Dampak abu Merapi, petugas balai konservasi bersihkan Candi Borobudur
Senin, 22 Juni 2020 13:49 WIB
Petugas Balai Konservasi Borobudur pada Senin (22/6/2020) membersihkan bangunan Candi Borobudur dari abu vulkanik setelah Gunung Merapi meletus dan menimbulkan hujan abu pada Minggu (21/6/2020). (ANTARA/Heru Suyitno)
Magelang (ANTARA) - Petugas Balai Konservasi Borobudur pada Senin membersihkan Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, dari abu vulkanik Gunung Merapi, yang meletus dan menyebabkan hujan abu pada Minggu (21/6).
Ketua Seksi Konservasi Balai Konservasi Borobudur Yudi Suharsono mengatakan sekitar 40 petugas balai konservasi dengan dukungan aparat Komando Rayon Militer dan Kepolisian Sektor berupaya membersihkan lapisan abu vulkanik yang menempel di Candi Borobudur.
Menurut dia, hujan abu akibat letusan Gunung Merapi menimbulkan lapisan abu sekitar satu milimeter pada bangunan candi.
"Kebetulan semalam terjadi hujan yang tidak begitu deras sehingga abunya lengket sehingga harus lebih teliti dalam membersihkannya, karena tidak seperti kemarin sebelum terkena air, kalau masih kering enak membersihkannya atau hujan deras sekalian biasa langsung bersih," katanya di Magelang.
Oleh karena itu, ia mengatakan, petugas balai konservasi menggunakan dua metode untuk membersihkan debu vulkanik yang menempel pada bangunan Candi Borobudur.
Ia menjelaskan, petugas menggunakan sikat atau alat hisap untuk membersihkan abu yang menempel pada bagian-bagian candi yang sulit dijangkau seperti stupa dan kemudian menyemprotkan air ke bangunan candi.
Menurut Yudi, abu vulkanik tingkat keasamannya cukup tinggi sehingga kalau dibiarkan terlalu lama bisa menyebabkan pelapukan pada batu candi.
"Maka dampak hujan abu Merapi kemarin harus cepat kita tangani dengan semaksimal mungkin dan diharapkan dalam pekan ini sudah bisa selesai semua pembersihannya," katanya.
Yudi mengatakan bahwa tim laboratorium analisis juga diturunkan untuk mengambil sampel abu guna dan meneliti kandungan bahan kimianya.
Baca juga: Hujan abu Merapi guyur sebagian Kabupaten Magelang
Baca juga: Wilayah Pakis dan Dukun Magelang diguyur hujan abu Merapi
Ketua Seksi Konservasi Balai Konservasi Borobudur Yudi Suharsono mengatakan sekitar 40 petugas balai konservasi dengan dukungan aparat Komando Rayon Militer dan Kepolisian Sektor berupaya membersihkan lapisan abu vulkanik yang menempel di Candi Borobudur.
Menurut dia, hujan abu akibat letusan Gunung Merapi menimbulkan lapisan abu sekitar satu milimeter pada bangunan candi.
"Kebetulan semalam terjadi hujan yang tidak begitu deras sehingga abunya lengket sehingga harus lebih teliti dalam membersihkannya, karena tidak seperti kemarin sebelum terkena air, kalau masih kering enak membersihkannya atau hujan deras sekalian biasa langsung bersih," katanya di Magelang.
Oleh karena itu, ia mengatakan, petugas balai konservasi menggunakan dua metode untuk membersihkan debu vulkanik yang menempel pada bangunan Candi Borobudur.
Ia menjelaskan, petugas menggunakan sikat atau alat hisap untuk membersihkan abu yang menempel pada bagian-bagian candi yang sulit dijangkau seperti stupa dan kemudian menyemprotkan air ke bangunan candi.
Menurut Yudi, abu vulkanik tingkat keasamannya cukup tinggi sehingga kalau dibiarkan terlalu lama bisa menyebabkan pelapukan pada batu candi.
"Maka dampak hujan abu Merapi kemarin harus cepat kita tangani dengan semaksimal mungkin dan diharapkan dalam pekan ini sudah bisa selesai semua pembersihannya," katanya.
Yudi mengatakan bahwa tim laboratorium analisis juga diturunkan untuk mengambil sampel abu guna dan meneliti kandungan bahan kimianya.
Baca juga: Hujan abu Merapi guyur sebagian Kabupaten Magelang
Baca juga: Wilayah Pakis dan Dukun Magelang diguyur hujan abu Merapi
Pewarta : Heru Suyitno
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Taman Wisata Borobudur gelar penyambutan khusus wisatawan pertama tahun 2026
01 January 2026 16:25 WIB
Pentas Sabang Merauke Mahakarya Borobudur angkat semangat kebinekaan Nusantara
31 December 2025 19:46 WIB
Bank Jateng Borobudur Marathon 2025 ditutup meriah, 2.000 pelari ikuti fun run dan dorong UMKM
18 December 2025 11:55 WIB
Terpopuler - Insiden
Lihat Juga
Polres Jepara selidiki kasus kematian enam orang usai mengkonsumsi miras oplosan
11 February 2026 12:55 WIB
Sejumlah rumah sakit di Temanggung belum penuhi standar penanggulangan kebakaran
04 February 2026 8:31 WIB
Dinkes Kudus mencatat hanya tersisa dua siswa SMA Negeri 2 yang masih rawat inap
03 February 2026 11:30 WIB
SPPG Purwosari Kudus minta maaf dan tanggung jawab atas dugaan keracunan makanan MBG
29 January 2026 16:28 WIB