Ini asal usul nama Wedang Ronde menurut Chef Wira
Jumat, 30 November 2018 9:26 WIB
Wedang Ronde (Shutterstock)
Jakarta (Antaranews Jateng) - Wedang ronde adalah santapan unik di Indonesia. Salah satu jajanan pasar ini merupakan warisan kuliner China di Tanah Air, tapi namanya juga dipengaruhi bahasa Belanda.
Chef Wira Hardiyansyah dalam diskusi kuliner "Japan - Indonesia Local Dessert, Culture inside an Edible Art" di Japan Foundation Jakarta mengemukakan wedang artinya "air hangat" dalam bahasa Jawa.
Baca juga: Akulturasi dalam semangkuk wedang tahu Semarang
Sementara ronde adalah bahasa Belanda yang artinya "bulat", menggambarkan isian di dalam wedang ronde yang berwarna-warni.
"Sebelum Belanda datang namanya Wedang Guyub (keakraban). Bentuk bulat adalah simbol keakraban," kata dia di Jakarta, Kamis.
Wira menjelaskan ada tiga macam jenis wedang ronde, yakni ronde tanpa isi yang hanya terdiri dari air jahe manis, dengan isian manis ditambah kuah tawar dan isian ketan dan ubi dengan kuah gula aren atau jahe. Yang terakhir ini bisa ditemui di Bangka Belitung.
Baca juga: Wedang jahe diserbu pengunjung ITB Berlin
Ronde biasanya berwarna-warni. Wira mengatakan warna-warna ronde memiliki filosofi tersendiri.
Warna merah adalah keberanian, hijau merupakan karunia, putih artinya hati bersih dan air jahe adalah kehangatan, sementara rasa manis jadi simbol keberkahan.
(Editor : Subagyo).
Chef Wira Hardiyansyah dalam diskusi kuliner "Japan - Indonesia Local Dessert, Culture inside an Edible Art" di Japan Foundation Jakarta mengemukakan wedang artinya "air hangat" dalam bahasa Jawa.
Baca juga: Akulturasi dalam semangkuk wedang tahu Semarang
Sementara ronde adalah bahasa Belanda yang artinya "bulat", menggambarkan isian di dalam wedang ronde yang berwarna-warni.
"Sebelum Belanda datang namanya Wedang Guyub (keakraban). Bentuk bulat adalah simbol keakraban," kata dia di Jakarta, Kamis.
Wira menjelaskan ada tiga macam jenis wedang ronde, yakni ronde tanpa isi yang hanya terdiri dari air jahe manis, dengan isian manis ditambah kuah tawar dan isian ketan dan ubi dengan kuah gula aren atau jahe. Yang terakhir ini bisa ditemui di Bangka Belitung.
Baca juga: Wedang jahe diserbu pengunjung ITB Berlin
Ronde biasanya berwarna-warni. Wira mengatakan warna-warna ronde memiliki filosofi tersendiri.
Warna merah adalah keberanian, hijau merupakan karunia, putih artinya hati bersih dan air jahe adalah kehangatan, sementara rasa manis jadi simbol keberkahan.
(Editor : Subagyo).
Pewarta : Nanien Yuniar
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemenkum Jateng verifikasi permohonan warga Indonesia dari WNA asal Yaman
09 February 2026 16:28 WIB
Pangeran asal Brunei Darussalam temui Ahmad Luthfi, jajaki investasi energi terbarukan di Jateng
06 February 2026 7:55 WIB
Atlet menembak asal Banyumas borong tujuh medali di Panglima Kopassus Cup 2026
02 February 2026 13:44 WIB
UMP gulirkan bantuan pendidikan-logistik untuk mahasiswa asal Sumatera terdampak bencana
12 December 2025 18:51 WIB
Keluarga bertemu TKI asal Kabupaten Temanggung korban penyiksaan di Malaysia
09 December 2025 8:24 WIB
Terpopuler - Seni dan Budaya
Lihat Juga
Balefest 2025 Suarasa Balekambang siap hibur masyarakat pada pergantian tahun
08 December 2025 19:39 WIB