RSUD Kudus diusulkan turun jadi tipe C
Selasa, 2 Oktober 2018 18:03 WIB
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmono Hadi Kudus Abdul Azis Achyar (tengah) sedang berbincang dengan salah seorang warga di kompleks RSUD Loekmono Hadi Kudus, Jawa Tengah, Selasa (2-10-2018). (Foto: Akhmad Nazaruddin Lathif)
Kudus (Antaranews Jateng) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmono Hadi Kudus yang sebelumnya tipe B diusulkan menjadi tipe C demi bisa melayani masyarakat menyusul adanya peraturan soal rujukan berjenjang dari BPJS Kesehatan.
"Jika tetap menjadi rumah sakit tipe B, tentunya banyak masyarakat yang tidak bisa terlayani karena berdasarkan aturan soal rujukan berjenjang dari BPJS Kesehatan dari fasilitas kesehatan pertama, rujukannya tentu ke rumah sakit tipe C dan D," kata Bupati Kudus Muhammad Tamzil di Kudus, Selasa.
Muhammad Tamzil mengatakan bahwa masyarakat juga setuju ketika RSUD Loekmono Hadi Kudus menjadi C demi melayani masyarakat.
Untuk itu, Pemkab Kudus akan melakukan kajian terkait dengan wacana untuk menurunkan kelas RSUD dari tipe B menjadi tipe C.
Meskipun nilai klaim jaminan kesehatan nasional (JKN) yang diterima dari BPJS Kesehatan nantinya lebih rendah, pasiennya akan jauh lebih banyak, tentunya pemasukannya juga akan tinggi.
"Saya juga meminta kualitas pelayanan di RSUD Loekmono Hadi Kudus ditingkatkan," kata Muhammad Tamzil.
Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus Abdul Azis Achyar mengatakan bahwa usulan turun kelas karena bupati lebih memikirkan masyarakat mendapatkan pelayanan yang terbaik.
"Bupati khawatir jika rujukan berjenjang versi BPJS Kesehatan yang diterapkan nantinya masyarakat tidak mendapatkan layanan sesuai harapannya," kata Abdul Azis Achyar.
Rumah sakit yang mendapatkan rujukan dari faskes pertama dimungkinkan akan meningkatkan kapasitas jumlah tempat tidurnya agar bisa menampung peserta JKN sebanyak mungkin.
Dengan perubahan tipe RSUD Loekmono Hadi menjadi C, masyarakat paserta JKN-KIS masih bisa dilayani di RSUD.
"Selanjutnya, Bupati hanya mendorong agar RSUD bisa meningkatkan mutu pelayanan dan pasien dengan menambah jumlah peralatan dan alat kedokteran yang lebih baik," kata Abdul Azis Achyar.
Pada APBD Perubahan 2018, Bupati Kudus Muhammad Tamzil memberikan dukungan Rp16 miliar untuk pembelian CT Scan 128 slice dan mikroskop mata.
Terkait dengan usulan penurunan kelas, menurut Abdul Azis Achyar, perlu didahului dengan kajian karena nantinya juga ada perubahan susunan organisasi tata kerja (SOTK) untuk menyesuaikan tipe rumah sakitnya.
Penilaian rumah sakit dari tipe B turun menjadi tipe C, juga melibatkan berbagai pihak, seperti Dinas Kesehatan Kabupaten, Dinas Kesehatan Provinsi, dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jateng, dan Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia.
Berdasarkan aturan yang baru, kata Abdul Azis Achyar, rumah sakit tipe B harus memenuhi persyaratan dua subspesialis, sedangkan RSUD Loekmono Hadi Kudus baru memiliki satu spesialis.
"Jika tetap menjadi rumah sakit tipe B, tentunya banyak masyarakat yang tidak bisa terlayani karena berdasarkan aturan soal rujukan berjenjang dari BPJS Kesehatan dari fasilitas kesehatan pertama, rujukannya tentu ke rumah sakit tipe C dan D," kata Bupati Kudus Muhammad Tamzil di Kudus, Selasa.
