaraan Diamond League di Monaco akan diikuti dengan lomba serupa di Stockholm, Lausanne, Brussel, Roma/Napoli, Doha dan lokasi yang belum ditentukan di China.
Sementara kejuaraan lari di Eugene, London, Paris, Rabat, Gateshead dan Shanghai telah dibatalkan karena pandemi COVID-19.
Pewarta : Junaydi Suswanto
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Atletik
Lihat Juga
Bank Jateng Borobudur Marathon 2025 ditutup meriah, 2.000 pelari ikuti fun run dan dorong UMKM
18 December 2025 11:55 WIB
Gubernur: Borobudur Marathon masuk dalam Elite Label jadikan Jateng ikon marathon dunia
16 November 2025 17:35 WIB