Solo (ANTARA) - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta ikut terlibat dalam optimalisasi program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
"Upaya ini sebagai wujud komitmen UNS dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat," kata Rektor UNS Jamal Wiwoho di Solo, Senin.
Ia mengatakan terdapat beberapa ruang lingkup yang tertuang dalam nota kesepahaman tersebut.
Menurut dia, dalam lingkup pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat berupa program diklat pegawai, magang, riset atau kajian bersama, dan menjadi narasumber dalam perkuliahan.
"Lingkup yang lain adalah berbagi keahlian dan informasi serta sosialisasi bersama dalam rangka optimalisasi program JKN-KIS, seperti program 'benchmark' dan 'best practice sharing'," katanya.
Selain itu, UNS dan BPJS Kesehatan dapat berkolaborasi dalam penyelenggaraan seminar, lokakarya, dan diskusi kelompok terpumpun.
Direktur Pengawasan, Pemeriksaan, dan Hubungan Antarlembaga BPJS Kesehatan Bayu Wahyudi mengatakan program JKN-KIS untuk memenuhi kebutuhan dasar kesehatan masyarakat secara layak bagi setiap orang yang telah membayar iuran maupun yang iurannya dibayarkan pemerintah.
"Tentunya agar ini dapat berjalan dengan baik, BPJS Kesehatan membutuhkan dukungan semua pihak dalam menjalankan peran dan fungsinya untuk mewujudkan sebuah ekosistem JKN yang sehat," katanya.
Sinergi serta kerja sama dalam rangka penguatan dan optimalisasi program JKN-KIS dari pihak akademisi, kata dia, dibutuhkan untuk optimalisasi penerapannya di lapangan.
UNS Solo terlibat optimalisasi JKN-KIS
Senin, 18 Mei 2020 19:44 WIB
Rektor UNS Jamal Wiwoho. (ANTARA/HO-Humas UNS)
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Immanuel Citra Senjaya
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
UNS dan ALHI gelar seminar nasional bahas problematika kerugian negara pada BUMN-BUMD
20 August 2026 21:31 WIB
Lemhannas dan UNS perkuat wawasan kebangsaan serta cegah kekerasan di kampus
11 August 2026 20:14 WIB