Muhammad Tamzil mengatakan bahwa masyarakat juga setuju ketika RSUD Loekmono Hadi Kudus menjadi C demi melayani masyarakat.
Untuk itu, Pemkab Kudus akan melakukan kajian terkait dengan wacana untuk menurunkan kelas RSUD dari tipe B menjadi tipe C.
Meskipun nilai klaim jaminan kesehatan nasional (JKN) yang diterima dari BPJS Kesehatan nantinya lebih rendah, pasiennya akan jauh lebih banyak, tentunya pemasukannya juga akan tinggi.
"Saya juga meminta kualitas pelayanan di RSUD Loekmono Hadi Kudus ditingkatkan," kata Muhammad Tamzil.
Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus Abdul Azis Achyar mengatakan bahwa usulan turun kelas karena bupati lebih memikirkan masyarakat mendapatkan pelayanan yang terbaik.
"Bupati khawatir jika rujukan berjenjang versi BPJS Kesehatan yang diterapkan nantinya masyarakat tidak mendapatkan layanan sesuai harapannya," kata Abdul Azis Achyar.
Rumah sakit yang mendapatkan rujukan dari faskes pertama dimungkinkan akan meningkatkan kapasitas jumlah tempat tidurnya agar bisa menampung peserta JKN sebanyak mungkin.
Dengan perubahan tipe RSUD Loekmono Hadi menjadi C, masyarakat paserta JKN-KIS masih bisa dilayani di RSUD.
"Selanjutnya, Bupati hanya mendorong agar RSUD bisa meningkatkan mutu pelayanan dan pasien dengan menambah jumlah peralatan dan alat kedokteran yang lebih baik," kata Abdul Azis Achyar.
Pada APBD Perubahan 2018, Bupati Kudus Muhammad Tamzil memberikan dukungan Rp16 miliar untuk pembelian CT Scan 128 slice dan mikroskop mata.
Terkait dengan usulan penurunan kelas, menurut Abdul Azis Achyar, perlu didahului dengan kajian karena nantinya juga ada perubahan susunan organisasi tata kerja (SOTK) untuk menyesuaikan tipe rumah sakitnya.
Penilaian rumah sakit dari tipe B turun menjadi tipe C, juga melibatkan berbagai pihak, seperti Dinas Kesehatan Kabupaten, Dinas Kesehatan Provinsi, dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jateng, dan Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia.
Berdasarkan aturan yang baru, kata Abdul Azis Achyar, rumah sakit tipe B harus memenuhi persyaratan dua subspesialis, sedangkan RSUD Loekmono Hadi Kudus baru memiliki satu spesialis.
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor : Kliwon
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Kudus tingkatkan layanan kesehatan melalui pembangunan Gedung Kudus Sehat
20 May 2026 7:52 WIB
RSUD Loekmono Hadi Kudus bebaskan biaya perawatan siswa keracunan naik kelas ke VIP
03 February 2026 13:11 WIB
Pemkab bersama TNI/Polri gerak cepat tangani 70 siswa SMA Negeri 2 Kudus diduga keracunan
29 January 2026 13:25 WIB
Layanan kemoterapi di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus kini bisa diakses pasien JKN-KIS
09 December 2025 13:36 WIB
DPRD desak pelaksana proyek RSUD Kudus tambah pekerja kejar target tepat waktu
23 October 2025 8:46 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Pemprov Jateng tegaskan penanganan kasus dugaan keracunan di Batang sesuai SOP
28 September 2026 21:50 WIB
Kolaborasi dengan Alpha IVF Malaysia, RS Indriati Solo Baru Hadirkan Layanan Bayi Tabung Berteknologi Mutakhir
26 September 2026 17:33 WIB
Alodokter AI raih kepuasan pasien hingga 98 persen, penuhi tolok ukur keselamatan klinis dunia
22 September 2026 17:50 WIB
Gubernur Jateng serukan kerja kolaboratif lintas sektor guna turunkan stunting
21 September 2026 22:38 WIB
PMI Kota Tegal peringati HUT ke-81, teguhkan semangat peduli dan kemanusiaan
18 September 2026 13:53 WIB