Tunjangan PNS Kudus dipotong 2,5 persen untuk penanganan virus corona
Rabu, 1 April 2020 16:13 WIB
Ketua Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 Kudus Sam'ani lntakoris menyerahkan baju coverall atau baju terusan yang berfungsi melindungi badan dari virus corona kepada Plt Bupati Kudus M. Hartopo yang merupakan hasil sumbangan PNS di Pendopo Kabupaten Kudus, Rabu (4/1/2020). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif
Kudus (ANTARA) - Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, dipotong 2,5 persen untuk penanganan penyakit virus corona (COVID-19), kata Ketua Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 Kudus Sam'ani lntakoris.
"Total dana yang bakal terkumpul dari PNS di lingkungan Pemkab Kudus sekitar Rp450-an juta," ujar Sam'ani di Kudus, Rabu.
Baca juga: Kudus siapkan Rp72 miliar bayar gaji 13 dan THR
Ia mengungkapkan pemotongan TPP PNS tersebut direncanakan berlangsung selama dua bulan atau melihat perkembangan wabah COVID-19.
Dana yang terkumpul dari PNS, selanjutnya akan dibelikan alat pelindung diri (APD) yang nantinya disumbangkan kepada tim medis yang berjuang dalam penanganan pasien yang terindikasi terpapar virus corona.
APD yang sudah dipesan, katanya, baju coverall atau baju terusan yang berfungsi melindungi badan petugas dari virus corona. Pesanan telah disampaikan kepada perajin pakaian dari Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati.
Baca juga: Tenaga honorer di Kudus tuntut diangkat PNS tanpa syarat (VIDEO)
Total baju coverall yang dipesan mencapai 1.000 potong dan saat ini baru diterima dari perajin sebanyak 150 potong.
"Nantinya juga akan dipertimbangkan untuk pembelian APD lainnya, seperti masker maupun kebutuhan tim medis lainnya," ujarnya.
APD tersebut tidak hanya diberikan kepada tim medis di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Kudus yang menangani pasien corona, melainkan juga akan diberikan kepada bidan puskesmas yang juga ikut berjuang menanggulangi wabah COVID-19.
"Total dana yang bakal terkumpul dari PNS di lingkungan Pemkab Kudus sekitar Rp450-an juta," ujar Sam'ani di Kudus, Rabu.
Baca juga: Kudus siapkan Rp72 miliar bayar gaji 13 dan THR
Ia mengungkapkan pemotongan TPP PNS tersebut direncanakan berlangsung selama dua bulan atau melihat perkembangan wabah COVID-19.
Dana yang terkumpul dari PNS, selanjutnya akan dibelikan alat pelindung diri (APD) yang nantinya disumbangkan kepada tim medis yang berjuang dalam penanganan pasien yang terindikasi terpapar virus corona.
APD yang sudah dipesan, katanya, baju coverall atau baju terusan yang berfungsi melindungi badan petugas dari virus corona. Pesanan telah disampaikan kepada perajin pakaian dari Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati.
Baca juga: Tenaga honorer di Kudus tuntut diangkat PNS tanpa syarat (VIDEO)
Total baju coverall yang dipesan mencapai 1.000 potong dan saat ini baru diterima dari perajin sebanyak 150 potong.
"Nantinya juga akan dipertimbangkan untuk pembelian APD lainnya, seperti masker maupun kebutuhan tim medis lainnya," ujarnya.
APD tersebut tidak hanya diberikan kepada tim medis di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Kudus yang menangani pasien corona, melainkan juga akan diberikan kepada bidan puskesmas yang juga ikut berjuang menanggulangi wabah COVID-19.
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Jateng meminta jajaran ASN jangan kendor layani masyarakat usai Lebaran
25 March 2026 12:55 WIB
Gubernur Jateng menegaskan pelayanan publik jadi ukuran utama kinerja birokrasi
15 January 2026 18:44 WIB
Pemkot Semarang miliki gerakan "PNS Peduli Pekerja Rentan" untuk pekerja informal
20 November 2025 8:55 WIB
Terpopuler - Tenaga Kerja
Lihat Juga
Semen Gresik gelar Gemba Management pastikan operasional tetap aman dan optimal
07 April 2026 15:46 WIB
BPJS Ketenagakerjaan ajak pekerja manfaatkan keringanan iuran 50 persen JKK dan JKM
05 April 2026 20:20 WIB
Mulai April 2026, iuran ringan BPJS Ketenagakerjaan untuk pekerja informal hanya Rp8.400
01 April 2026 16:16 WIB