Semarang (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan terjadinya cuaca ekstrem di sejumlah daerah di Jawa Tengah hingga 28 April 2019.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Achadi Subarkah Raharjo di Semarang, Jumat, mengatakan cuaca ekstrem yang mungkin terjadi itu meliputi hujan lebat disertai angin kencang yang juga dimungkinkan disertai petir.
Menurut dia, cuaca ekstrem tersebut terjadi akibat aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) pada fase basah.
"Aktivitas MJO pada fase basah dipredikai cukup signifikan dalam satun pekan ke depan," kata dia.
Kondisi itu, kata dia, bisa meningkatkan suplai massa udara basah di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Jawa Tengah.
BMKG memprakirakan 24 kabupaten dan kota di Jawa Tengah akan terdampak cuaca ektrem tersebut. Jateng meliputi 35 kabupaten dan kota.
Cuaca ekstrem tersebut, kata dia, juga akan berdampak terhadap gelombang tinggi di pesisir selatan Jawa Tengah.
"Tinggi gelombang hingga beberapa hari ke depan diperkitakan mencapai 2,5 hingga tiga meter," kata dia.
Achadi meminta mewaspadai terjadinya potensi bencana alam akibat cuaca ekstrem tersebut.
Waspadai, sebagian Jateng bakal dilanda cuaca ekstrem
Jumat, 26 April 2019 20:40 WIB
Ilustrasi - Logo BMKG
Pewarta : Immanuel Citra Senjaya
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Prakiraan cuaca Semarang hari ini, dipengaruhi sirkulasi siklonik di Samudra Hindia
12 February 2026 7:58 WIB
PLN UP3 Yogyakarta tingkatkan kesiagaan sistem kelistrikan hadapi cuaca ekstrem
10 February 2026 17:30 WIB
Cuaca ekstrem dan hujan intensitas tinggi picu gejolak harga cabai rawit merah di Banjarnegara
05 February 2026 16:15 WIB