Perokok aktif berisiko 13 kali lipat menderita kanker paru
Rabu, 28 November 2018 17:20 WIB
ilustrasi (-)
Jakarta (Antaranews Jateng) - Rokok dan asapnya masih menjadi faktor risiko pertama dalam angka kejadian kanker paru, menurut Dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Dharmais, dr. Evlina Suzanna, SpPA(K).
"Faktor risiko rokok, asap rokok dan polutan (di China asap saat memasak terutama di dapur yang sempit berkontribusi menjadi polutan sebagai faktor risiko kanker paru. Di Indonesia studi belum sampai spesifik)," ujar dia di Jakarta, Rabu.
Dalam kesempatan itu, dokter spesialis paru dari RSPAD Gatot Soebroto, Brigjen TNI dr. Alex Ginting S, SpP(K) mengungkapkan, perokok aktif berisiko 13 kali lipat menderita kanker paru, sementara risiko pada perokok pasif sekitar 4 kali lipat daripada mereka yang tak terpapar asap rokok.
Dari sisi usia, mereka yang berusia 25 tahun ke atas hingga usia 55 tahun (usia produktif) merupakan kelompok yang berisiko terkena kanker paru. Di Indonesia, dari sejumlah jenis kanker paru, adenocarcinoma merupakan yang paling banyak ditemukan.
Selain rokok, genetik juga menjadi faktor risiko munculnya kanker paru.
Data dari Rumah Sakit Dharmais menunjukkan, setiap tahun terdapat 32.023 orang terdiagnosis kanker paru dan dari angka itu sekitar 26.000 pasien kanker paru yang meninggal.
"Tidak adanya deteksi dini yang standar dan tidak adanya gejala klinis yang spesifik menjadikan kepedulian pasien serta akses terhadap diagnostik dan pengobatan bermutu, menjadi sangat penting," kata Evlina. (Editor : Alviansyah Pasaribu).
"Faktor risiko rokok, asap rokok dan polutan (di China asap saat memasak terutama di dapur yang sempit berkontribusi menjadi polutan sebagai faktor risiko kanker paru. Di Indonesia studi belum sampai spesifik)," ujar dia di Jakarta, Rabu.
Dalam kesempatan itu, dokter spesialis paru dari RSPAD Gatot Soebroto, Brigjen TNI dr. Alex Ginting S, SpP(K) mengungkapkan, perokok aktif berisiko 13 kali lipat menderita kanker paru, sementara risiko pada perokok pasif sekitar 4 kali lipat daripada mereka yang tak terpapar asap rokok.
Dari sisi usia, mereka yang berusia 25 tahun ke atas hingga usia 55 tahun (usia produktif) merupakan kelompok yang berisiko terkena kanker paru. Di Indonesia, dari sejumlah jenis kanker paru, adenocarcinoma merupakan yang paling banyak ditemukan.
Selain rokok, genetik juga menjadi faktor risiko munculnya kanker paru.
Data dari Rumah Sakit Dharmais menunjukkan, setiap tahun terdapat 32.023 orang terdiagnosis kanker paru dan dari angka itu sekitar 26.000 pasien kanker paru yang meninggal.
"Tidak adanya deteksi dini yang standar dan tidak adanya gejala klinis yang spesifik menjadikan kepedulian pasien serta akses terhadap diagnostik dan pengobatan bermutu, menjadi sangat penting," kata Evlina. (Editor : Alviansyah Pasaribu).
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Komunitas Pajero Solo Raya aktif pada gerakan sosial hingga usia ke-8 tahun
19 October 2025 13:47 WIB
UMS dorong mahasiswa aktif dan berprestasi pada gelaran Ekspo UKM-U Batch II
04 October 2025 22:14 WIB
Terpopuler - Seni dan Budaya
Lihat Juga
Balefest 2025 Suarasa Balekambang siap hibur masyarakat pada pergantian tahun
08 December 2025 19:39 WIB
Kaligrafi China dan Arab berpadu dalam pameran Tiongkok-Indonesia di Banyumas
25 November 2025 14:41 WIB
Sumanto ajak masyarakat pahami pesan moral dalam lakon Wayang Kulit Kresna Duta
21 November 2025 17:27 WIB