Aktivitas Pasar Batik Setono Sepi, Pedagang Merugi
Rabu, 13 September 2017 13:15 WIB
Aktivitas di Pasar Grosir Batik Setono Kota Pekalongan selama hampir sebulan terakhir sepi, Rabu (13/9). (Foto: ANTARAJATENG.COM/Kutnadi)
Pekalongan, ANTARA JATENG - Aktivitas perdagangan batik di Pasar Grosir Batik Setono, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, kini sepi pengunjung karena adanya beberapa faktor.
Pedagang pasar Grosir Setono, Muamaroh, di Pekalongan, Rabu, mengatakan bahwa sepinya kondisi pasar grosir batik itu sudah berlangsung hingga satu bulan terakhir ini sehingga para pedagang harus merugi karena setiap bulannya mereka membayar gaji karyawan.
"Sepi maupun ramainya kondisi pasar grosir, kami harus membayar gaji karyawan hingga Rp700 ribu per bulan sedangkan penjualan batik hampir bisa dikatakan tidak ada yang terjual," katanya.
Ia mengatakan sepinya kondisi Pasar Grosir Batik Setono selain dipicu faktor perekonomian masyarakat yang sedang turun juga diakibatkan hampir sebulan terakhir ini tidak ada tamu kunjungan dari pemerintah daerah.
Kendati aktivitas Pasar Grosir Batik Setono masih sepi, kata dia, para pedagang tetap menjual harga batik secara normal agar tidak terlalu merugi.
"Harga batik yang dijual pedagang pasar grosir ada yang Rp20 ribu per potong bahkan juga hingga mencapai jutaan rupiah karena tergantung dengan motif dan bahan baku batik. Harga baju daster batik hanya kami jual Rp20 ribu sampai Rp30 ribu per potong," katanya.
Pemilik toko batik "Elfascraft Batik" itu mengatakan sepinya kondisi pasar grosir batik terus dikhawatirkan para pedagang karena adanya proyek pembangunan jalan Tol Batang-Pemalang.
"Jujur saja, jika jalan tol itu sudah beroperasi maka akan memperparah kondisi pasar grosir batik. Oleh karena, kami berharap pemerintah daerah membangun akses jalan jalan tol itu menuju pasar grosir batik Setono," katanya.
Ia menambahkan saat aktivitas Pasar Grosir Batik Setono normal, omset pemilik toko kain batik dengan kategori UMKM mampu mencapai Rp1 juta per hari tetapi kini hampir tidak ada transaksi.
Pedagang pasar Grosir Setono, Muamaroh, di Pekalongan, Rabu, mengatakan bahwa sepinya kondisi pasar grosir batik itu sudah berlangsung hingga satu bulan terakhir ini sehingga para pedagang harus merugi karena setiap bulannya mereka membayar gaji karyawan.
"Sepi maupun ramainya kondisi pasar grosir, kami harus membayar gaji karyawan hingga Rp700 ribu per bulan sedangkan penjualan batik hampir bisa dikatakan tidak ada yang terjual," katanya.
Ia mengatakan sepinya kondisi Pasar Grosir Batik Setono selain dipicu faktor perekonomian masyarakat yang sedang turun juga diakibatkan hampir sebulan terakhir ini tidak ada tamu kunjungan dari pemerintah daerah.
Kendati aktivitas Pasar Grosir Batik Setono masih sepi, kata dia, para pedagang tetap menjual harga batik secara normal agar tidak terlalu merugi.
"Harga batik yang dijual pedagang pasar grosir ada yang Rp20 ribu per potong bahkan juga hingga mencapai jutaan rupiah karena tergantung dengan motif dan bahan baku batik. Harga baju daster batik hanya kami jual Rp20 ribu sampai Rp30 ribu per potong," katanya.
Pemilik toko batik "Elfascraft Batik" itu mengatakan sepinya kondisi pasar grosir batik terus dikhawatirkan para pedagang karena adanya proyek pembangunan jalan Tol Batang-Pemalang.
"Jujur saja, jika jalan tol itu sudah beroperasi maka akan memperparah kondisi pasar grosir batik. Oleh karena, kami berharap pemerintah daerah membangun akses jalan jalan tol itu menuju pasar grosir batik Setono," katanya.
Ia menambahkan saat aktivitas Pasar Grosir Batik Setono normal, omset pemilik toko kain batik dengan kategori UMKM mampu mencapai Rp1 juta per hari tetapi kini hampir tidak ada transaksi.
Pewarta : Kutnadi
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Selvi Ananda bersama Seruni KMP borong Batik Tulis Lasem binaan Semen Gresik
23 April 2026 16:51 WIB
Museum Batik Pekalongan buka layanan edukasi sejarah batik selama libur Lebaran
20 March 2026 16:17 WIB
Berkat pemberdayaan BRI, Batik Malessa ubah kain perca hingga fashion premium
14 December 2025 11:08 WIB
Pemkot Pekalongan komitmen perkuat ekonomi kerakyatan di Festival BTK dan Pekan Batik Nusantara
02 December 2025 15:35 WIB