Logo Header Antaranews Jateng

Pemkot Semarang miliki ribuan anggota aktif Koperasi Merah Putih

Sabtu, 18 Oktober 2025 06:37 WIB
Image Print
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti saat peletakan batu pertama pembangunan Gudang Koperasi Merah Putih di Kelurahan Sampangan Kecamatan Gajahmungkur, Semarang, Jumat (17/10/2025). (ANTARA/HO-Pemkot Semarang)

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mencatat sebanyak 177 Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) yang tersebar di seluruh kelurahan saat ini telah memiliki lebih dari 4.500 anggota aktif dengan modal keseluruhan sebesar Rp448 juta.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, di Semarang, Jumat, menyebutkan data tersebut merupakan etape pertama yang diharapkan terus berkembang.

Hal tersebut disampaikan usai peletakan batu pertama pembangunan Gudang Koperasi Merah Putih di Kelurahan Sampangan Kecamatan Gajahmungkur, Semarang.

Bahkan, kata dia, tujuh koperasi telah beroperasi di berbagai bidang dan menghasilkan omzet yang tidak sedikit.

Ia mencontohkan salah satu KKMP yang dinilai berhasil yakni KKMP di Kelurahan Gedawang yang mendapatkan berbagai apresiasi, termasuk dari Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan RI.

"Saya melihat di sana (KKMP Gedawang), teman-teman pengurus koperasi kesehariannya tidak hanya melayani pedagang dan pembeli, tetapi juga menerima kunjungan dan sharing caranya berdagang, baik barang maupun jasa," katanya.

Ia berharap KKMP Gedawang dengan kisah suksesnya bisa menginspirasi KKMP di kelurahan-kelurahan yang lainnya.

Mengenai pembangunan Gudang KKMP Kelurahan Sampangan, kata dia, nantinya akan menjadi pusat logistik yang kuat untuk mendukung rantai distribusi ketahanan pangan dan penyangga ekonomi masyarakat di akar rumput yang berpihak, berbagi, dan berkeadilan.

Walaupun baru satu titik terlebih dahulu, ia mengatakan pendirian gudang selesai pada akhir Januari 2026 dan setelahnya berlanjut pada titik-titik lainnya di Kota Semarang.

Menurut dia, pembangunan Gudang KKMP di Kelurahan Sampangan sebagai langkah strategis untuk menghidupkan dan memperkuat ekonomi kerakyatan, sekaligus menggerakkan potensi lokal di seluruh wilayah Kota Semarang.

"Nanti KKMP Kelurahan Sampangan yang akan mengelolanya, mereka akan menerapkan sewa, ada aktivitas logistik juga. Target (pembangunan) selesai 31 Januari 2026," katanya.

Lebih jauh Agustina menyatakan Pemkot Semarang terus mendukung dan mendorong agar model bisnis dari KKMP dapat berjalan secara optimal sesuai dengan potensi di tiap-tiap kelurahan agar tercipta peningkatan ekonomi holistik dari hulu ke hilir.

Ia menyebutkan bentuk dukungannya mulai dari segi pembiayaan, pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk memastikan penguatan koperasi dan keberlanjutan program, berkolaborasi dengan mitra strategis, serta memberikan rekomendasi kepada pihak-pihak yang gemar berbagi untuk membeli sembako di KKMP.

Bahkan hingga mengeluarkan edaran kepada seluruh ASN untuk mendaftarkan diri sebagai anggota koperasi di kelurahan masing-masing untuk mendongkrak keterbatasan permodalan.

"Kami juga akan memberikan pendampingan kepada KKMP untuk menggali potensi bisnis lainnya, agar tidak berhenti pada usaha toko kelontong saja. Misalnya, bisnis sampah, bisnis jasa tur karena Kota Semarang banyak sekali wisatanya dan lainnya," kata Agustina.

Baca juga: Lima Koperasi Desa Merah Putih dibangun di Kabupaten Temanggung



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026