Serangan siber terhadap WHO naik lima kali lipat
Jumat, 24 April 2020 15:34 WIB
World Health Organization (WHO). ANTARA News
Jenewa (ANTARA) - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Kamis memperingatkan bahwa jumlah serangan siber terhadapnya kini lebih dari lima kali lipat dalam periode yang sama tahun lalu.
Melalui pernyataan pada Kamis, WHO menyebutkan pekan ini sekitar 450 alamat email dan kata sandi WHO yang aktif bocor secara daring bersama dengan ribuan milik orang lain, yang bekerja dalam penanganan wabah virus corona.
"Informasi yang bocor tidak membahayakan sistem WHO sebab datanya tidak baru. Namun serangan itu berdampak pada sistem ekstranet yang lebih tua, yang digunakan oleh staf saat ini dan pensiunan serta para mitra," katanya.
WHO menyebutkan bahwa pihaknya kini sedang memindahkan sistem terdampak ke sistem autentifikasi yang lebih aman.
Apalagi, menurutnya penipu yang menyamar dalam emailnya juga semakin menargetkan masyarakat umum untuk menyalurkan donasi ke dana fiktif dan bukan Solidary Response Fund COVID-19 yang sah.
WHO meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap email penipuan dan menyarankan penggunaan sumber terpercaya untuk mendapatkan informasi faktual mengenai COVID-19 dan masalah kesehatan lainnya.
Sumnber: Xinhua
Baca juga: Peneliti AS: Sinar Matahari, panas, dan kelembaban perlemah virus corona
Melalui pernyataan pada Kamis, WHO menyebutkan pekan ini sekitar 450 alamat email dan kata sandi WHO yang aktif bocor secara daring bersama dengan ribuan milik orang lain, yang bekerja dalam penanganan wabah virus corona.
"Informasi yang bocor tidak membahayakan sistem WHO sebab datanya tidak baru. Namun serangan itu berdampak pada sistem ekstranet yang lebih tua, yang digunakan oleh staf saat ini dan pensiunan serta para mitra," katanya.
WHO menyebutkan bahwa pihaknya kini sedang memindahkan sistem terdampak ke sistem autentifikasi yang lebih aman.
Apalagi, menurutnya penipu yang menyamar dalam emailnya juga semakin menargetkan masyarakat umum untuk menyalurkan donasi ke dana fiktif dan bukan Solidary Response Fund COVID-19 yang sah.
WHO meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap email penipuan dan menyarankan penggunaan sumber terpercaya untuk mendapatkan informasi faktual mengenai COVID-19 dan masalah kesehatan lainnya.
Sumnber: Xinhua
Baca juga: Peneliti AS: Sinar Matahari, panas, dan kelembaban perlemah virus corona
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kantor Berita Nasional ANTARA sampaikan siap jadi amplifikator Piala Dunia saat rapat di DPR
28 January 2026 13:16 WIB
UMS tembus peringkat dunia bidang pendidikan jadi bukti mutu bertaraf global
28 January 2026 12:55 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Pemprov Jateng sebut kawasan industri jadi magnet investasi tanamkan modali
12 February 2026 20:33 WIB
Pemprov Jateng siapkan perawatan rutin jaga nyala Api Abadi Mrapen tidak meredup
12 February 2026 19:54 WIB
UMS tingkatkan profesionalisme dan dorong ormawa jadi organisasi berdampak
12 February 2026 19:06 WIB