325 stan meriahkan Batang Expo 2018
Jumat, 28 September 2018 10:18 WIB
Sebanyak 325 stan akan mengikuti kegiatan "Batang Expo 2018" yang akan dilaksanakan mulai 28 September 2018 hingga 2 Oktober 2018 di Jalan Veteran Batang. (Foto Kutnadi)
Batang (Antaranews Jateng) - Sebanyak 325 stan dipersiapkan dalam penyelenggaraan Batang Expo 2018 yang dilaksanakan mulai 28 September 2018 hingga 2 Oktober 2018 di sepanjang Jalan Veteran Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Kepala Bagian Perekonomian Kabupaten Batang Subiyanto di Batang, Jumat, mengatakan bahwa ratusan stan tersebut akan diisi peserta dari badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah (BUMD), usaha mikro kecil menengah (UMKM), otomotif, organisasi perangkat daerah (OPD), dan kuliner.
"Saat ini, stan sudah terisi 100 persen untuk ikut memeriahkan Batang Expo 2018. Kami berharap melalui kegiatan ini, produk kerajinan UMKM maupun lainnya dapat dikenal lebih luas oleh pengunjung daerah lain," katanya.
Ia mengatakan pemkab menjamin kegiatan Batang Expo 2018 akan lebih meriah dibanding tahun sebelumnya karena Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, akan membuka langsung acara tersebut.?
"Selain itu, pada kegiatan Batang Expo 2018 ini juga akan menampilkan panggung gembira dengan mengundang grup Band Wali. Kemungkinan juga Ganjar Pranowo juga akan tampil pada kesenian ketoprak," katanya.
Ia mengatakan pada kegiatan Batang Expo ini, pemkab menargetkan omset Rp5 miliar atau seperti target yang diraih pada kegiatan yang sama pada tahun sebelumnya.
"Kami berharap produk-produk lokal asli Batang semakin dikenal setelah dipamerkan pada kegiatan Batang Expo sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat," katanya.
Warga Batang Muslikhun mengatakan acara Batang Expo memang sudah dinanti oleh masyarakat di daerah setempat karena kegiatan ini selain akan memberikan hiburan pada warga juga sebagai ajang promosi produk kerajinan.
"Oleh karena, kami sangat mendukung dengan adanya kegiatan Batang Expo karena hal itu akan menguntungkan bagi warga sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat," katanya.
Kepala Bagian Perekonomian Kabupaten Batang Subiyanto di Batang, Jumat, mengatakan bahwa ratusan stan tersebut akan diisi peserta dari badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah (BUMD), usaha mikro kecil menengah (UMKM), otomotif, organisasi perangkat daerah (OPD), dan kuliner.
"Saat ini, stan sudah terisi 100 persen untuk ikut memeriahkan Batang Expo 2018. Kami berharap melalui kegiatan ini, produk kerajinan UMKM maupun lainnya dapat dikenal lebih luas oleh pengunjung daerah lain," katanya.
Ia mengatakan pemkab menjamin kegiatan Batang Expo 2018 akan lebih meriah dibanding tahun sebelumnya karena Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, akan membuka langsung acara tersebut.?
"Selain itu, pada kegiatan Batang Expo 2018 ini juga akan menampilkan panggung gembira dengan mengundang grup Band Wali. Kemungkinan juga Ganjar Pranowo juga akan tampil pada kesenian ketoprak," katanya.
Ia mengatakan pada kegiatan Batang Expo ini, pemkab menargetkan omset Rp5 miliar atau seperti target yang diraih pada kegiatan yang sama pada tahun sebelumnya.
"Kami berharap produk-produk lokal asli Batang semakin dikenal setelah dipamerkan pada kegiatan Batang Expo sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat," katanya.
Warga Batang Muslikhun mengatakan acara Batang Expo memang sudah dinanti oleh masyarakat di daerah setempat karena kegiatan ini selain akan memberikan hiburan pada warga juga sebagai ajang promosi produk kerajinan.
"Oleh karena, kami sangat mendukung dengan adanya kegiatan Batang Expo karena hal itu akan menguntungkan bagi warga sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat," katanya.
Pewarta : Kutnadi
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ratusan pelajar Pekalongan bidik UIN Walisongo di gelaran Expo Campus GENIUS 2026
07 January 2026 20:16 WIB
Layanan pendidikan anak inklusif Sobat Ceria UMS sabet juara 3 KMI Expo 2025
22 November 2025 16:51 WIB
UMS lepas delegasi KMI Expo XVI, ONMIPA, dan Kompetisi Jembatan Indonesia 2025
11 November 2025 14:45 WIB
Terpopuler - Makro
Lihat Juga
HNSI Jatim ingatkan pengembangan energi pesisir harus cegah de-nelayanisasi
22 January 2026 3:13 WIB