Lokalisasi Sunan Kuning Semarang segera ditutup
Kamis, 13 Juni 2019 20:46 WIB
Logo Satpol PP. (satpolpp.babelprov.go.id)
Semarang (ANTARA) - Pemerintah Kota Semarang memastikan resosialisasi Argorejo atau yang lebih dikenal dengan Sunan Kuning akan ditutup sebelum 17 Agustus 2019.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Semarang Fajar Purwoto di Semarang, Kamis (13/6), mengatakan, proses penutupan ditargetkan selesai pertengahan Juli.
"Pertengahan Juli selesai, selanjutnya rembukan dengan warga untuk menghidupkan lokasi," kata Fajar.
Menurut dia, sebelum resmi ditutup, para warga binaan penghuni resosialisasi tersebut akan diminta pulang ke daerah asalnya masing-masing.
Ia menuturkan ada rencana akan mengubah kawasan resosialisasi itu sebagai pusat kuliner.
Dengan demikian, kata dia, warga setempat tetap memiliki mata pencaharian untuk menopang perekonomian mereka.
Dalam waktu dekat, kata dia, pemerintah kota akan menyampaikan rencana penutupan itu kepada para warga binaan resosialisasi itu.
Selanjutnya, kata dia, akan dilakukan eksekusi dengan meminta para warga binaan pulang ke daerah asalnya masing-masing.
Terpisah, Ketua Pembina Resosialisasi Argorejo Semarang, Suwandi, siap mendukung rencana pemerintah kota tersebut.
Namun, ia meminta penutupan juga berlaku terhadap kompleks serupa di seluruh Indonesia.
Selain itu, ia juga meminta pemerintah memperhatikan kesejahteraan para warga binaan resosialisasi setelah penutupan.
"Mereka harus dimanusiakan, agar tidak sengsara," katanya.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Semarang Fajar Purwoto di Semarang, Kamis (13/6), mengatakan, proses penutupan ditargetkan selesai pertengahan Juli.
"Pertengahan Juli selesai, selanjutnya rembukan dengan warga untuk menghidupkan lokasi," kata Fajar.
Menurut dia, sebelum resmi ditutup, para warga binaan penghuni resosialisasi tersebut akan diminta pulang ke daerah asalnya masing-masing.
Ia menuturkan ada rencana akan mengubah kawasan resosialisasi itu sebagai pusat kuliner.
Dengan demikian, kata dia, warga setempat tetap memiliki mata pencaharian untuk menopang perekonomian mereka.
Dalam waktu dekat, kata dia, pemerintah kota akan menyampaikan rencana penutupan itu kepada para warga binaan resosialisasi itu.
Selanjutnya, kata dia, akan dilakukan eksekusi dengan meminta para warga binaan pulang ke daerah asalnya masing-masing.
Terpisah, Ketua Pembina Resosialisasi Argorejo Semarang, Suwandi, siap mendukung rencana pemerintah kota tersebut.
Namun, ia meminta penutupan juga berlaku terhadap kompleks serupa di seluruh Indonesia.
Selain itu, ia juga meminta pemerintah memperhatikan kesejahteraan para warga binaan resosialisasi setelah penutupan.
"Mereka harus dimanusiakan, agar tidak sengsara," katanya.
Pewarta : Immanuel Citra Senjaya
Editor : Wisnu Adhi Nugroho
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pencak Silat Kudus raih 25 emas di ajang Sunan Kalijaga Cup IV 2024
23 November 2024 18:45 WIB, 2024
Pemda alokasikan Rp3,8 miliar bangun drainase dan trotoar Jalan Sunan Kudus
23 April 2024 14:49 WIB, 2024
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Wagub: Layanan aduan warga Jateng kini didekatkan ke daerah lewat cabang dinas
14 February 2026 22:11 WIB
Boyolali giatkan gerakan Indonesia ASRI dengan pembersihan Waduk Cengklik
14 February 2026 18:59 WIB
PIK 2026 resmi berjalan, DKPTI UMS dorong mahasiswa bangun usaha berbasis inovasi
14 February 2026 18:54 WIB
Ultimate Talk 7 IKA UMS dorong UMKM Muhammadiyah go internasional di era digital
14 February 2026 18:50 WIB