Purwokerto (ANTARA) - Mahasiswa Institut Teknologi Telkom Purwokerto (ITTP) Muhammad Faiq membuat
alat pendeteksi asap rokok berbasis Internet yang bisa diterapkan di dalam toilet kereta api atau ruangan lain yang terlarang untuk merokok.
"Saya memadukan teknologi internet dengan sistem sensor gas MQ-2, sensor yang digunakan sebagai pendeteksi konsentrasi gas yang mudah terbakar di udara serta asap," katanya di Purwokerto, Banyumas, Rabu.
Dia menjelaskan, alat pendeteksi asap rokok tersebut bisa meminimalisir kemungkinan terjadinya pelanggaran merokok dalam toilet.
"Saya berharap alat ini mempermudah sistem kerja petugas dalam menindaklanjuti pelanggaran merokok di dalam kereta dengan mengetahui adanya asap rokok, karena alat akan mengirimkan notifikasi atau pemberitahuan," katanya.
Mahasiswa program studi D3 telekomunikasi tersebut mengatakan alat tersebut menggunakan sistem yang telah disesuaikan dengan perkembangan teknologi pada saat ini.
Baca juga: Alat informasi kecelakaan karya mahasiswa UMK raih medali perak
"Sistem ini memungkinkan untuk mendeteksi asap rokok secara jarak jauh dengan cara menghubungkannya melalui sebuah aplikasi yang ada pada smartphone yang nantinya akan memberikan sebuah notifikasi atau pesan pemberitahuan," katanya.
Dia mengatakan, gas yang dapat dideteksi dari alat tersebut sangat beragam, mulai dari gas LPG hingga asap hidrogen, sehingga bisa dikembangkan juga untuk pendeteksian asap dan gas lainnya.
"Untuk output difungsikan sebagai pembacaan tegangan secara analog, sehingga teknologi ini sangat berkaitan dengan alat yang dibuat oleh saya sendiri," katanya.
Baca juga: Sabun antigatal daun ketepeng ini karya siswa SMPN 13 Magelang
Ia berharap alat pendeteksi asap rokok tersebut dapat memberikan dampak positif dan bermanfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, dosen ITTP, Fikra Titan menjelaskan, perancangan alat pendeteksi rokok itu dalam tahap pengujian dan berjalan sesuai dengan standar operasi prosedur.
"Ketika disimulasikan ada asap dalam ruangan atau toilet, sistem langsung bekerja dengan baik, sistem memberikan notifikasi secara realtime kepada petugas melalui pesan peringatan yang langsung masuk pada aplikasi dalam smartphone," katanya.
Untuk aplikasi pemberitahuannya sendiri menggunakan telegram, sehingga petugas akan bertindak secara cepat jika terjadi pelanggaran, katanya.
Baca juga: Antiseptik untuk pemerah sapi ini karya mahasiswa Undip
Baca juga: Game edukasi menghapal doa ini karya mahasiswa ITT Purwokerto
Alat pendeteksi asap rokok berbasis internet ini karya mahasiswa ITTP
Rabu, 28 Agustus 2019 12:26 WIB
Mahasiswa ITTP Muhammad Faiq membuat alat pendeteksi asap rokok (dok. pribadi)
Pewarta : Wuryanti Puspitasari
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sejumlah rumah sakit di Temanggung belum penuhi standar penanggulangan kebakaran
04 February 2026 8:31 WIB
BPBD Purbalingga kerahkan alat berat percepat pemulihan infrastruktur pascabencana
29 January 2026 16:14 WIB
Pemkab Boyolali tingkatkan layanan kesehatan dengan alat general monitor diagnostic
22 January 2026 19:08 WIB
Pemkab Banyumas terima bantuan alat berat dari PPO BTN untuk tangani banjir-sampah
22 January 2026 16:28 WIB
Pemkab Temanggung percepat pemulihan akses antar-desa yang terputus longsor
07 January 2026 9:49 WIB
Pemkab Pekalongan salurkan bantuan alat pertanian dukung swasembada pangan
11 December 2025 8:37 WIB
Terpopuler - Sains dan Rekayasa
Lihat Juga
Pangeran asal Brunei Darussalam temui Ahmad Luthfi, jajaki investasi energi terbarukan di Jateng
06 February 2026 7:55 WIB
Peneliti ungkap spesies baru Nepenthes dari Kalbar, terpantau awal via medsos
24 January 2026 14:38 WIB
Mahasiswa SV Undip olah limbah jelantah dengan ekstrak kemangi jadi biocleaner
11 November 2025 8:32 WIB
Tahun depan Pemkot Semarang siapkan bus listrik koridor Mangkang - Penggaron
06 November 2025 21:32 WIB