SMSG targetkan kirim 10.000 flashdisk berisi video belajar ke sekolah Indonesia
Minggu, 2 Desember 2018 8:27 WIB
Najeela Shihab di Festival Relawan 2018, Gandaria City, Jakarta, Sabtu (1/12). (ANTARA News/ Nanien Yuniar)
Jakarta (Antaranews Jateng) - Komunitas Semua Murid Semua Guru (SMSG) punya target mengirim 10.000 flashdisk berisi video belajar dan video profesi untuk sekolah-sekolah di Indonesia yang membutuhkan.
Najeela Shihab, pendiri SMSG, menjelaskan gerakan tersebut sudah dimulai sejak Mei 2018 dan masih akan berlangsung hingga tahun depan. SMSG adalah komunitas yang jadi wadah alternatif dan jaringan untuk menyatukan keterlibatan seluruh aktor pendidikan.
"Ini dibuat untuk sekolah Indonesia yang akses informasi dan Internet masih terbatas, jadi konten digital dikirim secara offline," kata Najeela pada ANTARA di Festival Relawan 2018, Jakarta, Sabtu.
Gerakan Kirim Budi adalah bentuk kerja bersama yang melibatkan banyak pihak dari berbagai latar belakang. Menurut Najeela, ada ribuan relawan yang berpartisipasi, mulai dari membuat konten, mengumpulkan donasi hingga menyalin data ke flashdisk, kemudian mendistrisibusikan ke sekolah-sekolah di 130 kota kabupaten.
"Batch pertama sudah dikirm ke 1450 sekolah, mudah-mudahan kalau banyak yang ikut donasi konten sampai flashdis, bisa semakin cepat sesuai target," ujar dia.
Najeela menjadi salah satu pembicara panel "Kerelawanan dalam Peningkatkan Akses, Kualitas dan Kesetaraan Pendidikan" di Festival Relawan 2018.
Najeela mengatakan kemajuan sebuah bangsa terletak pada kualitas dan kesetaraan pendidikan bagi generasi sebuah bangsa.
"Semua pihak perlu mendukung upaya menuju perubahan Pendidikan,” ucap Najelaa.
Dia menambahkan faktanya ada 4,1 juta anak Indonesia putus sekolah atau tidak sekolah dan hanya 30 persen anak SMP yang memahami dan bisa baca tapi hanya dengan kalimat sederhana. (Editor : Subagyo).
Najeela Shihab, pendiri SMSG, menjelaskan gerakan tersebut sudah dimulai sejak Mei 2018 dan masih akan berlangsung hingga tahun depan. SMSG adalah komunitas yang jadi wadah alternatif dan jaringan untuk menyatukan keterlibatan seluruh aktor pendidikan.
"Ini dibuat untuk sekolah Indonesia yang akses informasi dan Internet masih terbatas, jadi konten digital dikirim secara offline," kata Najeela pada ANTARA di Festival Relawan 2018, Jakarta, Sabtu.
Gerakan Kirim Budi adalah bentuk kerja bersama yang melibatkan banyak pihak dari berbagai latar belakang. Menurut Najeela, ada ribuan relawan yang berpartisipasi, mulai dari membuat konten, mengumpulkan donasi hingga menyalin data ke flashdisk, kemudian mendistrisibusikan ke sekolah-sekolah di 130 kota kabupaten.
"Batch pertama sudah dikirm ke 1450 sekolah, mudah-mudahan kalau banyak yang ikut donasi konten sampai flashdis, bisa semakin cepat sesuai target," ujar dia.
Najeela menjadi salah satu pembicara panel "Kerelawanan dalam Peningkatkan Akses, Kualitas dan Kesetaraan Pendidikan" di Festival Relawan 2018.
Najeela mengatakan kemajuan sebuah bangsa terletak pada kualitas dan kesetaraan pendidikan bagi generasi sebuah bangsa.
"Semua pihak perlu mendukung upaya menuju perubahan Pendidikan,” ucap Najelaa.
Dia menambahkan faktanya ada 4,1 juta anak Indonesia putus sekolah atau tidak sekolah dan hanya 30 persen anak SMP yang memahami dan bisa baca tapi hanya dengan kalimat sederhana. (Editor : Subagyo).
Pewarta : Nanien Yuniar
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
UMS kirim KKN Dik FKIP ke Sabah, perkuat literasi keuangan dan pemrograman di CLC
16 January 2026 18:07 WIB
Pemprov Jateng kirim bantuan Rp1,3 miliar untuk korban bencana alam di Sumatra
01 December 2025 16:46 WIB
Terpopuler - Seni dan Budaya
Lihat Juga
Balefest 2025 Suarasa Balekambang siap hibur masyarakat pada pergantian tahun
08 December 2025 19:39 WIB
Sumanto ajak masyarakat pahami pesan moral dalam lakon Wayang Kulit Kresna Duta
21 November 2025 17:27 WIB