Peneliti harapkan Menristek dorong peningkatan anggaran riset

id bambang Brodjonegoro

Peneliti harapkan Menristek dorong peningkatan anggaran riset

Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro berbicara kepada wartawan usai serah terima jabatan dengan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi periode 2014-2019 Mohamad Nasir di Jakarta, Rabu (23/10/2019). (ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak)

Purwokerto (ANTARA) -  Peneliti dari Universitas Jenderal Soedirman, Ropiudin mengharapkan agar Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro akan terus mendorong peningkatan alokasi anggaran riset guna meningkatkan jumlah dan kualitas penelitian di Tanah Air.
 
"Pemerintah perlu meningkatkan anggaran riset, guna mendorong kemudahan para peneliti dalam melaksanakan penelitian," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat.

Peneliti senior laboratorium teknik sistem termal dan energi terbarukan Unsoed tersebut menjelaskan, peneliti sangat membutuhkan kemudahan dalam mendapatkan akses penelitian, termasuk sarana prasarana pendukung penelitian.

Baca juga: Bappenas Fokus Pemilihan Lokasi Pemindahan Ibu Kota Negara

"Misalkan peralatan laboratorium yang mendukung, sumber daya digital yang memadai hingga kemudahan mengakses kerja sama dengan jejaring internasional. Yang juga tidak kalah penting adalah peneliti membutuhkan kemudahan untuk publikasi pada level internasional dan masih banyak lagi, sementara berbagai hal tersebut membutuhkan anggaran," katanya.

Ia mengatakan, pendanaan riset bisa diintegrasikan dari berbagai sumber mulai dari APBN, tanggung jawab sosial perusahaan, filantropi dan berbagai sumber dana riset lainnya.

Menurut dia, dengan anggaran yang mendukung maka akan tercipta penelitian yang berkualitas yang dibutuhkan oleh masyarakat.

"Penguatan riset yang dibutuhkan oleh industri dan masyarakat melalui jenis riset pengembangan berbasis riset dasar yang kuat untuk meningkatkan produk inovasi yang siap masuk fase hilirisasi. Teknologi tinggi dan teknologi tepat guna perlu dikuatkan bersama-sama berbasis kearifan lokal Indonesia yang heterogen," katanya.

Sebelumnya, Menristek/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) periode 2019-2024 Bambang Brodjonegoro menyatakan akan segera memformulasikan bentuk BRIN dalam kerja tiga bulan ke depan.

"Target tiga bulan ke depan kita akan fokus pada pembentukan BRIN. Ini supaya ketahuan nanti paling tidak di APBN 2020 eksekusinya kita kan harus bergerak sebagai ristek (riset dan teknologi) dan BRIN, berarti BRIN ini 'relatively' harus sudah siap," katanya.

Menteri Bambang menuturkan keberadaan BRIN menjadi penting untuk melakukan integrasi riset, yang mana sejalan dengan harapan Presiden Joko Widodo agar penggunaan anggaran penelitian yang tersebar di lembaga dan kementerian bisa lebih diefektifkan.

Baca juga: Presiden Jokowi Panggil Bambang Brodjonegoro ke Istana

"Semangat yang ingin didorong oleh Pak Presiden, kenapa pemerintah ingin BRIN, Beliau tidak ingin kebiasaan lama di mana setiap lembaga LPNK, lembaga litbang kementerian tentu rekan di universitas melakukan penelitian cenderung sendiri-sendiri, dan karena keterbatasan anggaran akhirnya kualitas penelitian jadi terbatas, bukan karena penelitinya tapi karena dana yang terbatas tadi harus dibagi dalam jumlah yang sangat besar dan tersebar," ujarnya.

Pewarta :
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar