Aku Pintar Indonesia tingkatkan kapasitas pengajar
Rabu, 29 Juli 2020 3:24 WIB
Co-Founder dan CEO Aku Pintar, Lutvianto Pebri Handoko (kiri) memperlihatkan cara penggunaan Aplikasi Aku Pintar Guru kepada pengguna. ANTARA/HO-Humas Aku Pintar Indonesia
Solo (ANTARA) - Perusahaan teknologi informasi yang bergerak di bidang pendidikan PT Aku Pintar Indonesia berupaya meningkatkan kapasitas pengajar dengan memanfaatkan aplikasi Aku Pintar Guru (APG).
"APG merupakan aplikasi bagi guru yang mempermudah proses pembelajaran dalam memahami kebutuhan masing-masing siswa berdasarkan hasil tes minat dan bakat dari fitur Minat Pintar," kata Co-Founder dan CEO Aku Pintar Lutvianto Pebri Handoko pada pesan tertulisnya yang diterima ANTARA di Solo, Selasa.
Ia mengatakan APG sebetulnya ditujukan kepada seluruh guru baik guru les maupun kursus. Meski demikian, dikatakannya, pada tahap edukasi ini pengenalan pertama kali dilakukan kepada Guru Bimbingan Konseling (BK).
Ia mengatakan aplikasi tersebut juga memiliki fitur Profil Pintar yang membantu pengajar melakukan pengelompokan baik di kelas atau kelompok mengajar serta membaca karakter masing-masing peserta didiknya melalui hasil tes minat pintar yang ada di aplikasi Aku Pintar untuk siswa.
"Selanjutnya, Guru BK dengan seizin siswa dapat mengakses informasi mengenai metode analisa bakat minat DISC, RIASEC, dan 'multiple intelligence' yang digunakan pada tes minat pintar di aplikasi Aku Pintar bagi siswa beserta periode tes yang siswa lakukan. Hasil tesnya juga dapat diunduh," katanya.
Selain itu, dikatakannya, untuk siswa SMP, Guru BK dapat mengakses informasi berupa rekomendasi dan informasi terkait penjurusan SMA dan SMK, serta rekomendasi jurusan kuliah dan informasi detail kampus di fitur Kampus Pintar.
Sementara itu, untuk memperkenalkan program tersebut pihaknya menggandeng Forum Rumah Guru BK (RGBK) dengan menggelar Pelatihan Pemanfaatan APG untuk Guru BK se-Indonesia.
Pendiri RGBK Ana Susanti mengatakan beberapa materi yang diberikan dalam pelatihan di antaranya konsep assesment bakat minat dalam layanan BK, metode analisa bakat minat DISC, RIASEC, dan "multiple intelligence", penggunaan aplikasi Aku Pintar bagi siswa dan APG, simulasi penggunaan, dan praktik lapangan penggunaan aplikasi APG.
"Kami sangat mengapresiasi adanya pelatihan ini. Harapannya ke depan Aku Pintar terus konsisten memberdayakan peran guru BK sebagai sumber referensi penentuan minat bakat siswa dan mampu membantu siswa dalam mencapai karirnya," katanya.
"APG merupakan aplikasi bagi guru yang mempermudah proses pembelajaran dalam memahami kebutuhan masing-masing siswa berdasarkan hasil tes minat dan bakat dari fitur Minat Pintar," kata Co-Founder dan CEO Aku Pintar Lutvianto Pebri Handoko pada pesan tertulisnya yang diterima ANTARA di Solo, Selasa.
Ia mengatakan APG sebetulnya ditujukan kepada seluruh guru baik guru les maupun kursus. Meski demikian, dikatakannya, pada tahap edukasi ini pengenalan pertama kali dilakukan kepada Guru Bimbingan Konseling (BK).
Ia mengatakan aplikasi tersebut juga memiliki fitur Profil Pintar yang membantu pengajar melakukan pengelompokan baik di kelas atau kelompok mengajar serta membaca karakter masing-masing peserta didiknya melalui hasil tes minat pintar yang ada di aplikasi Aku Pintar untuk siswa.
"Selanjutnya, Guru BK dengan seizin siswa dapat mengakses informasi mengenai metode analisa bakat minat DISC, RIASEC, dan 'multiple intelligence' yang digunakan pada tes minat pintar di aplikasi Aku Pintar bagi siswa beserta periode tes yang siswa lakukan. Hasil tesnya juga dapat diunduh," katanya.
Selain itu, dikatakannya, untuk siswa SMP, Guru BK dapat mengakses informasi berupa rekomendasi dan informasi terkait penjurusan SMA dan SMK, serta rekomendasi jurusan kuliah dan informasi detail kampus di fitur Kampus Pintar.
Sementara itu, untuk memperkenalkan program tersebut pihaknya menggandeng Forum Rumah Guru BK (RGBK) dengan menggelar Pelatihan Pemanfaatan APG untuk Guru BK se-Indonesia.
Pendiri RGBK Ana Susanti mengatakan beberapa materi yang diberikan dalam pelatihan di antaranya konsep assesment bakat minat dalam layanan BK, metode analisa bakat minat DISC, RIASEC, dan "multiple intelligence", penggunaan aplikasi Aku Pintar bagi siswa dan APG, simulasi penggunaan, dan praktik lapangan penggunaan aplikasi APG.
"Kami sangat mengapresiasi adanya pelatihan ini. Harapannya ke depan Aku Pintar terus konsisten memberdayakan peran guru BK sebagai sumber referensi penentuan minat bakat siswa dan mampu membantu siswa dalam mencapai karirnya," katanya.
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Semarang lakukan terobosan "bola GPS" pintar deteksi sumbatan drainase
12 December 2025 20:49 WIB
17.799 siswa madrasah di Jepara terima Program Indonesia Pintar upaya ringankan beban pendodikan
10 December 2025 19:36 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Tak cukup niat baik, Prof Fahrurrozi serukan tata kelola profesional di lembaga islam
15 February 2026 17:44 WIB
Prof Fihris: Pendidikan islam harus jadi ruang aman bagi dialog, bukan arena eksklusivisme
15 February 2026 17:31 WIB
Prof. Ali Murtadho tawarkan rekonstuksi paradigma ekonomi islam integratif-humanistik
15 February 2026 11:46 WIB
Prof. Ali Imron: Hukum Perdata Islam harus hidup berdialog dengan realitas sosial
15 February 2026 9:44 WIB