BUMN Hadir - Pelajar Jateng-Kalbar saling kenalkan budaya
Minggu, 12 Agustus 2018 22:20 WIB
Semarang - Sejumlah siswa peserta program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) Asal Jateng menampilkan Tari Warak Dugder dalam acara pelepasan mereka ke Kalimantan Barat di Semarang, Minggu (12/8) malam. (Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
Semarang (Antaranews Jateng) - Para pelajar peserta program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) 2018 dari Jawa Tengah dan Kalimantan Barat saling mengenalkan budaya lewat tarian, lagu daerah, dan puisi.
Delegasi SMN 2018 dari kedua provinsi itu saling bertemu pada Penerimaan SMN Provinsi Kalbar dan Pelepasan SMN Provinsi Jateng yang berlangsung di Hotel Allstay Semarang, Minggu malam.
Program SMN merupakan kegiatan pertukaran pelajar di Indonesia yang diinisiasi oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan difasilitasi seluruh BUMN yang memiliki wilayah kerja di 34 provinsi.
Pada tahun ini, PT KAI ditunjuk sebagai koordinator kegiatan SMN di Jateng bersama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, PT Kawasan Industri Wijayakusuma, dan Perum Perhutani.
Dari Jateng, sejumlah siswa menampilkan tari tradisional Semarangan, seperti Tari Warak Dugder, modifikasi dari Tari Gambang Semarang serta tembang dolanan anak, seperti Gundul Pacul dan Cublak Suweng.
Fika Meyla Amanda (16), salah satu penampil Tari Warak Dugder menjelaskan tari pesisir sebenarnya memiliki kesamaan, yakni gerakannya yang enerjik, tetapi di setiap daerah memiliki kekhasan tersendiri.
"Kebetulan, dari sekolah dasar (SD) sudah menari, sering ikut lomba-lomba. Kemarin, baru saja ikut festival tari Jateng di Jepara," kata siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Kendal itu.
Dengan waktu latihan yang hanya tiga hari, tak membuat gadis kelahiran Kendal, 9 Mei 2002 itu itu kesulitan tampil karena hobi menari yang dimilikinya sejak kecil dan masih digelutinya hingga sekarang.
Giliran dari Kalbar, Adinda Yunivah (17), siswi dari Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Negeri Pontianak membacakan puisi yang berjudul "Surga Hampir Cemburu Pada Negeriku".
Tak lupa, di awal penampilannya, gadis kelahiran Simpang Gambus, Sumatera Utara, 14 Juni 2001 itu menyapa dengan salam khas Kalbar kepada para siswa Jateng dan pejabat BUMN yang hadir.
"Adil ka' talino bacuramin ka' saroga basengat ka' jubata. Ini salam khas Kalbar. Artinya, bersikap adil kepada sesama manusia, bercermin ke surga yang memberi kehidupan," sapa gadis ramah itu bersemangat.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Jateng Urip Sihabudin mewakili Gubernur Jateng menyampaikan apresiasinya terhadap program SMN yang diinisasi Kementerian BUMN itu.
"Jateng ini punya segala-galanya, butuh orang yang menjadi duta atau corong untuk mempromosikan, mengenalkan berbagai potensi yang ada. Ya, salah satunya melalui program SMN ini," katanya.
Diawali dengan mengenali daerahnya sendiri, budayanya sendiri, lanjut dia, para delegasi Jateng itu memiliki tugas untuk mengenalkan budaya yang dimiliki kepada masyarakat di daerah yang dikunjunginya.
"Mereka juga perlu mengenal daerah lain karena Indonesia merupakan sebuah negara nusantara yang besar. Penting untuk menjaga kebhinnekaan. Mereka ini kan nanti akan dikirim ke Kalbar," katanya.
Dari duta-duta daerah yang dihasilkan dari program SMN itu, Urip berharap mereka terus dibimbing, dibina, dan semakin diperbanyak agar semakin banyak generasi muda yang bangga dengan budayanya.
Rencananya, para peserta SMN 2018 dari Jateng akan diberangkatkan ke Kalbar pada Senin (13/8), sementara peserta dari Kalbar akan menjalani serangkaian kegiatan di Jateng hingga Selasa (21/8) mendatang.
Delegasi SMN 2018 dari kedua provinsi itu saling bertemu pada Penerimaan SMN Provinsi Kalbar dan Pelepasan SMN Provinsi Jateng yang berlangsung di Hotel Allstay Semarang, Minggu malam.
