Presiden: Keadaan Papua sudah membaik
Rabu, 21 Agustus 2019 16:57 WIB
Presiden Joko Widodo
Kupang (ANTARA) - Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa dirinya mengikuti terus perkembangan kerusuhan yang terjadi di Papua yang terjadi dalam beberapa hari terakhir dan mengaku sudah dalam kondisi yang baik.
"Saya ikutin terus kok, perkembangannya yang terjadi di Papua," katanya kepada wartawan di Kupang, saat meninjau tambak garam di desa Nunkurus Kabupaten Kupang, NTT Rabu (21/8).
Hal ini disampaikannya saat ditanyai seputar kerusuhan yang terjadi di Papua, imbas dari penangkapan sejumlah mahasiswa asal Papua di Surabaya dan beberapa daerah di pulau Jawa.
Orang nomor satu di Indonesia itu mengatakan bahwa sebelum berangkat ke Kupang ia juga sudah menghubungi Gubernur Papua Barat untuk menanyakan kondisi terakhir di daerah itu.
"Saya tadi juga sudah telepon Pak Gubernur Papua Barat untuk menanyakan di Manokwari seperti apa, Sorong seperti apa, serta Fakfak juga," ujar dia.
Baca juga: Unjuk rasa damai di Timika berakhir ricuh
Untuk di Fakfak yang sempat terjadi keributan saat ini, kata dia sudah dalam kondisi yang kondusif.
Terkait kapan dirinya akan berkunjung ke Papua, kata dia akan terjadi pada awal September nanti, namun dalam rangka meresmikan Jembatan Holtekamp di Jayapura.
"Kita sedang merencanakan. Kita atur jadwal sekitar awal bulan depan untuk meresmikan jembatan di sana," tambah dia.
Kedatangan Joko Widodo ke NTT untuk ketiga kalinya di tahun 2019 ini dalam rangka untuk meninjau tambak garam di Desa Nunkurus serta membagikan 2.709 sertifikat bagi warga Kota Kupang, Kabupaten Kupang dan Timor Tengah Selatan.
Selain itu juga Jokowi menyempatkan diri meninjau Pelabuhan Internasional Tenau yang ada di Kota Kupang.
Baca juga: Brimob diterjunkan ke Fakfak bantu pulihkan keamanan
"Saya ikutin terus kok, perkembangannya yang terjadi di Papua," katanya kepada wartawan di Kupang, saat meninjau tambak garam di desa Nunkurus Kabupaten Kupang, NTT Rabu (21/8).
Hal ini disampaikannya saat ditanyai seputar kerusuhan yang terjadi di Papua, imbas dari penangkapan sejumlah mahasiswa asal Papua di Surabaya dan beberapa daerah di pulau Jawa.
Orang nomor satu di Indonesia itu mengatakan bahwa sebelum berangkat ke Kupang ia juga sudah menghubungi Gubernur Papua Barat untuk menanyakan kondisi terakhir di daerah itu.
"Saya tadi juga sudah telepon Pak Gubernur Papua Barat untuk menanyakan di Manokwari seperti apa, Sorong seperti apa, serta Fakfak juga," ujar dia.
Baca juga: Unjuk rasa damai di Timika berakhir ricuh
Untuk di Fakfak yang sempat terjadi keributan saat ini, kata dia sudah dalam kondisi yang kondusif.
Terkait kapan dirinya akan berkunjung ke Papua, kata dia akan terjadi pada awal September nanti, namun dalam rangka meresmikan Jembatan Holtekamp di Jayapura.
"Kita sedang merencanakan. Kita atur jadwal sekitar awal bulan depan untuk meresmikan jembatan di sana," tambah dia.
Kedatangan Joko Widodo ke NTT untuk ketiga kalinya di tahun 2019 ini dalam rangka untuk meninjau tambak garam di Desa Nunkurus serta membagikan 2.709 sertifikat bagi warga Kota Kupang, Kabupaten Kupang dan Timor Tengah Selatan.
Selain itu juga Jokowi menyempatkan diri meninjau Pelabuhan Internasional Tenau yang ada di Kota Kupang.
Baca juga: Brimob diterjunkan ke Fakfak bantu pulihkan keamanan
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Seratus pengemudi becak di Blora terima bantuan becak listrik dari Presiden
28 December 2025 19:15 WIB
Presiden Prabowo targetkan hunian sementara pengungsi Agam rampung satu bulan
18 December 2025 11:24 WIB
Presiden Prabowo tanda tangani peraturan pemerintah soal kenaikan upah minimum
17 December 2025 9:19 WIB
Terpopuler - Politik dan Hankam
Lihat Juga
Wagub Jateng: Pimpinan daerah terapkan pakta integritas pelayanan masyarakat
21 January 2026 19:10 WIB