BPCB bangun drainase di sekitar Situs Liyangan
Sabtu, 7 Desember 2019 16:15 WIB
Pekerja selesaikan pekerjaan akhir pembangunan drainase di sekitar Situs Liyangan di Lereng Gunung Sindoro di Desa Purbosari, Kecamtan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung. ANTARA/Heru Suyitno
Temanggung (ANTARA) - Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah membangun drainase di sekitar Situs Liyangan di Lereng Gunung Sindoro di Desa Purbosari, Ngadirejo, Kabupaten Temanggung guna mengantisipasi genangan air di kawasan situs.
Ketua Tim Pemugaran Situs Liyangan BPCB Jawa Tengah, Eri Budiarto di Temanggung, Sabtu, mengatakan pembangunan drainase bersamaan dengan pemugaran talud dan pagar situs.
Ia menuturkan pada tahap pertama ini pembangunan drainase dilakukan di sisi selatan sepanjang 150an meter. Nantinya drainase ditembuskan ke sungai yang ada di utara situs.
Ia mengatakan drainase ini untuk mengalirkan air hujan dari bagian atas agar tidak masuk kawasan situs.
Baca juga: BPCB melanjutkan pemugaran Situs Liyangan
"Drainase ini berfungsi untuk membuang air hujan agar tidak banjir di kawasan situs," katanya.
Ia menuturkan di atas drainase itu tidak ada bangunan, hanya struktur talud dan kawasan pertanian.
Ia mengatakan nanti pada saat melanjutkan pelestarian dan sebagainya ditemukan data baru, drainase itu bisa dialihkan tidak harus di tempat tersebut,
"Kita buat drainasenya menyesuaikan atau menyelaraskan dengan kondisi di sini, makanya pakai batu putih untuk membedakan batu situs tetapi selaras batu alam," katanya.
Ia menyampaikan dalam pemugaran maupun pembuatan drainase ini bukan hanya bukan hanya melibatkan juru pugar BPCB, tetapi juga melibatkan tenaga lokal.
"Bahkan kita banyak memanfaatkan tenaga lokal sekitar 60an orang, sedangkan dari BPCB 24 orang," katanya.
Baca juga: Pelajar di Temanggung diajak mengenal ekskavasi Situs Liyangan
Baca juga: BPCB Jateng: Tingkat mitigasi bencana masyarakat Liyangan kuno tinggi
Ketua Tim Pemugaran Situs Liyangan BPCB Jawa Tengah, Eri Budiarto di Temanggung, Sabtu, mengatakan pembangunan drainase bersamaan dengan pemugaran talud dan pagar situs.
Ia menuturkan pada tahap pertama ini pembangunan drainase dilakukan di sisi selatan sepanjang 150an meter. Nantinya drainase ditembuskan ke sungai yang ada di utara situs.
Ia mengatakan drainase ini untuk mengalirkan air hujan dari bagian atas agar tidak masuk kawasan situs.
Baca juga: BPCB melanjutkan pemugaran Situs Liyangan
"Drainase ini berfungsi untuk membuang air hujan agar tidak banjir di kawasan situs," katanya.
Ia menuturkan di atas drainase itu tidak ada bangunan, hanya struktur talud dan kawasan pertanian.
Ia mengatakan nanti pada saat melanjutkan pelestarian dan sebagainya ditemukan data baru, drainase itu bisa dialihkan tidak harus di tempat tersebut,
"Kita buat drainasenya menyesuaikan atau menyelaraskan dengan kondisi di sini, makanya pakai batu putih untuk membedakan batu situs tetapi selaras batu alam," katanya.
Ia menyampaikan dalam pemugaran maupun pembuatan drainase ini bukan hanya bukan hanya melibatkan juru pugar BPCB, tetapi juga melibatkan tenaga lokal.
"Bahkan kita banyak memanfaatkan tenaga lokal sekitar 60an orang, sedangkan dari BPCB 24 orang," katanya.
Baca juga: Pelajar di Temanggung diajak mengenal ekskavasi Situs Liyangan
Baca juga: BPCB Jateng: Tingkat mitigasi bencana masyarakat Liyangan kuno tinggi
Pewarta : Heru Suyitno
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Balai Arkeologi Yogyakarta meluncurkan Rumah Peradaban Situs Liyangan
08 December 2021 14:57 WIB, 2021
BPCB Jateng janji pugar batur halaman satu dan dua Situs Liyangan Temanggung
20 November 2021 12:07 WIB, 2021
Studi sungai Liyangan Temanggung temukan struktur batu bermotif padma
15 November 2021 8:18 WIB, 2021
Menparekraf tertarik bangun pola perjalanan wisata Borobudur-Liyangan
07 October 2021 5:07 WIB, 2021
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Anggota Komisi VI DPR ziarah ke makam Margono Djojohadikusumo jelang Ramadhan
16 February 2026 21:14 WIB