Program SMN merupakan kegiatan pertukaran pelajar di Indonesia yang diinisiasi oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan difasilitasi seluruh BUMN yang memiliki wilayah kerja di 34 provinsi.
Pada tahun ini, PT KAI ditunjuk sebagai koordinator kegiatan SMN di Jateng bersama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, PT Kawasan Industri Wijayakusuma, dan Perum Perhutani.
Dari Jateng, sejumlah siswa menampilkan tari tradisional Semarangan, seperti Tari Warak Dugder, modifikasi dari Tari Gambang Semarang serta tembang dolanan anak, seperti Gundul Pacul dan Cublak Suweng.
Fika Meyla Amanda (16), salah satu penampil Tari Warak Dugder menjelaskan tari pesisir sebenarnya memiliki kesamaan, yakni gerakannya yang enerjik, tetapi di setiap daerah memiliki kekhasan tersendiri.
"Kebetulan, dari sekolah dasar (SD) sudah menari, sering ikut lomba-lomba. Kemarin, baru saja ikut festival tari Jateng di Jepara," kata siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Kendal itu.
Dengan waktu latihan yang hanya tiga hari, tak membuat gadis kelahiran Kendal, 9 Mei 2002 itu itu kesulitan tampil karena hobi menari yang dimilikinya sejak kecil dan masih digelutinya hingga sekarang.
Giliran dari Kalbar, Adinda Yunivah (17), siswi dari Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Negeri Pontianak membacakan puisi yang berjudul "Surga Hampir Cemburu Pada Negeriku".
Tak lupa, di awal penampilannya, gadis kelahiran Simpang Gambus, Sumatera Utara, 14 Juni 2001 itu menyapa dengan salam khas Kalbar kepada para siswa Jateng dan pejabat BUMN yang hadir.
"Adil ka' talino bacuramin ka' saroga basengat ka' jubata. Ini salam khas Kalbar. Artinya, bersikap adil kepada sesama manusia, bercermin ke surga yang memberi kehidupan," sapa gadis ramah itu bersemangat.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Jateng Urip Sihabudin mewakili Gubernur Jateng menyampaikan apresiasinya terhadap program SMN yang diinisasi Kementerian BUMN itu.
"Jateng ini punya segala-galanya, butuh orang yang menjadi duta atau corong untuk mempromosikan, mengenalkan berbagai potensi yang ada. Ya, salah satunya melalui program SMN ini," katanya.
Diawali dengan mengenali daerahnya sendiri, budayanya sendiri, lanjut dia, para delegasi Jateng itu memiliki tugas untuk mengenalkan budaya yang dimiliki kepada masyarakat di daerah yang dikunjunginya.
"Mereka juga perlu mengenal daerah lain karena Indonesia merupakan sebuah negara nusantara yang besar. Penting untuk menjaga kebhinnekaan. Mereka ini kan nanti akan dikirim ke Kalbar," katanya.
Dari duta-duta daerah yang dihasilkan dari program SMN itu, Urip berharap mereka terus dibimbing, dibina, dan semakin diperbanyak agar semakin banyak generasi muda yang bangga dengan budayanya.
Rencananya, para peserta SMN 2018 dari Jateng akan diberangkatkan ke Kalbar pada Senin (13/8), sementara peserta dari Kalbar akan menjalani serangkaian kegiatan di Jateng hingga Selasa (21/8) mendatang.
Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor : Zuhdiar Laeis
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mengenal Endy Julianto, dosen Sekolah Vokasi Undip peraih paten terbanyak
14 December 2025 14:47 WIB
Mengenal Teras BRI Kapal, bank terapung yang dinanti masyarakat kepulauan
10 December 2025 15:34 WIB
Berwisata sambil belajar mengenal tanaman di Taman Botani Baturraden
18 September 2023 10:44 WIB, 2023
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
FSRD ISI Solo kunjungi Museum Manusia Purba Sangiran buka peluang kolaborasi
27 January 2026 14:26 WIB
Mahasiswa KKN-Dik UMS sukses dukung milad ke-25 SMK Muhammadiyah 5 Purwantoro
27 January 2026 13:00 WIB
Mahasiswa TRKP SV Undip jalani magang industri di PT KTU Shipyard Tanjung Riau Batam
26 January 2026 16:16 WIB
Humas UMS dampingi SD Muhammadiyah Palur kelola konten digital perkuat branding sekolah
25 January 2026 18:29 WIB
UMS kembangkan Lab School dan lakukan benchmarking ke SD Muhammadiyah 1 Candi Umsida
23 January 2026 20:14 WIB