Temanggung (ANTARA) - Jalur utama Temanggung-Wonosobo ditutup total untuk semua jenis kendaraan menyusul ambrolnya Jembatan Lodukuh di Desa Kwadungan, Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Kanit Lantas Polsek Parakan Ipda Gede Sutomo, di Temanggung, Kamis, mengatakan penutupan jalur utama penghubung Kabupaten Temanggung dengan Kabupaten Wonosobo dilakukan untuk keamanan para pengendara, karena dikhawatirkan akan membahayakan jika dilewati kendaraan bertonase berat.

"Jalan penghubung Temanggung-Wonosobo harus ditutup total karena Jembatan di Kwadungan Gunung ambrol dan ini membahayakan pemakai jalan, maka arus lalu lintas kita arahkan dari Parakan maupun Wonosobo baik roda dua maupun roda 4 kecil kita alihkan melalui Ngadirejo-Jumprit-Tambi," katanya.

Kemudian untuk kendaraan roda 6 ke atas lewat jalur melingkar dari Temanggung-Purworejo-Kepil-Wonosobo.

Baca juga: Jembatan Pusung-Surodadi Boyolali ambrol
Baca juga: Jembatan Ambrol, Dua Desa di Boyolali Terisolasi

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) 01 DPU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah Anton mengatakan, ambrolnya jembatan hingga membuat aspal menganga membentuk lubang ini karena pada Jumat (27/3) terjadi hujan deras sehingga terjadi luapan air di Sungai Lodukuh.

Ia menyampaikan dari hari ke hari retakan bangunan dan lubang semakin melebar akibat tidak mampu menahan terjangan air dengan volume tinggi ditambah dengan beban dari kendaraan yang melintas di jalur nasional ini. Terakhir terpantau bagian abutment atau penyangga jembatan juga sudah mulai rusak.

"Hari Jumat pekan lalu terjadi hujan lebat di lereng Gunung Sindoro, mengakibatkan luapan air di bawah Jembatan Lodukuh ini, kemudian menggerus dinding penahan tanah, kemudian abutment rusak akhirnya ambrol. Kalau dilewati berbahaya makanya kita gerak cepat, walaupun beberapa warga sempat ada yang mengajukan keberatan minta perpanjangan waktu untuk penutupannya tapi kita bersikukuh untuk segera menutup dan memperbaiki karena berbahaya kalau terus dilewati apalagi kalau beban berlebih," katanya.

Ia menjelaskan penyangga merupakan bangunan bawah jembatan yang terletak pada ujung pilar yang berfungsi sebagai pemikul seluruh beban hidup, seperti kendaraan dan lain-lain dan juga menahan benda mati seperti beban gelagar pada jembatan.

Anton menuturkan keberadaan dan fungsinya sangat vital sehingga jika abutment sampai rusak maka sangat membahayakan, maka tidak ada jalan kecuali menutup dan memperbaikinya. Dalam waktu dekat akan dipasang jembatan bailey atau jembatan darurat yang waktu pemasangannya sekitar 5 hingga 7 hari.

Baca juga: Jembatan di Magelang ambrol, dua orang luka-luka
 

Pewarta : Heru Suyitno
Editor : Antarajateng
Copyright © ANTARA 2024