Solo (ANTARA) - Universitas Dharma Adi Unggul Bhirawa (UNDHA AUB) Surakarta membuka program studi baru Doktor Ilmu Manajemen menyusul tingkat kebutuhan masyarakat yang cukup tinggi.
“Prodi ini sangat dibutuhkan saat ini. Untuk meningkatkan pendidikan maupun meningkatkan jabatan akademik,” kata Rektor UNDHA AUB Prof. Dr. Siti Fatonah, M.M di Solo, Jawa Tengah, Selasa.
Ia mengatakan animo masyarakat sangat positif. Bahkan target jumlah mahasiswa pada angkatan pertama sebanyak 15 orang sudah terpenuhi.
“Pada angkatan pertama ini hanya 15 karena Profesor kami baru dua. Sebagai promotor atau pembimbing utama kan harus Profesor,” katanya.
Ia mengatakan jika di tahun-tahun depan jumlah Profesor makin banyak maka UNDHA AUB juga bisa menampung makin banyak mahasiswa.
“Jadi sekarang kami buat sistem tunggu atau waiting list. Angkatan dua kami kelompokkan lagi. Kami taati aturan pemerintah, jangan sampai melanggar,” katanya.
Pihaknya juga tidak ingin yang penting meluluskan mahasiswa namun kualitas tidak diakui. Ia ingin kebermanfaat dengan mengambil prodi tersebut dapat dinikmati oleh para lulusan.
“Kami ingin benefit yang diperoleh alumni jadi kebanggaan dia. Kepuasan alumni kami jaga, di sisi lain UNDHA AUB juga memiliki citra yang bagus,” katanya.
Ia berharap dengan 12 program studi yang ada di UNDHA AUB mulai dari D3 sampai dengan S3 dapat memberikan kontribusi yang lebih besar untuk meningkatkan sumber daya manusia di Indonesia.
“Ini sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” katanya.
Sementara itu, dibukanya Prodi Doktor Ilmu Manajemen karena mencakup semua keilmuan.
“Semua kan harus dimanajemen. Jadi kemungkinan pangsa tidak terbatas,” katanya.
Ia juga berharap nantinya hasil riset S3 dapat memberikan kontribusi bagi kebijakan pemerintah.
“Harapannya pas buat disertasinya dari daerah mana, potensi apa di sana yang bisa diolah. Hasilnya bisa memberikan kontribusi pada regulasi di daerah masing-masing. Karena mahasiswa kami beragam, ada dari Sabang sampai Merauke,” katanya.

