Djarum- Sanggar Greget ajak masyarakat cintai budaya
Sabtu, 24 November 2018 23:19 WIB
Sejumlah penari dari Sanggar Greget menggelar pementasan tari di Taman Indonesia Kaya, Sabtu (24/11) malam. (Foto: Wisnu Adhi N.)
Semarang (Antaranews Jateng) - Bakti Budaya Djarum Foundation menggandeng Sanggar Greget menggelar pementasan tari untuk mengajak masyarakat, terutama generasi muda, lebih mencintai budaya masing-masing.
Pementasan tari Sanggar Greget dan Sanggar Tanah Putih, Sanggar Kusumawardani, dan Sanggar Mahendra di bawah asuhan Yoyok Bambang Priyambodo yang diberi judul Gaya Semarangan itu, digelar di Taman Indonesia Kaya, Kota Semarang, Sabtu (24/11) malam.
Program Officer Bakti Budaya Djarum Foundation Teguh Yasa Abratama menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menggelar pementasan berbagai budaya tiap bulan dengan menggandeng seniman setempat.
"Kali ini kita bekerja sama mengangkat seniman Semarang asli yaitu Mas Yoyok dengan memberikan panggung kepada yang bersangkutan dan anak didiknya dari empat sanggar untuk melakukan pementasan pada malam ini berupa tarian-tarian yang terinpisrasi dan diciptakan di Kota Semarang," katanya.
Di sela pementasan tari yang disaksikan ratusan orang tersebut, Teguh berharap adanya pementasan berbagai budaya di Taman Indonesia Kaya secara bergantian dapat mendekatkan masyarakat kepada budaya yang beragam.
"Masyarakat diharapkan makin mencintai budaya Indonesia, khususnya budaya Semarang karena kalau sudah cinta pasti mau berusaha melestarikan dan menjiwai budaya itu sendiri," ujarnya.
Pengasuh Sanggar Greget Yoyok Bambang Priyambodo mengaku senang dapat menghibur masyarakat sekaligus melestarikan budaya dengan pementasan tari di Taman Indonesia Kaya.
Menurut dia, seni tari memberikan ajaran yang menarik mengenai gerak dan filosofi hidup.
"Kami merasa ini apresiasi yang baik terhadap seniman-seniman sehingga dengan demikian, seniman bisa terpacu untuk semakin produktif dan kreatif dalam berkarya," katanya.
Ia menerangkan bahwa semua karya tari yang disajikan memang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan melalui pementasan tari bertajuk "Gaya Semarangan" masyarakat bisa mengenal tarian-tarian yang ada di Kota Semarang.
"Ke depan generasi penerus kita bisa mengenal tarian-tarian di Semarang agar kebudayaan kita tidak hilang nantinya," ujarnya.
Dalam pementasan tari tersebut, tarian-tarian yang disajikan antara lain, Tari Brintik, Tari Batik, Tari Denok Deblong, Tari Turonggo Rimang, Tari Warak Dugder, Tari Sekar Rinonce, Tari Prajuritan, dan Tari Pesona Semarang Hebat.
Pementasan tari Sanggar Greget dan Sanggar Tanah Putih, Sanggar Kusumawardani, dan Sanggar Mahendra di bawah asuhan Yoyok Bambang Priyambodo yang diberi judul Gaya Semarangan itu, digelar di Taman Indonesia Kaya, Kota Semarang, Sabtu (24/11) malam.
Program Officer Bakti Budaya Djarum Foundation Teguh Yasa Abratama menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menggelar pementasan berbagai budaya tiap bulan dengan menggandeng seniman setempat.
"Kali ini kita bekerja sama mengangkat seniman Semarang asli yaitu Mas Yoyok dengan memberikan panggung kepada yang bersangkutan dan anak didiknya dari empat sanggar untuk melakukan pementasan pada malam ini berupa tarian-tarian yang terinpisrasi dan diciptakan di Kota Semarang," katanya.
Di sela pementasan tari yang disaksikan ratusan orang tersebut, Teguh berharap adanya pementasan berbagai budaya di Taman Indonesia Kaya secara bergantian dapat mendekatkan masyarakat kepada budaya yang beragam.
"Masyarakat diharapkan makin mencintai budaya Indonesia, khususnya budaya Semarang karena kalau sudah cinta pasti mau berusaha melestarikan dan menjiwai budaya itu sendiri," ujarnya.
Pengasuh Sanggar Greget Yoyok Bambang Priyambodo mengaku senang dapat menghibur masyarakat sekaligus melestarikan budaya dengan pementasan tari di Taman Indonesia Kaya.
Menurut dia, seni tari memberikan ajaran yang menarik mengenai gerak dan filosofi hidup.
"Kami merasa ini apresiasi yang baik terhadap seniman-seniman sehingga dengan demikian, seniman bisa terpacu untuk semakin produktif dan kreatif dalam berkarya," katanya.
Ia menerangkan bahwa semua karya tari yang disajikan memang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan melalui pementasan tari bertajuk "Gaya Semarangan" masyarakat bisa mengenal tarian-tarian yang ada di Kota Semarang.
"Ke depan generasi penerus kita bisa mengenal tarian-tarian di Semarang agar kebudayaan kita tidak hilang nantinya," ujarnya.
Dalam pementasan tari tersebut, tarian-tarian yang disajikan antara lain, Tari Brintik, Tari Batik, Tari Denok Deblong, Tari Turonggo Rimang, Tari Warak Dugder, Tari Sekar Rinonce, Tari Prajuritan, dan Tari Pesona Semarang Hebat.
Pewarta : Wisnu Adhi Nugroho
Editor : M Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Pekalongan galakkan sanggar belajar, wadah anak putus sekolah
11 September 2024 6:45 WIB, 2024
Alfian Yunantoro ikut lestarikan seni budaya Jawa di bumi khatulistiwa
07 August 2023 10:51 WIB, 2023
Yoyok Bambang Priyambodo tampilkan karya terbaru Tari Bedhayan Endang Sejanila
10 March 2023 5:38 WIB, 2023
Terpopuler - Seni dan Budaya
Lihat Juga
Balefest 2025 Suarasa Balekambang siap hibur masyarakat pada pergantian tahun
08 December 2025 19:39 WIB
Kaligrafi China dan Arab berpadu dalam pameran Tiongkok-Indonesia di Banyumas
25 November 2025 14:41 WIB