Wakil Ketua MPR: Soal Ideologi Sudah Selesai
Sabtu, 23 September 2017 14:27 WIB
Padang, ANTARA JATENG - Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang menegaskan
bahwa persoalan ideologi bangsa ini telah selesai, Pancasila merupakan
ideologi final dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Ideologi sudah selesai, Pancasila," katanya di Pandang, Sabtu, saat sosialisasi empat pilar Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Binheka Tunggal Ika di hadapan sekitar seribu mahasiswa Universitas Islam Negeri Imam Bonjol.
Dalam sosialisasi tersebut juga diisi oleh Anggota MPR dari Fraksi PKS Suoenmandjaja dan Anggota MPR dari DPD Eni Sumarni dan Ema Yohanna.
Oesman Sapta mengatakan, Pancasila menjadi ideologi yang mampu mempersatukan putra-putri bangsa Indonesia karena tidak melihat asal-usul, agama, ras manusia maupun perbedaan lainnya. Seluruh putra-putri bangsa sama dan bisa menjadi pemimpin dimanapun di wilayah Indonesia.
Ia dalam kesempatan tersebut juga meminta kepada mahasiswa Islam di UIN Imam Bonjol untuk membuka diri, dan berpikir terbuka, serta menjadikan Islam sebagai Islam yang terus maju dan modern. "Agama islam semakin hari semakin modern, kalau agama Islam dikunokan saya tidak setuju," katanya.
Anggota MPR Soenmandjaja dalam kesempatan tersebut mengatakan, saat ini dibutuhkan internalisasi dan implementasi dari nilai-nilai Pancasila.
Sedangkan Anggota DPD Eni Sumarni mengatakan, Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika ibarat bangunan utuh yang menguatkan. Pancasila merupakan pondasinya, UUD 1945 tiang-tiangnya, NKRI atapnya, dan perabot didalamnya dengan seluruh perbedaannya sebagai Bhineka Tunggal Ika.
Ia mengatakan sosialisasi empat pilar penting agar mawas diri. "Bahwa kita punya wawasan kebangsaan yang ingin di capai," katanya.
"Ideologi sudah selesai, Pancasila," katanya di Pandang, Sabtu, saat sosialisasi empat pilar Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Binheka Tunggal Ika di hadapan sekitar seribu mahasiswa Universitas Islam Negeri Imam Bonjol.
Dalam sosialisasi tersebut juga diisi oleh Anggota MPR dari Fraksi PKS Suoenmandjaja dan Anggota MPR dari DPD Eni Sumarni dan Ema Yohanna.
Oesman Sapta mengatakan, Pancasila menjadi ideologi yang mampu mempersatukan putra-putri bangsa Indonesia karena tidak melihat asal-usul, agama, ras manusia maupun perbedaan lainnya. Seluruh putra-putri bangsa sama dan bisa menjadi pemimpin dimanapun di wilayah Indonesia.
Ia dalam kesempatan tersebut juga meminta kepada mahasiswa Islam di UIN Imam Bonjol untuk membuka diri, dan berpikir terbuka, serta menjadikan Islam sebagai Islam yang terus maju dan modern. "Agama islam semakin hari semakin modern, kalau agama Islam dikunokan saya tidak setuju," katanya.
Anggota MPR Soenmandjaja dalam kesempatan tersebut mengatakan, saat ini dibutuhkan internalisasi dan implementasi dari nilai-nilai Pancasila.
Sedangkan Anggota DPD Eni Sumarni mengatakan, Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika ibarat bangunan utuh yang menguatkan. Pancasila merupakan pondasinya, UUD 1945 tiang-tiangnya, NKRI atapnya, dan perabot didalamnya dengan seluruh perbedaannya sebagai Bhineka Tunggal Ika.
Ia mengatakan sosialisasi empat pilar penting agar mawas diri. "Bahwa kita punya wawasan kebangsaan yang ingin di capai," katanya.
Pewarta : Muhammad Arief Iskandar
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ketua PWM Jateng tegaskan perbedaan syariah dan fikih dalam Manhaj Tarjih Muhammadiyah
08 January 2026 21:33 WIB
Ketua DPRD Jateng Sumanto ajak generasi muda buat konten kreatif berbasis budaya
10 December 2025 14:29 WIB
Ketua Dewan Kesenian periode 2025-2030 komitmen dengan program kolaborasi
09 December 2025 17:30 WIB
Ketua DPRD Jateng Sumanto nanggap reog dan resmikan pengaspalan Jalan Desa Dawung
08 December 2025 16:00 WIB
Terpopuler - NASIONAL
Lihat Juga
LKBN ANTARA perkuat publikasi percepatan rehabilitasi pascabencana Sumatera
22 January 2026 16:41 WIB
Tim Rescue Dompet Dhuafa ikut operasi pencarian korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh
22 January 2026 10:22 WIB
KPK geledah rumah Wali Kota Madiun nonaktif Maidi dan Rochim di Madiun, sita dokumen dan uang
22 January 2026 10:04 WIB
Wamenkomdigi: Kantor Berita ANTARA berperan penting publikasikan program pemerintah
20 January 2026 20:09 WIB