Menristekdikti: PTN belum berubah hadapi industri 4.0
Rabu, 13 Maret 2019 11:53 WIB
Menristekdikti M.Nasir memberi pidato ilmiah dalam bertema "Dampak Revolusi Industri 4.0 Terhadap Perguruan Tinggi di Indonesia" dihadapan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Rabu. (Foto: I.C.Senjaya)
Semarang (ANTARA) - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M.Nasir menyebut perguruan tinggi negeri (PTN) belum melakukan perubahan dalam menghadapi era industri 4.0.
"Karena ini aset pemerintah, ada yang takut melakukan perubahan," kata Nasir saat memberi pidato ilmiah dalam bertema "Dampak Revolusi Industri 4.0 Terhadap Perguruan Tinggi di Indonesia" dihadapan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Rabu.
Menurut dia, hingga saat ini sudah ada sekitar 100 hingga 200 program studi baru yang dibuka oleh berbagai perguruan tinggi dalam memenuhi tuntutan perkembangan industri 4.0.
Menurut dia, perguruan tingginyang tidak mampu mengikuti perkembangan teknologi akan tergilas oleh teknologi tersebut.
"Itu sudah hukum alam. Perguruan tinggi yang tidak mengikuti perkembangan teknologi akan ditinggal oleh teknologi," katanya.
Oleh karena itu, lanjut dia, Kemenristekdikti sedang menata regulasi yang kedepannya bisa menyederhanakan PTN dalam mengembangkan prodi baru yang dibutuhkan industri.
"Kami akan panggil beberapa rektor. Ada sejumlah rektor yang sudah minta disiapkan regulasinya," kata mantan Rektor Undip tersebut.
Pemerintah, lanjut dia, berkeinginan terjadi perubahan, sementara para rektor harua menyampaikan apa yang bisa mereka lakukan.
"Karena ini aset pemerintah, ada yang takut melakukan perubahan," kata Nasir saat memberi pidato ilmiah dalam bertema "Dampak Revolusi Industri 4.0 Terhadap Perguruan Tinggi di Indonesia" dihadapan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Rabu.
Menurut dia, hingga saat ini sudah ada sekitar 100 hingga 200 program studi baru yang dibuka oleh berbagai perguruan tinggi dalam memenuhi tuntutan perkembangan industri 4.0.
Menurut dia, perguruan tingginyang tidak mampu mengikuti perkembangan teknologi akan tergilas oleh teknologi tersebut.
"Itu sudah hukum alam. Perguruan tinggi yang tidak mengikuti perkembangan teknologi akan ditinggal oleh teknologi," katanya.
Oleh karena itu, lanjut dia, Kemenristekdikti sedang menata regulasi yang kedepannya bisa menyederhanakan PTN dalam mengembangkan prodi baru yang dibutuhkan industri.
"Kami akan panggil beberapa rektor. Ada sejumlah rektor yang sudah minta disiapkan regulasinya," kata mantan Rektor Undip tersebut.
Pemerintah, lanjut dia, berkeinginan terjadi perubahan, sementara para rektor harua menyampaikan apa yang bisa mereka lakukan.
Pewarta : Immanuel Citra Senjaya
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Siswa MAN Kudus dan SMA Al Irsyad Purwokerto raih juara di kompetisi ilmiah LIPI
19 November 2020 14:25 WIB, 2020
Menristek: Eijkman bersiap uji kandidat bibit vaksin COVID-19 di hewan
27 October 2020 15:44 WIB, 2020
Menristek: Belum ada bukti SARS-CoV-2 dengan mutasi D614G lebih ganas
02 September 2020 16:05 WIB, 2020
Menteri: Belum ada bukti SARS-CoV-2 dengan mutasi D614G lebih ganas
02 September 2020 15:28 WIB, 2020
200 ventilator produksi lokal siap digunakan pada akhir April untuk pasien COVID-19
15 April 2020 14:03 WIB, 2020