Mahasiswa UNS produksi face shield untuk didistribusikan ke RS
Rabu, 15 April 2020 20:47 WIB
Mahasiswa UNS sedang memproduksi face shield. ANTARA/HO/Humas UNS
Solo (ANTARA) - Mahasiswa Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah memproduksi sebanyak 1.000 "face shield" yang rencananya didistribusikan ke Rumah Sakit UNS.
"Selain itu juga didistribusikan ke beberapa RS rujukan Covid-19 yang ada di Kota Surakarta," kata Kepala Program Studi Teknik Mesin FT UNS Eko Surojo di Solo, Rabu.
Ia mengatakan produksi dilakukan sebagai bentuk kepedulian atas kelangkaan alat pelindung diri untuk tenaga medis di dalam negeri.
Salah satu mahasiswa Teknik Mesin UNS Seraf Steva Oryzanan mengatakan pada minggu lalu dia dan teman-temannya berhasil memproduksi sekitar 500 "face shield" dan targetnya hingga minggu depan bisa kembali diproduksi sebanyak 500 "face shield".
"Dalam satu hari kami bisa memproduksi 75-100 "face shield"," katanya.
Baca juga: Udinus produksi pelindung wajah untuk tenaga medis
Ia mengatakan untuk memproduksi satu "face shield" dibutuhkan biaya sekitar Rp10.000-12.000. Menurut dia, untuk bahan yang dibutuhkan cukup mudah diperoleh, di antaranya mika dan pipa paralon.
Menurut dia, sejauh ini "face shield" yang diproduksi hanya untuk disumbangkan dan tidak untuk dikomersialkan.
Sementara itu, dikatakannya, tidak menutup kemungkinan apabila ada yang membutuhkan dan terdapat dana dukungan maka produksi "face shield" bisa lebih dari 1.000 buah.
"Kalau pun ada yang membutuhkan dan ada 'support' dana lagi, mungkin kami akan produksi lebih dari 1.000 buah," katanya.
Baca juga: Tiga BUMN saweran sediakan 80 ribu APD untuk rumah sakit
"Selain itu juga didistribusikan ke beberapa RS rujukan Covid-19 yang ada di Kota Surakarta," kata Kepala Program Studi Teknik Mesin FT UNS Eko Surojo di Solo, Rabu.
Ia mengatakan produksi dilakukan sebagai bentuk kepedulian atas kelangkaan alat pelindung diri untuk tenaga medis di dalam negeri.
Salah satu mahasiswa Teknik Mesin UNS Seraf Steva Oryzanan mengatakan pada minggu lalu dia dan teman-temannya berhasil memproduksi sekitar 500 "face shield" dan targetnya hingga minggu depan bisa kembali diproduksi sebanyak 500 "face shield".
"Dalam satu hari kami bisa memproduksi 75-100 "face shield"," katanya.
Baca juga: Udinus produksi pelindung wajah untuk tenaga medis
Ia mengatakan untuk memproduksi satu "face shield" dibutuhkan biaya sekitar Rp10.000-12.000. Menurut dia, untuk bahan yang dibutuhkan cukup mudah diperoleh, di antaranya mika dan pipa paralon.
Menurut dia, sejauh ini "face shield" yang diproduksi hanya untuk disumbangkan dan tidak untuk dikomersialkan.
Sementara itu, dikatakannya, tidak menutup kemungkinan apabila ada yang membutuhkan dan terdapat dana dukungan maka produksi "face shield" bisa lebih dari 1.000 buah.
"Kalau pun ada yang membutuhkan dan ada 'support' dana lagi, mungkin kami akan produksi lebih dari 1.000 buah," katanya.
Baca juga: Tiga BUMN saweran sediakan 80 ribu APD untuk rumah sakit
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Nur Istibsaroh
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
UMS dorong daya saing UMKM Witpari Karanganyar lewat produksi modern dan pemasaran digital
08 February 2026 16:03 WIB
Libur Natal dan tahun baru dongkrak produksi kue tradisional gandhos gimbal
31 December 2025 19:52 WIB
Luas tanaman kopi robusta dan arabika di Kabupaten Magelang 3.000 hektare
02 December 2025 12:43 WIB
Optimalisasi lahan tingkatkan produksi padi dengan tanam tiga kali setahun di Demak
17 October 2025 12:53 WIB
Produksi telur ayam di temanggung capai 70 ton per hari, melebihi kebutuhan lokal
22 September 2025 16:29 WIB
Tim Dosen UMS rancang inovasi mesin untuk efisiensi produksi pupuk kotoran kambing ramah lingkungan di Sragen
08 September 2025 17:06 WIB