Sultan HB X dapat doktor HC ke-7, kali ini dari UNY
Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Prof Sutrisna Wibawa menyerahkan piagam gelar doktor honoris causa (HC) bidang Manajemen Pendidikan Karakter Berbasis Budaya kepada Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan HB X di Gedung Auditorium UNY, Kamis. Rapat Senat Terbuka Penganugerahan gelar Doktor HC untuk Sultan HB X berlangsung di Auditorium UNY. (FOTO ANTARA/Luqman Hakim)
Rapat Senat Terbuka Penganugerahan gelar doktor HC untuk Sultan HB X berlangsung di Gedung Auditorium UNY. Gelar ini merupakan gelar doktor kehormatan ketujuh yang diterima Sultan HB X.
"Diperlukannya Pendidikan Karakter, karena adanya kecemasan akan hilangnya karakter bangsa yang adiluhung, ramah, suka menolong dan bergotong-royong, jujur dan nilai-nilai keutamaan lainnya," kata Sultan dalam orasi ilmiahnya.
Sultan menyadari secara kurikuler pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah berupaya menjadikan pendidikan lebih bermakna bagi individu. Tidak sekadar memberi pengetahuan (kognitif), tetapi juga menyentuh tataran afektif dan psikomotorik melalui mata pelajaran Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Ilmu Pengetahuan Sosial, Bahasa Indonesia, dan Olahraga.
Namun, menurut Sultan, harus diakui upaya tersebut belum mampu mewadahi pengembangan karakter secara dinamis dan adaptif terhadap pesatnya perubahan karena kurang terampilnya para guru menyelipkan Pendidikan Karakter dalam proses pembelajaran.
"Oleh sebab itu, Pendidikan Karakter perlu direformulasi dan direoperasionalkan melalui transformasi budaya dan kehidupan satuan pendidikan," kata Raja Keraton Yogyakarta ini.
Selain itu, implementasi pendidikan karakter tidak bisa berjalan optimal karena, menurut dia, sekolah terlalu fokus mengejar target akademik, khususnya agar lulus ujian nasional (UN). Implikasinya, kurang diajarkan aspek kecakapan hidup (soft-skills) yang non-akademik. Sehingga sebagai unsur utama Pendidikan Karakter justru terabaikan.
Sultan mengatakan dalam upaya menguatkan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya antara lain diperlukan pendayagunaan budaya-budaya etnik, sekaligus memperkuat semangat keindonesiaan (karakter khas Indonesia-red).
Salah satu cara yang diusulkan Sultan yakni dengan melibatkan pemimpin-pemimpin informal etnik melalui dialog budaya antaretnik. Setiap kelompok budaya, kata dia, hendaknya saling menyapa dan mengenal untuk saling memberi dan menerima.
"Dari sistem nilai Jawa, etnik Bugis bisa mendewasakan prinsip siri', agar tidak terkungkung sempit pada masalah kekeluargaan, tapi hendaknya disublimasi ke arah yang menjangkau persoalan-persoalan besar bangsa," kata dia.
Guru Besar Fakultas Bahasa dan Seni UNY Prof Suminto A. Sayuti selaku promotor menilai Sultan HB X selaku Gubernur DIY memiliki komitmen dalam penanaman pendidikan katakter berbasis budaya.
Baca juga: Sultan HB X serukan semangat islah politik berbasis budaya
Beberapa langkah nyata yang telah dilakukan di antaranya menginisiasi lahirnya kurikulum berbasis budaya melalui Dinas Pendidikan Provinsi DIY, berdirinya Akademi Komunitas, munculnya desa-desa budaya dan para pendampingnya, pemberian penghargaan seni dan budaya secara periodik kepada seniman dan budayawan DIY, serta berbagai macam aktivitas seni budaya lain yang tak terhitung jumlahnya di DIY.
"Semuanya menunjukkan bahwa selaku Gubernur DIY Sri Sultan HB X tidak hanya bernarasi tentang pentingnya budaya sebagai basis pendidikan karakter tetapi melaksanakannya," kata dia.
Selain itu, ratusan makalah atau sambutan, baik yang berupa makalah kunci di berbagai seminar dan konferensi, maupun yang berupa buku atau artikel di media massa cetak hampir semuanya mengisyaratkan pandangan dan keyakinan beliau terhadap pentingnya pendidikan karakter dalam konteks pembangunan karakter bangsa baik secara eksplisit maupun implisit.
"Sultan HB X juga selalu menekankan pentingnya pemartabatan bangsa, bahwa bangsa yang bermartabat adalah bangsa yang menjunjung tinggi budaya," kata dia.
Rapat Senat Terbuka penganugerahan Doktor HC untuk Sultan HB X dihadiri istri Sultan HB X, GKR Hemas beserta empat puterinya GKR Mangkubumi, GKR Condrokirono, GKR Maduretno, GKR Hayu, serta GKR Bendoro. Hadir pula, Rektor UNY Prof Sutrisna Wibawa, jajaran Guru Besar UNY, serta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) DIY.
Baca juga: Sultan HB X beri ucapan selamat kepada Jokowi-Ma'ruf
Pewarta : Luqman Hakim
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
UMS lahirkan Doktor baru, gagas media IPAS Hybrid Profetik untuk asah daya kritis anak SD
10 February 2026 17:52 WIB
Dari pendidikan politik hingga restorative justice, gagasan Doktor UMS perkuat demokrasi Indonesia
28 January 2026 17:37 WIB
UMS kukuhkan Doktor PAI, teliti korelasi simbolisme shalat dan peningkatan ketakwaan
17 December 2025 16:35 WIB
Doktor baru UMS presentasikan disertasi soal bahan ajar Bahasa Inggris Berbasis Konten Lokal
10 December 2025 15:09 WIB
Bambang Sukoco raih Doktor UII, tawarkan konsep Nidzomul Ma'had untuk perlindungan hak santri
29 November 2025 18:51 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
UMS lahirkan Doktor baru, gagas media IPAS Hybrid Profetik untuk asah daya kritis anak SD
10 February 2026 17:52 WIB
Pendidikan Jasmani FKIP UMS libatkan stakeholder Solo Raya susun kurikulum berdaya saing
10 February 2026 13:00 WIB